Tak Berkategori

HYPE – Film-film yang Paling Diantisipasi di EUROPE ON SCREEN Tahun Ini

Setelah mengumumkan line-up nya secara resmi, bisa dibilang gaung Europe on Screen mulai terdengar lagi untuk tahun ini. Banyaknya film-film baru Eropa berkualitas yang rilis, bikin masyarakat tidak sabar untuk segera melihat jadwal lengkap, dan meluangkan waktu sesegera mungkin. Berdasarkan pantauan Kami, hal ini membuat panitia kalang kabut karena laman resmi EoS sempat mengalami sedikit gangguan. Well, bukan tidak mungkin, target sekitar 22 ribu penonton bisa tercapai (bahkan terlampaui) jika melihat animo yang begitu besar seperti ini.

Sedikit memudahkanmu, Cinemania ID mencoba untuk membantu dengan menulis sesuatu yang aslinya bukan hal baru: membuat list film-film apa saja yang masuk daftar tonton pertama. Memang ini sudah dilakukan dari dulu, namun tidak ada salahnya kan? Toh, line-up kali ini lebih keren daripada yang sebelumnya. Berikut adalah tujuh film pilihan kami yang paling diantisipasi di Europe on Screen tahun ini. Perlu dicatat, seluruh jadwal ditulis hanya untuk pemutaran di Jakarta saja.

A MAN CALLED OVE

Negara: Swedia

Seksi: Xtra Section

Sutradara: Hannes Holm

Pemain: Rolf Rasgard, Bahar Pars, Filip Berg

Prestasi:

  • Nominasi “Best Foreign Film” dan “Makeup and Hairstyling” the Oscars 2017
  • “Best Comedy” European Film Awards 2016

Plot:

Ove (59 tahun) adalah seorang pensiunan yang pemarah. Tidak hanya itu, Ove juga menjalani nilai-nilai dan prinsip hidup yang sangat kaku. Sehari-hari ia terus mengawasi peraturan dan tata tertib lingkungan rumahnya, yang mana membuat dia terlihat seperti orang gila. Tidak ada satu warga pun yang peduli dengan aturan tersebut. Ove, yang merasa terasing dan menderita, kemudian mencoba untuk bunuh diri. Lucunya, rencana tersebut gak pernah berhasil gara-gara dia selalu “diganggu” oleh tetangga barunya; Parvaneh yang sedang hamil, beserta suami dan kedua anak mereka.

Fanticipation:

Film ini merupakan sebuah kisah yang tak terduga tentang memahami arti bahagia dan duka. Ove mendapatkan semangat persahabatan yang baru, dan hal tersebut muncul secara tidak terduga dari tetangga-tetangganya. Lebih jauh, A Man Called Ove mengingatkan bagaimana kesan pertama bisa mengecoh dan bagaimana hidup akan terasa lebih manis kalau dijalankan bersama-sama. A sweet, funny movie with a very big heart. Maybe, it’s too big. :’)

Jadwal:

  • 6 Mei – 19:30 – Erasmus Huis
  • 12 Mei – 19:30 – GoetheHaus

ELLE

Negara: Perancis

Seksi: Xtra Section

Sutradara: Paul Verhoeven

Pemain: Isabelle Huppert, Laurent Lafitte, Anne Consigny

Prestasi:

  • “Best Actress” Golden Globes 2017
  • Nominasi “Best Actress” the Oscars 2017

Plot:

Michele terlihat seperti wanita tangguh yang tidak terkalahkan. Ia adalah pemimpin dari sebuah perusahaan video game ternama. Ia juga menerapkan aturan kejam untuk kehidupan bisnis, bahkan percintaannya. Suatu hari, Michele diserang oleh orang tak dikenal, dan ini kehidupan Michele berubah total. Ketika akhirnya ia berhasil menemukan orang tersebut, mereka kemudian masuk ke dalam sebuah permainan yang menarik dan menegangkan. Permainan yang, mungkin, dapat lepas kendali setiap saat.

Fanticipation:

Gak bisa disangkal, nama Isabelle Huppert jadi “jualan utama” film ini. Bagaimana tidak? Lewat Elle, Isabelle mendapatkan segalanya; Golden Globes dan Oscars. Bahkan, di Oscars ia menyingkirkan seorang Amy Adams, yang saat itu menjadi kandidat kuat berkat penampilannya di film Arrival. Elle juga membawa statement yang kuat. Kepada kanal Guardian, Isabelle mengungkapkan kalau karakternya adalah sosok manusia komplit. Michele tidak hanya diperkosa dan terkonfrontasi oleh perbuatan itu. Dia juga harus menjadi seorang ibu, anak dari seorang ibu yang gila, ex-wife, boss. She is defined in so many ways. She is not only defined by rape and the rapist. She is new. A post-feminist heroine.

