Tak Berkategori

WHAT WE SAY – ALIEN COVENANT

alien

Director: Ridley Scott

Starring: Katherine Waterston, Michael Fassbender, Danny McBride, Demian Bichir, Billy Crudup, Carmen Ejogo, Jussie Smollet, Callie Hernandez, Amy Seimetz

Score: 8/10

Ketika luar angkasa dan neraka tidak ada bedanya.

Mengacu pada EMPIRE edisi 332, salah satu motif sutradara Ridley Scott membuat Covenant adalah kritik yang datang, terutama dari fans garis keras Alien. Kembali ke tahun 70-an, ada dua film yang membangun imajinasi kita tentang kehidupan luar angkasa. Pertama adalah Star Wars yang penuh dengan fantasi petualangan, dan yang kedua adalah Alien yang jauh lebih kelam dan kejam. Berbeda dengan Star Wars, Alien mengalami pendalaman yang cukup berasa di film Prometheus (2012). Mereka mulai membahas tentang penciptaan. Sayangnya, Prometheus dianggap melenceng karena kurang menakutkan dan terlalu filosofis. Hardcore fans lebih menginginkan film yang meneror dalam artian yang sesungguhnya. Maka dari itu, Ridley menjadikan Covenant sebagai “a straight-up horror movie”.

alien 4

Sepuluh tahun setelah kejadian Prometheus, sebuah kapal besar yang berisi 15 kru dan ribuan koloni mengalami gangguan. Kapal tersebut ngadat dan membuat seluruh awaknya terbangun lebih cepat dari kapsul hibernasi masing-masing. Setelah diperbaiki, muncul masalah baru. Salah seorang kru mendapatkan semacam transmisi berisi sinyal kehidupan dari planet yang sudah mereka lewatkan. Dengan pertimbangan bahwa jarak planet tersebut lebih dekat dibanding planet yang sebenarnya ingin dituju, plus keinginan beberapa kru yang tidak ingin kembali hibernasi, mau tidak mau Covenant mencari tahu asal-usul pesan ini.

alien 3

Setelah mendarat di planet tujuan, sebagian besar kru turun dari kapal untuk melakukan ekspedisi. Mereka ingin mencari dari mana dan oleh siapa pesan itu dikirim, sambil mengamati apakah planet ini layak huni. Well, mereka mendapatkan jawaban positif untuk pertanyaan pertama, tapi berbalik 180 derajat untuk yang kedua. Dua orang terinfeksi dan dari dalam tubuhnya keluar sesosok makhluk yang mematikan. Mulai dari sini, para awak Covenant menyesal karena mereka telah salah memilih. Mereka tidak seharusnya kemari karena sama saja dengan memilih untuk mati.

alien 1

Menarik untuk melihat para kru Covenant karena banyak dari mereka yang sudah menikah. Mereka akan mengembangkan koloni manusia di planet baru, jadi jangan heran kalau terdapat banyak pasangan. Kapten Branson (James Franco) diceritakan menikah dengan lead female film ini yaitu Daniels (Waterston). Wakil Kapten Oram (Crudup) dengan Karine (Ejogo) yang juga seorang biologist. Pilot utama Tennesee (McBride) dipasangkan dengan sesama pilot yaitu Faris (Seimetz). Upworth (Hernandez), kepala bagian komunikasi dengan Ricks (Smollet), dan yang terakhir pasangan sesama jenis yaitu Sersan Lope (Bichir) dan Hallet (Dean). Relationship antar awak kapal menambah porsi drama. Film juga menjadi lebih dalam karena setiap karakter punya motivasi tersendiri. Mereka tidak ingin hal buruk terjadi, apalagi jika menimpa pasangannya.

daniels

Katherine Waterston terlihat solid sebagai Daniels. Berbeda dengan penampilannya di Fantastic Beasts and Where to Find Them, di sini Katherine terlihat jauh lebih berani dan tentunya, badass. Daniels adalah wanita yang punya jiwa pemimpin. Namun, dia bukanlah pemimpin utama. Maka dari itu, peran Daniels dalam tim sengaja dibuat tidak terlalu kuat di awal, namun semakin berkembang menjelang akhir. Tujuan Daniels sangat jelas, yaitu ingin misi ini berhasil dengan cara paling aman demi selamatnya kru dan koloni. Sifat sharp tersebut sukses dibawakan oleh Katherine secara konsisten.

walter

Satu lagi karakter yang penting adalah sepasang droids yaitu Walter dan David. Michael Fassbender luar biasa dalam memerankan mereka berdua. Dia bisa membuat Walter dan David menjadi dua masterpiece berbeda, dan penonton bisa memahami di mana letak perbedaannya. Dualisme David dan Walter berbuntut panjang. Sayangnya, ini membuat akhir film menjadi tertebak. Twist yang ada bisa diterka karena perbedaan yang sedikit menonjol dari dua karakter tersebut. Agak disayangkan mengingat plot utamanya sudah lumayan klise.

alien 2

Untungnya plot klise ini tertutupi oleh teror yang benar-benar sadis di samping menyambung apa yang telah dilakukan Prometheus sebelumnya. Untuk unsur terornya, jangan ditanya. Covenant adalah film yang memiliki tone gelap dari awal, dan ini menjadi set-up yang sempurna untuk sebuah kegilaan tiada tara. Penuansaan yang intimidatif didukung pula oleh scoring dari Jed Kurzel. Banyak kru yang mati karena menjadi inang dari alien yang keluar dari tubuh mereka. Feel dari film Alien pertama tahun 1979 dimanfaatkan dengan baik di sini karena kamera menyorot dari dekat dan jelas bagaimana si alien mencabik-cabik tubuh manusia tanpa kompromi. Metode-metode lama ini sukses memaksa berdoa agar darah tidak muncrat dan menodai baju kita.

alien 5

Misteri yang ada di Prometheus juga dibahas di sini. Covenant berhasil menjawab pertanyaan, terutama untuk karakter David. Namun, keputusan Ridley untuk “kembali” harus dibayar mahal. Isu yang menjadi ide besar Prometheus yaitu tentang The Engineers tidak terlalu banyak disinggung. Talenta Xenomorph juga tidak dimanfaatkan secara maksimal. Dia kembali menjadi final boss biasa, yang sulit dilawan, tapi akhirnya kalah juga tanpa menyisakan sesuatu. Covenant bertugas untuk menghubungkan film-film Alien tanpa melanjutkan apa yang telah dibangun Prometheus.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s