Tak Berkategori

HYPE – Preview PLAZA INDONESIA FILM FESTIVAL: CELEBRATING WOMEN! Rayakan Kekuatan Perempuan dari Berbagai Penjuru Dunia

piff

Jadi begini. Sebenarnya kalau mau rajin cari-cari info, kita bisa menonton film berkualitas secara gratis hampir di sepanjang tahun. Contohnya saja di festival ini. Diselenggarakan persis setelah Europe on Screen, Plaza Indonesia Film Festival kembali hadir untuk kedua kalinya tahun ini. Mengusung tema “Celebrating Women”, PIFF menampilkan kekuatan perempuan dari berbagai negara. Mulai dari Asia hingga Amerika, semua lengkap tersedia. Tandai kalendermu karena festival ini diselenggarakan mulai dari tanggal 17-19 Mei 2017, bertempat di Cinema XXI Plaza Indonesia Lantai 6. Berikut sedikit preview dari tiga film yang diputar di Plaza Indonesia Film Festival kali ini, mulai dari asal negara, sutradara, pemain, prestasi hingga mengapa film ini recommended.

20 2

20th CENTURY WOMEN

Asal: Amerika Serikat

Sutradara: Mike Mills

Pemain: Annette Bening, Greta Gerwig, Elle Fanning, Billy Crudup, Lucas Jade Zumann

Prestasi:

  • Nominasi “Best Film – Musical or Comedy” Golden Globes 2017
  • Nominasi “Best Actress – Musical or Comedy” Golden Globes 2017
  • Nominasi “Best Original Screenplay” The Academy Awards 2017

Fanticipation:

20th Century Woman adalah film drama-komedi yang disutradarai oleh Mike Mills. Film ini unik karena bersifat semi autobiografi. 20th Century Woman diangkat dari masa kecil Mike dan mengambil latar waktu 1970-an. Kepada Vulture, Mike mengaku kalau dirinya menghabiskan waktu selama dua tahun untuk menggali dan mendapatkan karakter yang sesuai untuk film ini. Mike ingin menceritakan sesuatu yang besar, yaitu tentang perjuangan hidup ibunya dalam membesarkan dia yang saat itu masih remaja.

20 1

Sesuai judulnya, tentu ada pertimbangan mengapa Mike memilih periode waktu tertentu. Dia ingin bercerita tentang relasi ajaib antara ibunya dan dirinya. Maka dari itu, diambillah tahun 1979 karena di sana lah ibunya Mike sedang berada di masa paruh baya, sedangkan dirinya masih sangat “punk”.  1979 juga dipilih karena dianggap sebagai akhir sebuah dekade. Cultural stuffs yang ada di masa tersebut menjadi alat bagi Mike untuk menulis dan menghubungkannya dengan tiga karakter utama wanita di film. Bagaimana mereka, yang berasal dari tiga zaman berbeda, memiliki pandangan terhadap sesuatu. Contohnya seperti tentang bagaimana menjadi seorang wanita, apa artinya sebuah perjuangan, apa artinya kebebasan, berdasarkan dari zaman mereka berasal.

20

Annette Bening menjadi daya tarik lainnya dari film ini. Penampilannya sukses memukau penonton dan juri, yang pada akhirnya memasukkan dia sebagai salah satu nominee Golden Globes 2017 kategori “Aktris Terbaik – Musikal atau Komedi”. Namanya juga sempat dijagokan untuk masuk Oscar di tahun yang sama. Sayang, prediksi tersebut tidak terjadi. Meskipun begitu, patut diingat bahwa salah satu penyebab mengapa sebuah film masuk nominasi “Naskah Asli Terbaik” di Oscar adalah berkat para pemerannya. Bagaimana mereka bisa membuat naskah yang ada menjadi begitu hidup dan nyata.

rosa 1

MA’ ROSA

Asal: Filipina

Sutradara: Brillante Mendoza

Pemain: Jaclyn Jose, Julio Diaz, Andi Eigenmann, Felix Roco, Jomari Angeles

Prestasi:

  • Official Selection (competition) Cannes Film Festival 2016
  • “Best Actress” Cannes Film Festival 2016

Fanticipation:

Bertepatan dengan digelarnya Festival Film Cannes 2017, film yang mencuri perhatian para juri di ajang yang sama tahun lalu ini akan turut diputar di Plaza Indonesia Film Festival. Ma’ Rosa saat itu terpilih untuk bersaing memperebutkan “Palem Emas”, hadiah tertinggi di Cannes. Seperti beberapa film lainnya asal Asia Tenggara yang sukses di festival internasional, Ma’ Rosa menampilkan sisi lain dari kehidupan masyarakat di sana. Film ini semakin menarik karena disutradarai oleh Brillante Mendoza, salah satu sutradara paling brilian yang dimiliki Asia. Sudah banyak Film-filmnya yang mendapat pengakuan internasional. Salah satunya adalah “Kinatay”, yang memberinya penghargaan “Sutradara Terbaik” Festival Film Cannes 2009.

