Tak Berkategori

HYPE – 5 Film Jebolan Cannes 2017 yang (Semoga) Rilis di ‘Europe on Screen’ Tahun Depan

cannes

Festival Film Cannes yang ke 70 baru saja berakhir Senin dini hari tadi, 29 Mei 2017. Sejak dibuka pada tanggal 17 Mei, bisa dibilang festival kali ini terlihat berbeda dan spesial. Bukan hanya sebagai penanda 70 tahun eksistensi Cannes, festival juga “dimeriahkan” oleh terobosan baru dan perdebatan-perdebatan seru. Trigger-nya adalah berhasil masuknya dua film Netflix; Okja dan The Meyerowitz Stories, dalam kategori “Competition”. Ketua dewan juri, Pedro Almodovar, sepertinya menepati janji untuk tidak memberikan penghargaan kepada Netflix. Terbukti, baik Okja maupun Meyerowitz pulang dengan tangan hampa walaupun mendapatkan review positif (khusus Okja, film ini sempat mendapat perhatian lebih karena terjadi kesalahan teknis saat pemutarannya berlangsung).

The Beguiled Photocall - 70th Cannes Film Festival, France - 24 May 2017

Kabar gembiranya, beberapa catatan keren juga berhasil dibukukan di pegelaran Cannes 70. Sofia Coppola menjadi sutradara kedua dalam sejarah Cannes yang berhasil menyabet penghargaan “Best Director”. Sofia menang lewat filmnya berjudul The Beguiled, yang dibintangi oleh Nicole Kidman, Elle Fanning, Kirsten Dunst dan Colin Farrell. Khusus untuk Nicole, berkat empat filmnya yang diputar di Cannes tahun ini, dia mendapatkan special award yaitu “70th Anniversary Prize” . Lebih jauh, para talenta Eropa masih digdaya di benuanya. Tujuh dari sepuluh penghargaan diberikan pada sineas Eropa seperti Ruben Ostlund, Robin Campillo, Yorgos Lanthimos dan Andrey Zvyagintsev. Berikut adalah daftar pemenang The 70th Cannes Film Festival:

  • Caméra d’Or (best first feature)

Jeune Femme (Montparnasse-Bienvenüe) (dir: Léonor Serraille)

  • Best Short Film

A Gentle Night (dir: Qiu Yang)

  • Best Screenplay

The Killing of a Sacred Deer (dir: Yorgos Lanthimos)

You Were Never Really Here (dir: Lynne Ramsay)

  • Jury Prize

Loveless (dir: Andrei Zvyagintsev)

  • Best Actress

Diane Kruger, In the Fade (dir: Fatih Akin)

  • Best Actor

Joaquin Phoenix, You Were Never Really Here (dir: Lynne Ramsay)

  • Best Director

Sofia Coppola, The Beguiled

  • Grand Prix

120 Beats per Minute (dir: Robin Campillo)

  • 70th Anniversary Prize

Nicole Kidman

  • Palme d’Or

The Square (dir: Ruben Östlund)

Berhubung di Indonesia ada festival tahunan Europe on Screen, yang selalu memberi kita tontonan film-film Eropa terbaru dan terbaik, tidak ada salahnya memberi sedikit saran untuk memutar beberapa film yang sukses di Cannes tahun ini di EOS 2018 nanti. Setelah memutar beberapa film Cannes 2016 di EOS tahun ini seperti Elle, Toni Erdmann, Julieta dan The Unknown Girl, kami berharap hal ini dapat terjadi berlanjut tahun depan. Berikut adalah lima film yang memancing rasa penasaran tersebut.

square 3

THE SQUARE

Sutradara: Ruben Ostlund

Negara yang memproduksi: Swedia

Prestasi: Palem Emas Festival Film Cannes 2017

Fanticipation:

