Tak Berkategori

WHAT WE SAY – THE EMOJI MOVIE

e poster

Director: Tony Leondis

Starring: T.J. Miller, James Corden, Anna Faris, Patrick Stewart, Maya Rudolph, Steven Wright, Jennifer Coolidge

Score: 6/10

Petualangan yang cepat terlupakan.

Sekitar dua tahun yang lalu info pertama tentang rencana pembuatan film ini mulai terdengar. Well, awalnya kami pikir ide tersebut cukup bagus dan sangat pas dengan target penonton yang pasti mengincar anak-anak dan remaja. Tapi, apa yang terjadi setelah rilisnya The Emoji Movie justru berubah menjadi sebuah malapetaka. Mereka sepertinya tidak tahu apa yang sedang dikerjakan. Film ini menyia-nyiakan emoji dan segala macam hal yang bisa dimanfaatkan di dalam smartphone dengan jelas. Benar-benar mengecewakan dan berikut penjelasannya.

e 1

Emoji membuka cerita dengan T.J. Miller (Deadpool) yang langsung menyapa penonton sebagai Gene, salah satu emoji di Textopolis – tempat tinggal seluruh emoji yang ada di dalam hape. Dia menjelaskan lebih dulu apa itu Textopolis, bagaimana kehidupan para emoji yang ada di sana, dan bagaimana mereka semua bekerja. Menyambut hari pertamanya sebagai “the real emoji”, Gene masih bermasalah karena dia sejatinya adalah ‘meh’, tapi seringkali berubah menjadi emoji dengan ekspresi yang lain. Hal ini membuat Gene gugup, dan akhirnya sebuah kesalahan membuatnya dianggap malfungsi. Penyelesaiannya? Mudah saja. Gene harus dimusnahkan sebelum Alex memprogram ulang smartphone-nya.

Emoji

Berbeda dengan Despicable Me 3 yang kebanyakan pesan, sebenarnya Emoji punya satu hal saja yang ingin disampaikan yaitu tidak ada salahnya untuk menjadi diri sendiri. Value ini penting melihat banyak anak zaman sekarang yang fake demi hal-hal absurd, dan film membawa isu ini dari awal hingga akhir. Mereka juga coba memadukannya dengan nilai-nilai lain seperti kekeluargaan dan persahabatan. Masalahnya adalah hasil akhir. Penonton sulit untuk menikmati pesan karena eksekusi yang berantakan. Belum selesai, film juga kurang lucu karena banyak lawakan kentang, dan cerita yang terlalu mudah dibaca. Semua tumpek blek dalam waktu 86 menit saja dan itu sungguh menyakitkan.

e 3

Petualangan Gene bersama dua temannya, Hi-5 (Corden) dan Jailbreak (Faris) diceritakan dengan sangat terburu-buru dan tidak menarik sama sekali. Sulit untuk bisa menyatu dengan mereka karena ternyata apa yang dilakukan adalah sesuatu yang remeh, bahkan cenderung konyol. Ancaman yang ada di film juga dibuat seminimalis kos-kosan mahasiswa karena hanya muncul dari robot-robot jahat dan mereka pun kalah dengan mudah. Seluruh permasalahan yang muncul dari setiap karakter ditampilkan secara bertubi-tubi dan secepat kilat. Terlalu banyak fade out yang digunakan untuk memisahkan tiap sekuens. Cara tersebut sangat melelahkan dan membuat film semakin membosankan.

e 5

Karakter menjadi masalah berikutnya. Beberapa emoji hanya bisa menunjukkan satu emosi dan itu bisa dipahami. Sayangnya, film tidak berani eksplorasi dan hanya menunjukkan hal tersebut tanpa pendalaman berarti sehingga penonton tidak dapat melihat sesuatu yang lebih. Apesnya, emoji yang masuk ke kategori ini adalah karakter antagonis yaitu Smiler (Rudolph). Oke, dia selalu tersenyum dalam menghadapi segala sesuatu. Tapi gapapa juga kan kalau menambah sedikit perbedaan untuk menunjukkan perasaannya? Misal, dengan mengubah warna kuningnya menjadi sedikit merah, atau ada api-api lucu menyembur dari kepalanya ketika dia mulai marah. Itu wajar saja dilakukan ketimbang terpaku dengan apa yang sudah ada. Toh juga Smiler-nya masih senyum, kan? Dengan kurangnya inisiatif semacam ini, Smiler menjadi karakter penting yang terkesan palsu dan sangat mengganggu.

e6

Bagaimana dengan humornya? Meh..

Jokes di film ini cuma bisa bikin Kamu terkekeh. Fakta bahwa ada T.J. Miller dan James Corden tidak menolong sama sekali. T.J. kesulitan untuk mengeluarkan kemampuan terbaik karena dia adalah aktor yang lebih cocok berada di film komedi dewasa. Sedangkan James Corden, dia adalah bencana. Emoji Movie membuat orang lupa kalau Dia adalah pembawa acara Carpool Karaoke. Man, in this movie, He is not funny at all! Dengan aksen British, Hi-5 adalah karakter naif yang menjijikan. Anyway, film kerap menampilkan lawakan-lawakan “receh” yang sering tidak berada pada tempatnya. Ini fatal karena penonton tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang dijadikan bahan candaan. Selain itu, mereka sering pula melemparkan jokes berupa pertanyaan-pertanyaan tidak penting dan itu sukses bikin film makin garing.

e 2

Belajar dari sini, belum tentu semua fenomena kekinian bisa langsung dijadikan film dan menghasilkan uang karena mereka populer. Kami tidak yakin apakah Emoji bisa selamat, bahkan jika calon penontonnya tidak menaruh ekspektasi sama sekali. Mungkin akan lebih baik kalau Gene tetap di rumah sampai suatu saat ia ditemukan dan membuat geger Textopolis karena ternyata ada emoji yang bisa mengeluarkan beragam ekspresi.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s