Tak Berkategori

WHAT WE SAY – KONG: SKULL ISLAND

kong poster

Director: Jordan Vogt-Roberts

Starring: Tom Hiddleston, Brie Larson, John Goodman, Samuel L. Jackson, John C. Reily, Corey Hawkins, Tian Jing, Toby Kebell, Thomas Mann, Jason Mitchell, John Ortiz, Shea Wingham, Eugene Cordero, Marc Evan Jackson

Score: 7.8/10

Ape-ocalypse now.

Gak bisa dipungkiri, Kong (atau banyak juga yang menyebutnya King Kong) adalah salah satu ikon perfilman dunia. Bukan hal mudah bagi seorang sineas untuk menjinakkannya. Tren terkini, banyak sutradara dari ranah indie yang ditarik untuk membidani film-film semacam ini. Jordan Vogt-Roberts adalah salah satunya dan dia tahu betul kalau Skull Island bukan proyek biasa. Maka dari itu, dia memberi sedikit warna berbeda dari segi cerita. Kepada EMPIRE, Vogt-Roberts bilang kalau Skull Island mengambil latar waktu di akhir Perang Vietnam. Ia kemudian langsung memberi tahu ide barunya tersebut (pitching) kepada para petinggi Legendary. Hasilnya? Alih-alih ditertawakan, mereka justru memberi lampu hijau dan tidak sabar untuk menunggu hasil dari kolaborasi ini.

A51A3620.dng

Kong: Skull Island mengikuti ekspedisi gila dari sebuah regu yang anggotanya terdiri dari berbagai macam profesi. Pertama, ada Randa (Goodman) yang merupakan ilmuwan dari organisasi bernama Monarch. Bersama dengan dua ilmuwan lainnya; Houston (Hawkins) dan San (Tian Jing), Randa memprakarsai perjalanan ke Skull Island untuk membuktikan sesuatu yang mengerikan. Guna menjamin keselamatan, mereka menyewa jasa seorang professional tracker bernama Conrad (Hiddleston) dan sekelompok tentara Amerika yang dipimpin oleh Kolonel Packard (Jackson). Tidak ketinggalan beberapa scientist lain dan Weaver, seorang “fotografer antiperang” yang diperankan Brie Larson . Tentu ini sebuah tim yang komplit untuk mengarungi dunia antah berantah.

kong 4

Di awal film, dengan cerdiknya Vogt-Roberts memadukan unsur dari ide barunya tadi ke dalam cerita Skull Island. Penonton bisa menangkapnya dari alasan mengapa Randa ngotot setengah mati untuk mengadakan perjalanan ini. Walaupun terdengar bullshit, alasan tersebut cukup masuk akal dengan situasi yang sedang terjadi dan memunculkan estetika baru dari kisah Kong itu sendiri. Beberapa trivia juga semakin menguatkan hal ini, salah satunya adalah action figure Presiden Nixon yang terpasang di salah satu helikopter militer Amerika. Bayangkan, gimana kalau Vogt-Roberts tetap setia dengan naskah yang sudah ada? Bisa saja film ini tidak menawarkan sesuatu yang baru pada kita.

kong 3

Masuk ke Pulau Tengkorak, film ini meneror dengan kengerian sekaligus keindahan visual dari sang tuan rumah. Perlu diingat bahwa Kong yang tampil di sini adalah Kong berukuran terbesar yang pernah ada dalam sejarah sinema. Kepada THR, Vogt-Roberts bilang kalau tinggi Kong mencapai 100 kaki! Sadar ini merupakan salah satu keunggulan, mereka pun bereksplorasi dengan memanfaatkan ukuran tubuh Kong secara maksimal. Hasilnya? Banyak momen-momen KEREN yang tercipta akibat ukuran Kong yang disandingkan dengan para musuh, baik yang kecil maupun yang sama besarnya. Pengalaman ini semakin berkesan dengan panorama alam yang tidak kalah mengagumkan. Sekuens perkenalan Kong dan tim ekspedisi jadi salah satu favorit di mana Kong yang lagi ngamuk menghancurkan musuhnya satu per satu tanpa ampun.

tom

Sayangnya, daya magis film hanya sampai di sini. Skull Island punya kelemahan besar pada sisi karakter yang kurang menarik. Saya tidak bisa terhubung dengan dua karakter utamanya, karena mereka dipaparkan dengan cara yang terlalu sederhana. Tom Hiddleston adalah jagoan utama, tapi apa yang membekas dari dia? Tidak ada. Conrad hanyalah seorang tracker dan mantan agen intelijen Inggris. Dia bertugas untuk memandu dan mempelajari medan. That’s it. Tidak ada satu saat pun yang bisa membuat penonton masuk dan mendalami karakter tersebut. Hanya ada satu scene yang berusaha menunjukkan hal ini, tapi itu terlihat seperti adegan tambahan saja. Tom memang terlihat lebih macho, namun butuh dari sekedar itu untuk menciptakan kesan pahlawan sesungguhnya.

kinopoisk.ru

Begitu juga dengan Weaver. Saya lebih kecewa lagi sama yang satu ini karena dia adalah seorang jurnalis. Jujur, ekspektasi terhadap karakter ini cukup tinggi, apalagi yang memerankannya adalah seorang aktris pemenang Oscar. Tapi apa yang terjadi? Zonk besar. Brie Larson pernah bilang kalau dia ingin menunjukkan sisi heroik dari pekerjaan seorang wartawan, tapi ternyata tidak tampak sama sekali. Harapan sempat muncul lewat titel “jurnalis antiperang” dan dialog yang dia lakukan bersama Packard di awal film. Tapi yang ada setelah itu hanyalah Weaver yang terus memotret dari awal hingga akhir. Ayolah, apakah tugas seorang wartawan hanya memotret? Itu wartawan atau anak gaul kekinian?

What about the soldiers? Well, they are just the expendable bodies for Kong and other monsters. Tidak banyak membantu. Seperti betul-betul dijadikan tumbal saja. Untung salah dua dari mereka punya selera humor yang bagus, jadi ada sedikit warna dalam perjalanan mereka di neraka.

TAN208_178.tif

Di balik keberhasilan melaksanakan tugas, film ini terlalu menuhankan Kong sehingga lupa akan faktor manusianya. Ketimpangannya sangat terasa. Kalau Kamu hanya ingin menikmati sajian film yang benar-benar bersifat gigantic, Skull Island adalah pilihan tepat. Semoga di kemudian hari rencana monster-verse ini tidak hanya besar dari segi kuantitas, tapi juga kualitasnya. Oh, satu lagi. Gunakanlah cara lain. “Yang itu” sudah sangat identik dengan MCU. 🙂

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s