Sepertinya film-film asal Skandinavia sedang memasuki masa jaya. Setelah A Man Called Ove (2015) masuk nominasi Oscar 2017 di dua kategori sekaligus, kini giliran film Swedia lainnya yang menorehkan prestasi besar. Tidak disangka-sangka, The Square meraih Palem Emas! Ini cukup mengejutkan karena banyak kritikus yang menjagokan Loveless atau 120 BPM yang keluar sebagai juara. Dua film tersebut akhirnya harus puas dengan hadiah Grand Prix (runner-up), dan Jury Prize (peringkat tiga). The Square adalah sebuah satir yang mengeksplorasi kesenian, politik, perdagangan dan identitas bangsa. Ceritanya berfokus pada Christian, seorang kurator sukses di sebuah museum. Ia hidup di tengah-tengah komunitas seni dan menanggapi pekerjaannya dengan serius sampai beberapa hari sebelum pameran dibuka, museumnya dirampok.

square 2

Sutradara Ruben Ostlund saat menerima penghargaan “Palem Emas” – Festival Film Cannes 2017

Salah satu yang menjadi perbincangan dari film ini adalah kemunculan monyet. Ya, yang kami maksud adalah seekor monyet yang muncul secara tiba-tiba, tanpa ada perkenalan terlebih dahulu, di sebuah apartemen dari karakter yang diperankan oleh Elizabeth Moss. Kepada awak media, sutradara Ostlund bilang kalau apapun bisa terjadi di lokasi syuting, termasuk kemunculan monyet. “Saya menyukai monyet. Sepertinya manusia suka melihat mereka karena kita seperti merefleksikan diri ketika melihat monyet. Semua hal harus ada monyet di dalamnya.”

bpm 1

120 BEATS PER MINUTE

Sutradara: Robin Campillo

Negara yang memproduksi: Perancis

Prestasi: Runner-up Festival Film Cannes 2017

Fanticipation:

Camkan kata-kata ini, “no one see this coming”. BPM adalah film yang paling tidak terdengar gaungnya di Cannes 2017. Film ini kalah pamor dibandingkan The Beguiled Sofia Coppola, Happy End Hanneke, atau Wonderstruck Todd Haynes. Meskipun begitu, ini adalah film yang membuat jurnalis menangis. Vulture menulis, biasanya setelah screening usai, para wartawan langsung berkumpul di untuk mengurai apa yang baru saja mereka tonton. Namun, setelah BPM selesai diputar, tidak terdengar suara orang-orang berdiskusi. Yang ada adalah tangisan, dan riuhnya tepuk tangan. BPM memiliki metode penceritaan yang berbeda tentang AIDS. Mereka tidak menjadikan filmnya sesuai dengan selera mainstream, melainkan lebih kepada pendekatan komunitas yang intim.

Sutradara Robin Campillo, dan penulis naskah Philippe Mangeot adalah anggota dari ACT UP (AIDS Coalition to Unleash Power) dua puluh tahun yang lalu. Mereka menulis film ini berdasarkan pengalamannya. Maka, jangan heran kalau BPM terlihat seperti luapan pemikiran dan ekspresi tentang apa yang telah dilihat dan dirasakan selama ini. Lebih jauh, BPM juga merupakan bentuk penghormatan kepada teman-temannya yang berumur pendek dan tidak lagi bersama. Di salah satu wawancaranya, Robin juga bicara blak-blakan kalau Perancis adalah negara yang tidak terlalu baik untuk kaum minoritas. Hal tersebut menjadi masalah utama dalam kasus epidemi AIDS.

loveless

LOVELESS

Sutradara: Andrey Zvyagintsev

Negara yang memproduksi: Rusia

Prestasi: Juara 3 Festival Film Cannnes 2017

Fanticipation:

Tampil di hari kedua festival, Loveless adalah film dari kategori “Competition” pertama yang mendapatkan respon positif luar biasa. Bagaimana tidak, sutradara film ini adalah Andrey Zvyagintsev (semoga tidak salah eja), yang sukses lewat film Leviathan (2014). Flashback sedikit, Leviathan sukses menyabet banyak penghargaan. Beberapa di antaranya adalah “Best Screenplay” di Cannes 2014 dan nominasi “Best Foreign Film” di Oscar 2015.

