Tak Berkategori

WHAT WE SAY – WONDER WOMAN

ww poster

Director: Patty Jenkins

Starring: Gal Gadot, Chris Pine, Connie Nielsen, Robin Wright, David Thewlis, Danny Huston, Ewen Bremmer, Saïd Taghmaoui, Elena Anaya, Lucy Davis

Score: 9/10

Setelah kegagalan film seperti Supergirl (1984), Catwoman (2004) dan Elektra (2005), banyak studio tidak ingin mengeluarkan film superhero yang berpusat pada tokoh wanita. Takut akan kegagalan yang besar adalah faktor utama mengapa Marvel Studios tidak mengeluarkan film stand-alone dari Black Widow, padahal desas-desusnya sudah lama terdengar. Well, but not DC.

DC Studios dan Patty Jenkins sepertinya menyadari bahwa, kesalahan mereka bukan pada pilihan untuk mengangkat wanita sebagai tokoh utama, akan tetapi  pengunaan cerita yang lemah dan tidak masuk akal. Hal ini diperburuk dengan adegan-adegan yang dianggap terlalu seksis dan memperlihatkan wanita sebagai objek seksual, bukan manusia. It’s not as much as they are women superheroes than it is bad casting, writing and directing.

ww 7

They learned from their mistakes and went ahead. Wonder Woman telah dinyatakan oleh kritikus sebagai film superhero paling sukses semenjak rilisnya The Dark Knight Trilogy. Wonder Woman adalah film superheroine pertama dalam sejarah yang disutradarai oleh seorang perempuan.

Film tersebut disambut hangat oleh berbagai kalangan penonton di seluruh dunia sebagai the first, big-budget stand-alone superheroine movie. Film ini juga menjadi pertanda untuk pertama kalinya Wonder Woman diangkat ke layar lebar setelah pertama kali muncul 75 tahun yang lalu.

ww 6

Wonder Woman disajikan dengan banyak adegan action, for what is a superhero movie without action? Akan tetapi, beda dengan dua film DC sebelumnya, Wonder Woman tidak berfokus akan bagaimana ia mencari jati diri sampai ke ujung dunia atau mencoba mati-matian untuk menegakkan keadilan karena kematian seseorang yang dicintai.

Lewat Superman, penonton dipertemukan dengan seorang karakter yang menyamaratakan Bumi sebagai satu kaum yang lemah dan patut diselamatkan. Lewat Batman, penonton dipertemukan dengan seseorang yang bisa dikatakan terobsesi dengan keadilan, hingga memakai segala cara untuk menegakkannya. All of that is great, and it is what heroes do. Tetapi dengan Wonder Woman, penonton dipertemukan pada seseorang yang mempunyai simpati, kemanusiaan, dan emosi yang kemudian tiga karakteristik tersebut muncul sebagai sebuah kekuatan. Hal tersebut membuat Diana (Gadot) menjadi seseorang yang relatable walaupun dia bukan manusia biasa.

ww 5

Mengambil latar waktu Perang Dunia I, film ini menceritakan asal-usul seorang perempuan bernama Diana, yang merupakan putri ratu Amazon bernama Hippolyta serta dewa Zeus, menjadi seorang pahlawan. Cerita diawali dari kehidupan masa mudanya di pulau Themyscera. Betapa ia sangat dilindungi oleh ibunya karena kasih sayang yang berlebih lalu dilanjutkan dengan bagaimana ia bertemu dengan seorang mata-mata sekutu bernama Steve Trevor (Pine) ketika pesawatnya jatuh di Themyscera. Steve akhirnya membawa Diana keluar dari keamanan pulaunya untuk berperang demi umat manusia di Belgia.

ww 3

Fokus film terdapat dalam konflik Diana untuk membantu umat manusia. Konflik ini timbul setelah ia melihat kemampuan manusia untuk menjadi jahat, dan melihat betapa perang telah merenggut banyak kebahagiaan dan meninggalkan orang-orang dalam kesengsaraan. Film juga menceritakan pilihan Diana untuk tetap menyelamatkan umat manusia walaupun dipertemukan oleh kekejian perang. Hal tersebut memperlihatkan perubahan pada Diana, yang awalnya adalah seseorang yang amat sangat lugu, menjadi pahlawan dengan sebuah pandangan tentang dunia. Karakter Diana sepanjang film mengalami perubahan yang drastis. Akan tetapi, hal tersebut tidak menghilangkan semua karakteristik yang awalnya ada.

Wonder Woman juga menyajikan banyak sekali adegan yang mengharukan, adegan-adegan yang belum pernah ada dalam sejarah film superhero, dan juga beberapa adegan humor. Walaupun banyak kekerasan perang, hal tersebut tidak terlalu jelas diperlihatkan sehingga film ini cocok ditonton anak-anak.

ww 1

Wonder Woman memberi nuansa baru dengan tokoh utama wanita yang kuat, kaum Amazonians yang tangguh tetapi juga elegan, the males as a supporting character (now that is what I call a breath of fresh air), diverse set of characters, serta pembawaan tema love conquers all yang berbeda.

Patty Jenkins sukses membawa seorang superheroine yang melampaui harapan banyak orang. Perbedaannya bukan pada gender, tapi  nilai feminisme serta ide-idenya yang diartikulasikan secara jelas.

@abigailjanissa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s