rosa 2

Ber-setting di Manila, Ma’ Rosa berfokus pada kisah Rosa Reyes yang memiliki empat orang anak dan sebuah toko di daerah Mandaluyong. Walaupun hidup susah dan tinggal di daerah miskin, Rosa dicintai oleh banyak orang di sana. Untuk memenuhi kebutuhan, Rosa dan suaminya menjual sebuah barang terlarang. Pada suatu hari, mereka pun ditangkap. Polisi yang kotor kemudian memberi Rosa pilihan: dipenjara tanpa jaminan, menyerahkan lebih dari 200.000 peso – sejumlah uang yang tentunya tidak dimiliki Rosa dan keluarga, atau membantu polisi untuk mendapatkan supplier agar mereka mendapatkan jumlah uang yang sama.

rosa 3

Walupun gagal meraih “Palme d’ Or”, Ma’ Rosa mencatat prestasi gemilang lainnya. Film ini menyabet penghargaan “Aktris Terbaik” untuk Jaclyn Jose sebagai Rosa Reyes. Ini merupakan penghargaan Cannes pertama bagi Filipina untuk kategori akting. Tidak menyangka bakal menang, Jaclyn bilang kalau film ini menunjukkan bagaimana kerasnya sebuah keluarga di Filipina untuk dapat bertahan hidup dalam kemiskinan.

Ma’ Rosa adalah sebuah penggambaran yang tepat untuk rakyat Filipina, yang telah memilih Rodrigo Duterte sebagai presiden mereka. Seperti yang kita tahu, Presiden Duterte terkenal brutal terhadap pengedar narkoba. Beliau memberikan banyak janji saat masa kampanye, salah satunya adalah menghapus pengedaran obat-obatan terlarang. Film ini betul-betul menampilkan hal tersebut, namun di sisi lain juga memberikan insight baru tentang bagaimana rasanya menjadi miskin di Filipina. Hal ini kemudian menuntun kita pada korupsi yang terjadi di pemerintahan dan lambatnya keadilan ditegakkan.

lips 1

LIPSTICK UNDER MY BURKHA

Asal: India

Sutradara: Alankrita Shrivastava

Pemain: Konkona Sen Sharma, Ratna Pathak, Aahana Kumra, Plabita Borthakur

Prestasi:

  • “The Spirit Asia” Prize – Tokyo International Film Festival 2016
  • “Best Film on Gender Equality” Mumbai Film Festival 2016

Fanticipation:

Dibanding dua film sebelumnya, Lipstick Under My Burkha adalah yang paling kontroversial. Bagaimana tidak, film ini sempat mendapatkan masalah besar di negaranya sendiri. Dewan sensor India sempat menolak film ini untuk dirilis karena dianggap terlalu “lady oriented”. Selain itu, terdapat pula beberapa adegan seksual, kata-kata kasar, pornografi berbentuk audio dan lain-lain. Berbagai hal ini dinilai sudah menyentuh ranah sensitif dan ditakutkan akan menyinggung kaum muslim India. Menanggapi “pemblokiran” ini, sikap perlawanan muncul baik dari pihak filmmaker maupun Film Certification Apellate Tribunal (FCAT).

lips 2

Ironisnya, Burkha sebelumnya memenangkan penghargaan “Gender Equality” di Mumbai Film Festival. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan, mengingat saat ini memang sulit sekali bagi kita untuk menonton film yang menyajikan point of view dari pihak wanita secara utuh. Burkha adalah drama yang mengeksplorasi kehidupan empat orang wanita di sebuah kota kecil India untuk mendapatkan sedikit kebebasan. Meski terbelenggu, keempat wanita ini menunjukkan keinginan mereka lewat tindakan dan pemberontakan.

lips 3

Kembali ke masalah sensor menyensor, Alankrita menilai kebijakan ini adalah “sebuah serangan terhadap hak-hak perempuan”. Lebih jauh, dia menulis di kolom The Guardian tentang keputusan badan sensor India yang menurutnya keliru. “Dalam industri perfilman India, sangat sulit untuk menggambarkan potret wanita sejati. Di mana mereka ditampilkan secara realistis. Di mana mereka bisa tertawa dan menangis, bisa memiliki keinginan dan impian. Wanita yang berjuang untuk mendapatkan agensi atas kehidupan dan tubuh mereka sendiri”. Pada akhirnya, pihak sensor merilis film ini secara terbatas dan memberinya rating dewasa.

Gimana? Keren-keren kan filmnya? Nyesel deh kalau kelewatan! Buat Kamu yang ingin memesan tiketnya, langsung aja klik http://www.plazaindonesia.com untuk melakukan reservasi. Seluruh pemutaran bersifat GRATIS.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s