loveless 2

Sutradara Andrey Zvyagintsev bersama aktor film Loveless; Maryana Spivak & Alexey Rozin

Ada cerita yang menarik di balik pembuatan Loveless. Kepada Variety, Alexander Rodnyansky selaku produser film yang mana juga memproduseri Leviathan, bilang kalau Loveless didanai tanpa bantuan sepeser pun dari pemerintah Rusia. Mengapa? Karena terjadinya permusuhan antara pihak filmmaker dan pemerintah pasca kesuksesan Leviathan. Menteri Kebudayaan Rusia mengatakan bahwa Leviathan telah mengkritik negara secara brutal. Loveless sendiri akan membahas tentang potret masyrakat yang sedang mengalami krisis lewat sebuah drama keluarga yang mengerikan.

sacred 2

KILLING OF A SACRED DEER

Sutradara: Yorgos Lanthimos

Negara yang memproduksi: Irlandia & Inggris

Prestasi: “Best Screenplay” Festival Film Cannes 2017

Fanticipation:

Yorgos Lanthimos adalah salah satu sutradara Eropa terpanas saat ini. Mau bukti? Film sebelumnya yaitu The Lobster berhasil mencuri perhatian di Cannnes 2015. Film ini juga mendapatkan nominasi “Best Original Screenplay” di Oscar 2017 dan show-nya juga selalu sold out di gelaran EOS 2016. Bersama Efthymis Filipppou, mereka berdua adalah duet maut yang menghasilkan cerita-cerita tak terduga. Kini, Yorgos dan Efthymis membuat sajian mengerikan ketika seorang anak membawa ahli bedah ke keluarganya. Banyak yang menulis kalau Killing of A Sacred Deer adalah film yang melebihi batas horor. Sebuah psychological-thriller yang gila dan memiliki semua syarat untuk membuat penonton mendapat pengalaman yang mengerikan.

sacred 1

Di akhir festival, Sacred Deer berhasil mendapatkan penghargaan “Skenario Terbaik”. Ini semakin menguatkan opini bahwa kisah apapun yang dihasilkan duet Yorgos-Efthymis, walaupun terasa absurd dan unik, namun juga sangat berkelas. A24 resmi mengumumkan kalau film ini akan dirilis pada tanggal 3 November di Amerika Serikat. Sebuah langkah yang berani karena selain rilis di masa-masa “Oscar Buzz”, itu berarti Sacred Deer juga akan berhadapan langsung dengan film superhero Marvel, Thor: Ragnarok.

in the fade

IN THE FADE

Sutradara: Fatih Akin

Negara yang memproduksi: Jerman

Prestasi: “Best Actress” – Festival Film Cannes 2017

Fanticipation:

In The Fade bercerita tentang aksi balas dendam seorang wanita bernama Katja Sekerci (Diane Kruger). Katja mendapatkan musibah tak terduga setelah suami dan anak laki-lakinya tewas akibat bom. Ini merupakan film berbahasa Jerman pertama bagi Diane Kruger, dan berkat penampilannya dia langsung diganjar penghargaan “Best Actress”! Dalam speech-nya, Diane mendedikasikan penghargaan ini kepada para korban terorisme, dan mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang telah mendukung perannya di film.

Fatih [Akin], my brother, thank you for taking a chance on me. You gave me strength that I didn’t know I had in me. I cannot accept this award without thinking about anyone who has ever been [impacted] by an act of terrorism, [people who are] trying to pick up the pieces and go on living. Please know that you are not forgotten. Thank you.” – Diane Kruger

cannes 2

Itu tadi lima film yang membuat kami “kepo maksimal” gara-gara prestasi yang mereka raih di Festival Film Cannes 2017. Tentu daftar ini bakal terus bertambah, mengingat masih ada banyak festival dan acara penghargaan bergengsi lain yang akan dilaksanakan. Salah satunya adalah European Film Award (EFA) yang akan digelar di Berlin pada tanggal 9 Desember 2017.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s