Tak Berkategori

WHAT WE SAY – FREE FIRE

MV5BM2FiMDI4ZDEtNDc1Ni00ZWUzLTlhZTUtZWE5NzQ5OTUzMmRkXkEyXkFqcGdeQXVyMTk1MDM0OTc@._V1_SY1000_CR0,0,1333,1000_AL_

Director: Ben Wheatley

Starring: Brie Larson, Cillian Murphy, Sharlto Copley, Sam Riley, Michael Smiley, Babou Ceesay, Jack Reynor

Score: 7.6/10

When overyone’s got a gun, no one’s in control.

Bayangkan dirimu berada dalam satu ruangan di mana Kamu terlibat dalam baku tembak dan tidak ada yang membiarkanmu keluar. Suasananya pasti mencekam, bukan? Namun, dalam film Free Fire, Kamu merasakan suasana yang berubah secara bergantian antara mencekam dan kegilaan untuk melukai. Keputusasaan akibat terjebak dalam ruangan penuh tembakan peluru, baik yang nyasar maupun tepat sasaran, membuat kesepuluh karakter di sini mau tidak mau harus menjadi pembunuh, atau mereka yang dibunuh!

Awal mula dari kekacauan ini adalah transaksi jual beli senjata antara seorang pembeli senjata dari Irlandia, Chris (Murphy) dan penjual senjata dari Afrika Selatan, Vernon (Copley). Pertemuan mereka diatur oleh seorang wanita bisnis misterius bernama Justine (Larson) bersama Frank (Smiley) dengan bodyguard Vernon sekaligus rekan Justine bernama Ord (Hammer). Diawali dengan santun, transaksi pasar gelap ini jadi berlanjut rusuh ketika anak buah dari kedua belah pihak ternyata telah terlibat pertarungan di sebuah klub malam sebelum melakukan transaksi ini. Ditambah lagi, hal tidak terduga seperti pengkhianatan lainnya, membuat film ini sungguh ramai.

Seluruh karakter yang kuat dan flamboyan dalam film membuat Free Fire sangat menarik untuk diikuti dari awal hingga akhir. Dari pihak penjual, ada Vernon, Ord, Martin, Harry, dan Gordon. Sementara itu, dari pihak pembeli ada Chris, Stevo, Frank, dan Bernie. Sementara satu-satunya wanita dalam film, yakni Justine bertindak sebagai perantara yang tidak berpihak. Sharlto Copley berhasil menampilkan Vernon sebagai bos penjual senjata yang angkuh dan licik. Ord, seorang bodyguard cerdas dan pandai berkelakar. Harry yang psikopat, juga Gordon yang kejam dan menyerang diam-diam. Sementara itu di pihak seberang, Chris adalah seorang yang santai, namun serius. Stevo seperti anak kecil yang suka berbuat onar. Frank, seorang tua yang bijak, dan Bernie yang cengeng dan hanya bisa bersembunyi. Dengan naskah yang diramu sedemikian baiknya, tingkah laku dan lontaran-lontaran kalimat para aktor yang cemerlang ini sangat membuat kita tergelitik di sepanjang film!

Layaknya sebuah film ber-rating R lainnya, Free Fire tidak cocok ditonton oleh orang di bawah umur. Tidak hanya penuh dengan umpatan kasar, tetapi juga penuh dengan kesadisan. Kamu akan menyaksikan banyak adegan-adegan yang membuat ngilu. Banyak peluru yang bersarang di tubuh, kulit yang hangus terbakar, luka yang dijahit sendiri, pokoknya, berdarah-darah deh!

Meskipun menonton film ini merupakan pengalaman yang menyenangkan, sayangnya, Free Fire tidak tepat sasaran. Film ini mengesampingkan realisme dan cenderung komikal. Sedikit hal janggal dari film ini yakni, para karakter seakan tidak ingin berpindah dari gudang kosong itu, melainkan menikmati ketidakberdayaan akan terjebak di tempat berbahaya dengan saling menghina satu sama lain. Mereka melakukan ini semua sambil berusaha menjadi the last man standing. Kemudian, para karakter yang telah muak dengan situasi tersebut menjadi lupa yang mana kawan dan lawan. Alhasil mereka menembak siapapun, menjadikan nyawa seperti sebuah permainan. Sebuah pertunjukan baku tembak yang kocak. 🙂

@mutshiaa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s