Tak Berkategori

WHAT WE SAY – WAR MACHINE

war poster

Director: David Michod

Starring: Brad Pitt, Anthony Haynes, John Magaro, Anthony Michael Hall, Emory Cohen, Topher Grace, Aymen Hamdouchi, RJ Cyler, Will Poulter, Lakeith Stanfield, Ben Kingsley, Meg Tilly

Score: 7/10

Jujur ini adalah kali pertamanya Cinemania ID mengulas film Netflix. Menjadi semacam platform yang sering disebut sebagai “Masa Depan Perfilman”, Netflix sejatinya baru menawarkan cara lain dalam hal distribusi. Namun apa daya, pengaruh Netflix semakin berasa setelah dua film mereka berhasil masuk kategori “Competition” di Cannes 2017. Film-film Netflix memunculkan debat panas. Salah satunya yang terjadi di antara ketua dewan juri Cannes 2017, Pedro Almodovar, dan Will Smith. Berangkat dari sini, Saya mencoba untuk berdamai dengan keadaan dan menonton film produksi Netflix. Kebetulan, War Machine baru saja rilis! Disutradarai oleh David Michod, dibintangi Brad Pitt dan berlatarkan perang namun (sepertinya) terlihat lebih ringan, film ini buat rasa penasaran dengan apa yang sebetulnya mereka bawakan.

War Machine

Ber-setting di Perang Afghanistan, War Machine berasal dari tulisan seorang jurnalis bernama Michael Hastings berjudul “The Operators: The Wild & Terrifying Inside Story of America’s War in Afghanistan”. Film ini bercerita tentang kegigihan seorang jenderal bernama Glen McMahon (Pitt). Glen bisa dibilang yang terbaik di bidangnya, selain juga memiliki prinsip dan karisma yang luar biasa. Dia kemudian dimintai saran tentang apa yang sebaiknya dilakukan Amerika untuk Afghanistan. Pada dasarnya, Glen diperintahkan memimpin penarikan mundur pasukan. Namun apa yang dilakukan Glen? Setelah memantau, ia  justru meminta tambahan kiriman 40.00 tentara. Alasannya adalah untuk membersihkan pasukan Taliban, terutama di kota-kota yang menjadi basis mereka seperti Helmand dan Kandahar.

war 4

Bagaimana cara Glen dan timnya mendapatkan 40.000 tentara menjadi hal yang ingin ditonjolkan War Machine, dan sebenarnya ini cukup menarik. Namun itu semua harus dibayar mahal karena film lebih mengarah pada apa yang terjadi sebelum perang daripada perangnya sendiri. Bisa disimpulkan, kisahnya lebih condong ke drama politik yang cukup rumit karena melibatkan banyak pihak. Meskipun begitu, bukan berarti perjuangan ini tidak seru sama sekali. Ada metode yang tidak terduga, yang digunakan Glen dalam mendapatkan atensi pemerintah Amerika dan dunia. Salah duanya dengan meminta bantuan jurnalis Rolling Stones untuk menulis perjalanan mereka, dan diwawancarai oleh stasiun televisi.

war 1

Brad Pitt memerankan Glen McMahon, yang mana adalah potret dari Jenderal Stanley A. McChrystal. Jenderal McChrystal sendiri adalah tokoh asli dari catatan Michael, yang memimpin tentara Amerika di Afghanistan pada tahun 2009. Karirnya usai setelah dirinya dipecat secara langsung oleh Presiden Obama. Glen sendiri adalah sosok yang sangat karismatik, freak, dan teguh pendirian. Nah, dari ketiga unsur itu, Brad Pitt menjadikan karakter ini sebagai tokoh yang kuat berkat pendiriannya. Dia dihormati berkat idealisme kalau Amerika akan memenangkan perang ini dengan caranya sendiri. Kekuatan Glen juga didukung oleh anggota timnya. Mereka dengan baik meladeni Sang Jenderal dengan ciri khas masing-masing.

war 5

Satu lagi yang membuat War Machine bukan film perang adalah nuansa satir di dalamnya. Film ini menyampiakan banyak kritik yang ada di militer Amerika secara jelas. Seperti yang kita tahu, pemerintah Amerika saat itu sedang menarik mundur pasukannya. Namun di sisi lain, masih ada yang harus dihadapi oleh para prajurit di negara konflik. Selain itu, salah satu anggota tim Glen juga sering menyinggung betapa payah negaranya dalm berperang. Tidak tanggung-tanggung, dia bilang Amerika itu sebenarnya selalu gagal. Kesuraman dari para prajurit juga tidak lupa ditampilkan. Di sini, ada satu scene yang sangat powerful di mana Glen terlibat percakapan dengan seorang prajurit muda. Bocah ini mengutarakan kebingungannya dari apa yang mereka hadapi sekaligus perjuangkan di medan perang.

War Machine

Kisah yang berat ini sayangnya tidak memiliki penawar setimpal. Unsur komedi banyak yang tidak tepat sasaran, bahkan membuat film ini menjadi kehilangan arah. Karakter Glen dengan rambut putih dan punya gaya bicara khas juga tidak membuat War Machine lebih mengasyikkan. Justu malah Glen seperti tokoh kartun yang aneh dan tidak nyata. Tambah lagi, jika dilihat-lihat, penampilan asli Jenderal McChrystal berbeda dengan yang ditunjukkan oleh Brad. Ini semakin menguatkan anggapan penampilan Glen hanya bertujuan untuk menghibur. Presiden Karzai yang diperankan aktor sekelas Ben Kingsley bahkan lebih buruk lagi. Sulit untuk menerima kenyataan bahwa karakter konyol ini adalah seorang pemimpin negara. Sebuah “Senjata Makan Tuan” yang berdampak pada sulitnya penonton mencerna segala kejadian yang ada.

war 6

Di balik semua hit and miss-nya, War Machine tetap karya yang setia untuk mentransfer kesia-sia’an peperangan. Akhir film juga sangat baik Karena memberikan apa yang ditunggu-tunggu sejak lama, dan berakhir realistis. Well, walaupun perangnya sia-sia, setidaknya waktu yang dihabiskan tidak terbuang percuma. Jadi, mana film Netflix berikutnya?

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s