Tak Berkategori

WHAT WE SAY – LIFE

lifeposter

Director: Daniel Espinosa

Starring: Jake Gyllenhaal , Rebecca Ferguson, Ryan Reynolds, Hiroyuki Sanada, Olga Dihovichnaya, Ariyon Bakare

Score: 7.8/10

Pertama kali Saya melihat posternya adalah di sebuah tempat yang sama sekali tidak terduga sebelumnya: Stasiun Kereta Universitas Indonesia. Di saat poster film-film lain mengisi stasiun besar macam Sudirman, Life malah nyangsang di sana. Menurutmu, apa motifnya kira-kira? Apakah karena Life secara eksplisit ingin mengincar para mahasiswa dengan daya tarik ketiga aktor utama? Well, bisa jadi. Karena tidak bisa dipungkiri, trio Ryan Reynolds – Jake Gyllenhaal – Rebecca Ferguson adalah komposisi yang cukup ampuh untuk memancing daya tarik bagi anak muda, sekaligus menutupi kekurangan dalam segi cerita.

life3

Film ini mengisahkan tentang sekelompok astronot multinasional yang ditugaskan untuk meneliti sample berisi makhluk luar angkasa. Penelitian ini sangat penting karena mereka harus menemukan bukti pertama yang nyata kalau makhluk hidup di luar Bumi benar-benar ada. Keenam astronot ini adalah Kapten Kat (Dihovichnaya), Sho Kendo (Sanada), Miranda North (Ferguson), Hugh Denry (Bakare), Rory Adams (Reynolds) dan David Jordan (Gyllenhaal). Sayangnya, riset ini berujung pada malapetaka. Organisme yang mereka teliti ternyata jauh lebih pintar, kuat dan berbahaya dari yang diduga. Para astronot kemudian harus bertahan di dalam kapal, sementara makhuk ini bergerak bebas dari satu sisi ke sisi yang lain.

life 2

Life akan mengajak kita melihat isi kapal mereka dari detik pertama, sambil memperkenalkan setiap awaknya. Bagaimana cara menyusuri lorong demi lorong cukup mengasyikkan karena sensasi zero gravity yang terus memandu tanpa henti. Cara ini mengingatkan pada film Gravity (2013), hanya saja sejauh ini semuanya masih berjalan aman terkendali. Kepada Collider, Ryan Reynolds dan Jake Gyllenhaal bilang kalau ini jadi salah satu pengalaman seru dan mengesankan. Mereka memaklumi tingkat kesulitan ini, namun tahukah Kamu, akan lebih sulit lagi bagi teman-teman stunts yang bertugas untuk memastikan para astronot melayang dengan sempurna. “Butuh empat sampai lima orang untuk memegangi dan menuntunmu ke manapun kamu pergi”, ungkap Ryan. “That was a real magic show. When we look above, it’s an incredible stunt performers”.

ryan

Anyway, sambil menunggu hasil dari lab, Life memanfaatkan waktu dengan menggali setiap karakter lebih dalam lagi. Kita punya kesempatan yang cukup untuk mengenal lebih dekat beberapa astronot. Dari mana mereka berasal, relasi yang terjalin, hingga motivasi mereka untuk bekerja. David Jordan adalah karakter yang paling menyita perhatian. Walaupun terlihat kalem, aslinya David adalah orang yang sangat mencintai pekerjaannya. Lebih dari itu, dia juga sedang dalam perjalanannya sebagai astronot terlama yang pernah berada di luar angkasa. Semangat dan kegigihannya membuat David lambat laun terlihat menonjol dengan sendirinya.

life 4

Intense adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan teror setelah Calvin lepas kendali. Kematian demi kematian diperlihatkan dengan cara yang halus, namun tetap menyayat hati. Tapi, yang lebih menakutkan adalah fakta kalau dia berkeliaran dengan enaknya, dan ini membuat keadaan semakin tidak terkontrol lagi. Penonton terpaksa menebak siapa yang bakal tewas berikutnya karena makhluk ini memang suka cari gara-gara dan bebas untuk  menjatuhkan siapa saja. Ketidaknyamanan ini semakin menggila dengan scoring yang membahana. Adegan demi adegan tidak lepas dari musik latar yang bikin tahan nafas! Jadi waktu semuanya sudah H2C, dan jantungnya sudah kembang-kempis, BAM! Tiba-tiba si alien muncul entah dari mana.

life 1

Kalau dilihat dari sisi entertainment, jelas film ini menawarkan sesuatu dengan caranya sendiri. Sayangnya, Life tidak memberikan hal yang sama jika dilihat dari ide cerita. Sudah banyak film yang mengangkat tema serupa dan perjuangan Pilgrim 7 hanya terlihat seperti sebuah penghormatan terhadap film-film sci-fi sebelumnya. Tidak salah kalau menganggap karya ini sebagai hasil kawin silang antara Gravity dan Alien, karena sepertinya memang itu salah satu tujuan film ini dibuat. Tidak lebih. Kehidupan di luar sana memang masih misteri dan hingga sekarang terus dipelajari. Bahkan, saking “kepo”-nya, muncul gagasan membuat koloni sendiri. Life memang sesuai dengan isu tersebut, namun tidak ada sumbangsih berarti.

jake

Bagaimana sutradara Espinosa mengakhiri semuanya juga terprediksi dan klise. Seperti biasa, sisa protagonis yang ada harus membuat keputusan heroik nan gila. Tujuannya pun jelas, agar Calvin tidak mencapai Bumi. Akhir seperti ini memang terbaik, tapi caranya dibikin kurang asyik. Alih-alih memunculkan plot twist, yang ada malah senjata makan tuan. Sebuah zonk yang cukup mengecewakan. Tapi setidaknya… lumayan lah untuk pemanasan sebelum melihat kekacauan sesungguhnya kurang dari dua bulan ke depan.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s