Tak Berkategori

WHAT WE SAY – SWEET 20

sweet 20 poster

Director: Ody C. Harahap

Starring: Tatjana Saphira, Kevin Julio, Morgan Oey, Lukman Sardi, Niniek L. Karim, Cut Mini, Slamet Rahardjo, Widyawati, Alexa Key, Tika Panggabean, Ardit Erwandha, Tommy Limm

Score: 8/10

Atas dasar  “mendukung film-film karya anak bangsa”, ada sebuah momen unik di bioskop Indonesia yang terjadi setiap tahunnya. Ketika hari raya Idul Fitri tiba, bioskop tidak sungkan untuk memberi lampu sorot bagi film-film Indonesia terbaru. Imbasnya, mungkin hanya satu film Hollywood gres yang bisa disaksikan, walaupun layar yang mereka miliki masih terbilang banyak. Anyway, sedikit kelegaan ini menimbulkan tanda tanya terhadap film lokal yang rilis. Apakah mereka benar-benar bisa memuaskan penonton? Apakah mereka memang pantas diberikan “extra spotlight” tersebut? Bersyukurlah, Sweet 20 dapat menjawab semuanya.

granny

Seperti yang ditulis di bio twitter-nya, Sweet 20 merupakan “the official remake of Miss Granny (2014), with a lot of Indonesian flavors”. Kepada media, salah satu pemainnya, Morgan Oey, bilang kalau inovasi tersebut merupakan mandat dari CJ Entertainment. Film ini memasukkan banyak unsur Indonesia seperti nuansa Lebaran, lagu dangdut, FTV, sampai acara musik yang sering dicap “alay” di dalamnya. Melihat dari sini, seharusnya mereka tidak akan kesulitan untuk jumlah penonton. Selain dibintangi oleh aktor dan aktris populer dari tiga generasi berbeda, Sweet 20 juga bisa menarik perhatian dari mereka yang suka nonton film Korea atau semacamnya, dan yang sudah nonton Miss Granny sebelumnya.

s20 10

Sutradara Ody C. Harahap langsung menyambungkan kita dengan filmnya sejak menit pertama, di mana sebuah keluarga sedang merayakan Lebaran bersama. Fatmawati (Niniek L. Karim) adalah sang nenek di keluarga tersebut. Dia terlihat bersemangat, optimis, pokoknya aura positif yang jarang terlihat dari nenek-nenek seumurannya. Namun sayang, Nenek Fatma juga sedikit menyebalkan. Gaya bicaranya yang blak-blakan dan terkesan sombong membuat menantunya tersinggung kemudian jatuh sakit. Akibat dari kejadian ini, anggota keluarga yang lain mulai berunding untuk menitipkan Nenek Fatma ke panti jompo. Tidak sengaja mendengar percakapan tersebut, Nenek Fatma menjadi putus asa. Dia mulai merasa hidupnya tidak berguna, hingga satu saat si nenek masuk ke sebuah toko misterius bernama “Forever Young”. TADAAA!! Setelah mencoba untuk difoto di sana, Nenek Fatma keluar dengan wajah 50 tahun lebih muda.

s20 6

Ada beberapa hal positif dari film ini. Pertama, cerita yang bagus. Kedua, dialog yang lucu, dan terakhir ensemble cast yang luar biasa. Mulai dari awal film, Nenek Fatma langsung ditampilkan dengan sangat kuat. Karakternya begitu terlihat, khususnya bagaimana dia ikut campur dalam urusan keluarga anaknya. Saya belum menjadi seorang menantu, tapi sepertinya bukan hal yang asing bagi mereka yang sudah atau baru saja menikah ketika seorang mertua terlalu mengatur urusan rumah tangga. Kedekatan domestik ini membuat film berhasil mengatur awal permasalahan dengan baik, yang mana berpusat pada pentingnya arti keluarga. Untuk karakternya sendiri, sikap Nenek Fatma membuatnya begitu unik. Hal ini kemudian dimanfaatkan dengan cara yang dramatis agar penonton mengerti apa yang membuat Nenek Fatma bisa pede banget dengan kemampuannya mengurus anak-cucu.

tatjana

Namanya juga “Sweet 20”, pastinya film ini mencoba untuk mengeksploitasi humor yang berkaitan dengan perbedaan zaman. Penonton bisa tertawa lepas berkat akting Tatjana Saphira. Mieke adalah nenek yang terperangkap dalam diri seorang gadis! Gaya bicaranya masih sama, pemikirannya juga masih sama, selera musiknya, apalagi soal fashion. Semuanya oldies, dan itu coba ditularkan ke karakter-karakter lain. Hasilnya? Kocak parah! Walaupun tidak mudah, influence dari Mieke berhasil membuat nasib grup band cucunya menjadi lebih baik. Selain itu, dia juga bisa kembali mengejar impian masa lalunya. Karismanya juga berhasil membuat dua orang pria naksir. Mieke jelas adalah pusat perhatian dan setiap kali dia berinteraksi dengan karakter lain, penonton bakal menunggu kecanggungan macam apa yang bakal terjadi. Well, harapan itu tidak salah sama sekali. Mieke menghidupkan suasana bersama siapa saja yang saat itu satu frame dan berbicara padanya.

s20 3

Terlepas dari semua ini, ternyata ada satu scene yang meninggalkan tanda tanya. Bagian ini sungguh aneh, dibuat berlebihan dan sangat kontras dengan apa yang dirasakan oleh keluarga Adit (Sardi) setelahnya. Sepanjang film, Adit diperlihatkan sebagai anak yang berbakti. Nenek Fatma tentu adalah bagian penting dalam hidupnya. Namun, ketika terjadi sesuatu yang tidak beres, apa yang dilakukan Adit justru jauh dari kata bakti. Setelah scene ini selesai, baru deh Adit sadar dan langsung merasa cemas berkepanjangan akan keberadaan Nenek Fatma. Hubungan ayah-ibu ini untungnya diakhiri dengan manis, tapi respon pertama Adit dan keluarganya saat ditinggal si nenek menjadi bahan candaan yang tidak tepat sasaran.

s20 9

Pada akhirnya Sweet 20 memberi pilihan pada Nenek Fatma. Mana yang lebih penting baginya, mengejar impian pribadi atau menjaga keluarganya sendiri. Menjelang keputusan ini diambil misteri mulai terungkap, dicampur dengan kejadian tak terduga yang mana membuat penonton semakin antusias tentang akhir cerita. Bagaimana film berakhir juga patut diacungi jempol. Keluarga kembali menjadi kunci di mana penulis naskah (Upi Avianto) memilih karakter yang tepat untuk menutup lubang yang ditinggalkan. Tidak menyangka, film mainstream Indonesia bisa melampaui ekspektasi juga ya.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s