Tak Berkategori

WHAT WE SAY – SMURFS: THE LOST VILLAGE

Director: Kelly Asbury

Starring: Demi Lovato, Joe Manganiello, Jack McBrayer, Danny Pudi, Mandy Patinkin, Rainn Wilson, Ariel Winter, Michelle Rodriguez, Ellie Kemper, Meghan Trainor, Julia Roberts

Score: 7.3/10

Petualangan kali ini dibuat berbeda dari film sebelumnya, yaitu dengan format full animasi. Selain itu, film ini juga memperkenalkan adanya smurf lain di luar ‘Smurf Village’, yang mereka sebut dengan ‘The Lost Village’.

smurfs 1

Smurfs: The Lost Village dimulai dengan kegalauan Smurfette (Lovato) akan jati dirinya. Selain karena dia smurf perempuan satu-satunya di Smurf Village, nama yang dia miliki tidak menujukan apa pun mengenai persona yang dimilikinya. Sebagai contoh, sebut saja Clumsy si ceroboh (McBrayer), Brainy (Pudi) yang pintar, Hefty (Manganiello) yang kuat dan lain-lain. Situasi ini bikin Smurfette selalu merasa dirinya sebagai outsider. Apalagi, dia juga merasa bukan smurf sejati karena dibuat oleh Gargamel (Wilson) dari tanah liat. Dalam kegalauan itu, tanpa sengaja ia bertemu dengan sesosok asing yang menggunakan topeng. Smurfette berpendapat bahwa ada smurf lain di luar Smurf Village. Smurfette juga menemukan sebuah peta menuju forbidden forest dan untuk membuktikan keberadaan adanya kaum smurf lain, Smurfette dan ketiga temannya – Hefty, Clumsy dan Brain – berpetualang ke hutan terlarang tersebut.

smurfs 5

Forbidden forest ternyata menyimpan banyak kejutan dan tentu saja berbeda dari hutan yang selama ini mereka tau. Banyak terdapat hewan dan tumbuhan unik di sana, seperti dragonfly yang mengeluarkan nafas api, kelinci yang dapat menyala dalam gelap dan sungai yang melawan gravitasi. Namun, perjalanan mereka terganggu dengan adanya gargamel, penyihir jahat yang berambisi untuk menangkap smurf demi kepentingan pribadinya.

smurfs 3

Pada akhirnya, Smurfette dkk sampai di The Lost Village. Tidak hanya itu, mereka menemukan fakta mencengangkan bahwa desa yang hilang ini dihuni oleh smurf perempuan, yang dipmpin oleh Smurfwillow (Roberts). Selain karena dihuni oleh smurf perempuan, nama yang dimiliki mereka pun berbeda dari nama-nama smurf yang berada di Smurf Village. Ketika nama-nama di Smurf Village berdasarkan persona atau apa yang mereka lakukan, smurf di desa yang hilang memiliki nama berdasarkan alam. “They are not expected to do one thing and specialize – they can do many things, try different things,” ungkap sutradara Kelly Asbury. Nama-nama tersebut membuat mereka terkesan lebih kuat dan multitalenta. Smurfette kemudian merasa senang karena merasa tidak sendirian lagi. Di desa yang hilang atau yang disebut dengan Smurfy Grove, Smurfette merasa seperti di rumah dan dapat mempelajari banyak hal.

smurfs 4

Smurfs: the Lost Village memiliki lagu tema yang cukup bagus. Namun, lagu-lagu yang dihadirkan dalam film tersebut bukanlah lagu-lagu yang dapat tengiang-ngiang setelah filmnya usai. Meghan Trainor mengisi soundtrack dengan judul ‘I’m a Lady’ dengan tema girl power. Lagu tersebut cukup mencerminkan kisah feminisme yang dihadirkan oleh film ini. Namun, lagu tersebut lebih berkesan dewasa apabila dibanding dengan lagu ‘Better When I’m Dancin’ yang mengisi soundtrack The Peanuts Movie. Hal yang menarik lainnya adalah dari segi animasi. Forbidden Forest memiliki berbagai macam hewan dan tumbuhan yang unik. Hewan dan tumbuhan yang unik tersebut dikembangkan secara imajinatif namun masih memiliki sisi naturalnya.

smurfs 2

Petualangan kali ini cocok banget buat Kamu tonton bersama keluarga. Gak hanya menghibur, film tersebut juga mengajarkan untuk tidak melabelkan karakteristik atau sifat tertentu kepada diri sendiri maupun orang lain karena tiap orang adalah unik dan mampu mengembangkan segala kemampuan yang mereka inginkan. Selain isu labelling, film ini juga dibumbui dengan isu hangat lainnya seperti feminisme. Apabila dilihat kembali, karakter perempuan terlihat begitu kuat, multitalenta, serta mampu mengandalkan kerja sama dalam melawan musuh dan melindungi desa mereka. Hal tersebut berbeda dibandingkan dengan smurf lelaki yang digambarkan lebih sederhana dan bisa dibilang tidak multitalenta.

@maria.julita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s