Jadwal:

  • 7 Mei – 19:30 – GoetheHaus
  • 12 Mei – 19: 00 – Institut Francais

TONI ERDMANN

Negara: Jerman

Seksi: Xtra Section

Sutradara: Maren Ade

Pemain: Sandra Huller, Peter Simonischek, Michael Wittenborn

Prestasi:

  • “Best Film” European Film Awards 2016
  • Nominasi “Best Foreign Language Film” the Oscars 2017

Plot:

Winfried sangat jarang bertemu dengan putrinya, Ines, yang bekerja di luar kota. Ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Ines ke Bucharest, tempat di mana anaknya itu bekerja sebagai seorang pakar strategi perusahaan. Anyway, Winfried yang seorang pensiunan guru musik, sangat gemar membuat lelucon. Tidak jarang, guyonan-guyonan noraknya ini mengganggu Ines dan akhirnya membuat Ines meminta Winfried kembali ke Jerman. Kocaknya, Winfired tiba-tiba muncul kembali dan mengaku sebagai “Toni Erdmann”, life coach yang diutus oleh atasannya Ines!

Fanticipation:

Cerita yang keren dan dekat dengan keseharian generasi muda yang saat ini mulai sibuk sama hidupnya sendiri. Dengan semua kegilaan yang terjadi antara dua karakter utamanya, Ines perlahan sadar. Ia bisa melihat bahwa walaupun ayahnya ini eksentrik abis, dia sepantasnya mendapat tempat dan perhatian dalam hidupnya. Kesuksesan Toni Erdmann meluas hingga benua seberang. Hollywood sudah ketok palu untuk me-remake film ini dengan Jack Nicholson dan Kristen Wiig sebagai dua aktor utamanya. FYI, ini jadi film pertama Jack Nicholson (80) sejak tahun 2010! Variety menulis kalau Jack merupakan fans berat versi orisinil film ini, dan dia sendiri yang megajukan ide remake ke bos Paramount Pictures, Brad Grey.

Jadwal:

  • 6 Mei – 19:30 – GoetheHaus
  • 10 Mei – 19:30 – Erasmus Huis
  • 13 Mei – 19:30 – Kineforum

FIRE AT SEA

Negara: Italia

Seksi: Docu Section

Sutradara: Gianfranco Rossi

Pemain: Samuele Pucillo, Samuele Caruana, Giuseppe Fragapane

Prerstasi:

  • “Golden Bear” Berlinale 2016
  • Nominasi “Best Documentary” the Oscars 2017

Plot:

Pulau Lampedusa di Laut Mediterrania terletak kira-kira 240 kilometer selatan dari Sisilia. Di sana, pengungsi Afrika dan Timur Tengah berkumpul dengan harapan bisa menciptakan kehidupan baru di Eropa.

Fanticipation:

Setelah tinggal berbulan-bulan di Lampedusa, sutradara Gianfranco Rossi sukses menampilkan sejarah, budaya dan kehidupan penduduk pulau dengan baik. Fokus film ini terletak di seorang anak berusia dua belas tahun bernama Samuele. Dia menjadi sentral dari sebuah kisah yang liris, puitis dan memiliki pengaruh kuat terhadap realita dunia yang mengenaskan. Fire at Sea juga sangat mewakili salah satu esensi utama yang coba dibawa oleh EoS tahun ini, yaitu tentang para refugees. Bukan tanpa alasan, topik ini sedang hangat-hangatnya di Eropa dan dengan adanya film ini, penonton dirahapkan bisa melihat keragaman perspektif dari para sineas Benua Biru dalam menyikapi fenomena tersebut.

Jadwal:

  • 6 Mei – 12:00 – Erasmus Huis
  • 11 Mei – 17:00 – Kineforum
  • 13 Mei – 12:00 – GoetheHaus

MY LIFE AS A ZUCCHINI

Negara: Swiss

Seksi: Open Air Screening

Sutradara: Claude Barras

Pemain: Gaspard Schlatter, Sixtine Murat, Paulin Jaccoud

Prestasi:

  • Nominasi “Best Motion Picture – Animated” Golden Globes 2017
  • Nominasi “Animated Feautre Film” the Oscars 2017

Plot:

Ketika ibunya tiba-tiba meninggal, seorang bocah berusia sembilan tahun yang akrab disapa Courgette atau Zucchini merasa kalau dia pasti akan kesepian. Dia akan hidup sendirian di dunia ini. Namun, Zucchini kemudian menjalin pertemanan dengan seorang polisi bernama Raymond. Pria inilah yang kemudian menemanianya ke rumah asuh baru yang penuh dengan anak seusianya.

Fanticipation:

My Life as A Zucchini menjadi kandidat kuat Oscar 2017 karena film ini juga didaftarkan sebagai perwakilan Swiss untuk kategori “Best Foreign Film” saat itu. By the way, ada hal baru nih yang coba ditawarkan oleh sutradara Claude Barras. Kepada The Hollywood Reporter, Claude bilang kalau dia ingin menampilkan imej panti asuhan yang berbeda. “Film sering menggambarkan tempat ini sebagai sesuatu yang gelap, dan muram. Aku ingin menunjukkan panti asuhan yang melindungi anak-anak, bukan yang menyiksa mereka”, ungkapnya. Lebih jauh, Zucchini merupakan sebuah penghormatan untuk anak-anak yang terabaikan dan teraniaya, yang mana mereka terus melakukan yang terbaik walaupun dengan banyaknya luka yang ada.

Jadwal:

  • 6 Mei – 18:30 – Erasmus Huis Open Air
  • 9 Mei – 18:30 – Gandaria City Mall
  • 11 Mei – 18:30 – Bintaro Xchange

JULIETA

Negara: Spanyol

Seksi: Xtra Section

Sutradara: Pedro Almodovar

Pemain: Emma Suarez, Adriana Ugarte, Daniel Grao

Prestasi:

  • “Best International Film” San Diego Film Festival 2016
  • Nominasi “Palme d’Or” Cannes Film Festival 2016

Plot:

Julieta mendapat kabar kalau Anita, putrinya yang sudah lama hilang, telah muncul kembali. Julieta terpaksa merenungkan masa lalunya; dari saat ia bertemu suaminya, sampai pada kecelakaan yang merenggut nyawa suaminya dan meninggalkan Julieta dan Anita dalam suasana berkabung dalam sunyi masing-masing. Saat Anita berumur 18 tahun, ia meninggalkan ibunya tanpa penjelasan. Julieta mencoba mencari anaknya dan menyadari betapa dia tidak mengenal putrinya sendiri.

Fanticipation:

Film ini memberi penontonnya sebauh makna penting kalau terkadang, kesedihan itu bukannya membuat orang semakin dekat, malah justru membuat orang semakin jauh. Bersyukurlah karena Pedro Almodovar adalah salah satu sutradara ternama Eropa yang karyanya bisa disaksikan di festival tahun ini. Apalagi, fakta menunjukkan kalau dia sedang menjabat sebagai ketua juri di Cannes. Sungguh momen yang tepat untuk menonton karya terbaru darinya, yang biasanya disebut sebagai “Almodovarian Drama”. Sebuah karya yang berkomitmen unuk menjelajahi kisah wanita. Atau lebih dalam lagi, penderitaan wanita.

Jadwal:

  • 8 Mei – 19:00 – Institut Francais
  • 11 Mei – 19:30 – GoetheHaus
  • 14 Mei – 17:00 – Kineforum

SON OF SAUL

Negara: Hungaria

Seksi: Discovery

Sutradara: Laszlo Nemes

Pemain: Geza Rohrig, Lavente Molnar, Urs Rechn

Prestasi:

  • “Best Foreign Language Film” the Oscars 2016
  • “Grand Jury Prize” Cannes Film Festival 2015

Plot:

Oktober 1944, Auschwitz-Birkenau, dua hari dalam kehidupan Saul Auslander, tawanan Yahudi-Hungaria yang bekerja sebagai anggota unit Sonderkommando. Kelompok ini dipaksa bekerja untuk membuat senjata pemusnah secara besar-besaran. Sementara bekerja di salah satu krematorium, Saul menemukan jenasah anak laki-laki, yang mana sudah dianggap sebagai anaknya sendiri. Ketika anggota Sonderkommando merencanakan pemberontakan, Saul memutuskan untk melakukan tugas yang mustahil: menyelamatkan jasad tersebut untuk dikremasi, menemukan seorang Rabi untuk berdo’a a la orang Kurdi dan memberikan pemakaman yang layak untuk anak itu.

Fanticipation:

Jujur, awalnya saya sangat berharap film ini tayang di Europe on Screen tahun lalu. Namun sayangnya, keinginan itu tidak terjadi. Namun, gak ada bedanya juga sih menyaksikan film ini di pegelaran tahun lalu atau tahun ini karena Son of Saul adalah film tersukses Eropa dalam beberapa tahun ke belakang. Sejak pertama kali terdengar buzz-nya di Cannes 2015, Son of Saul terus beranjak naik. Masuk dari festival satu ke festival lain, mendapatkan penghargaan demi penghargaan, dianugerahi review positif di situs dan majalah film besar. Son of Saul mendapat banyak pujian hangat berkat cara mereka menafsirkan sesuatu hal yang sebetulnya sudah sering dibahas, yaitu tentang Holocaust, dan kita tentu sudah tidak sabar untuk menyaksikan itu.

Jadwal:

  • 7 Mei – 14:30 – Erasmus Huis
  • 10 Mei – 16:00 – SAE Institute
  • 13 Mei – 14:00 – Institut Francais

Itu tadi daftar “Magnificent Seven” kami di Europe on Screen 2017. Tentu ini hanya sekedar daftar. Masih ada sekitar 60 lebih film lagi yang bisa ditonton bersama dan dirasa perbedaannya. Makanya, jangan ragu untuk datang, ajak teman dan keluarga nonton bersama dan share pengalaman atau insight baru apa yang Kamu dapat dari sana. Festival ini akan berlangsung pada tanggal 5 – 14 Mei 2017. Semua pemutaran dan event yang ada bersifat GRATIS! 🙂

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s