Tak Berkategori

WHAT WE SAY – GOLD

gold-1

Director: Stephen Gaghan

Starring: Matthew McConaughey, Edgar Ramirez, Bryce Dallas-Howard, Corey Stoll, Toby Kebell

Score: 7.8/10

24k Tragic.

Salah satu faktor yang bisa membuat film laris selain diangkat dari kisah nyata adalah latar tempatnya. Untuk film Gold, seharusnya yang terakhir ini berlaku sekali. Diisi oleh banyak aktor ternama (I swear, ther’s a lot of people there!), Gold terinspirasi dari kisah nyata yang melibatkan Indonesia dan mantan presidennya. Mungkin sebagian dari kita belum lahir pada masa itu, karena kasus yang dimaksud adalah “Bre-X Scandal” yang bertempat di Busang – Kalimantan Timur. Pada tahun 90an, kasus ini booming karena menjadi penipuan tambang emas terbesar dalam sejarah dunia.

bre-x-2

Jadi gini, menurut artikel yang ditulis oleh kanal Liputan6.com, pada tahun 1993, seorang ahli geologi Filipina bernama Michael DeGuzman menjelajahi sejumlah wilayah di Kalimantan. Setelahnya, dia bilang kalau dia berhasil menemukan jutaan ton cadangan emas yang siap untuk ditambang. Guzman lalu menghubungi ahli geologi lainnya untuk menemukan investor. Nah, dari situ deh muncul nama seorang pengusaha bernama David Walsh. Waktu itu Walsh sedang menjabat sebagai CEO perusahaan Bre-X Gold Minerals. Bersama-sama, Guzman dan Walsh berhasil membuat banyak investor Amerika tergiur untuk menanamkan modal di Bre-X. Imbasnya, harga saham Bre-X meroket tajam.

gold-2

Sosok dua orang tadi menjadi karakter utama film ini. Michael DeGuzman diganti namanya menjadi Michael Acosta (Ramirez), sedangkan David Welsh menjadi Kenny Wells (McConaughey). Di awal film penonton bakal diberi tahu awal mula kisah Kenny yang merupakan penerus perusahaan Washoe Mining. Terancam bangkrut, Kenny kemudian teringat dengan teori “cincin api” Michael Acosta. Walaupun belum terbukti, Kenny tidak punya banyak pilihan. Dia langsung menggadaikan barang-barang dan pergi menemui Micahel di Jakarta. One last shot, do or die.

Relasi antara Kenny dan Michael jadi ujian pertama karena mereka langsung bertemu dan bertualang bersama. Untungnya, chemistry antara Matthew McConaughey dan Edgar Ramirez bisa langsung nge-click di sini. Karakter yang mereka perankan sedang berada di posisi yang sama-sama sulit. Kesamaan inilah yang coba dieksplorasi tidak hanya sebelum mereka menemukan emas, tapi juga setelah diguyur dana segar dari para pengusaha kelas atas. Gold menunjukkan pada kita kalau ada sesuatu yang lebih bernilai daripada emas, yaitu trust.

matt

Matthew McCounaughey sekali lagi membuktikan diri di film ini. Dia terlihat seperti “ugly american” dengan perutnya yang buncit dan rambutnya yang aneh. Transformasi fisik dengan menaikkan berat badan sebesar 48 pon membuatnya terlihat konyol. Tidak hanya itu, McConaughey juga berhasil memunculkan salah satu watak dari seorang geologist yang suka bermain dan mengambil risiko besar. Ayah Saya memiliki profesi yang sama dengan Kenny di mana dia terus mencari tempat-tempat potensial dan mengumpulkan dana untuk melakukan pengeboran. Melihat kelakuan Kenny, Saya jadi bisa memahami salah satu sifat ayah, yaitu suka berangan-angan padahal pengeborannya juga belum tentu bakal sukses. Iming-iming uang menjadi faktor lain dan kita bisa melihat ketergantungan setiap karakter akan hal ini, selain emas itu sendiri. Bagi Kenny, dia akan berjuang mati-matian untuk menyelamatkan perusahaan. Lebih jauh, dia ingin membuat ayahnya bangga.

gold-4

Film ini seperti terbagi menjadi dua bagian yang sangat berbeda; sebelum dan setelah mendapatkan emas. Sayangnya, dua masa ini terasa begitu timpang. Tidak ada yang dapat menyelamatkan paruh awal film selain Matthew McConaughey dan Edgar Ramirez. Alurnya lempeng dan terlalu mudah untuk diikuti. Variasi coba dimunculkan lewat karakter yang diperankan Toby Kebell, tapi tidak berhasil sama sekali. Sebuah kesempatan emas yang sia-sia karena ini adalah kartu AS mereka. Anyway, semua intrik dan konflik baru dibeberkan di paruh akhir. Di sini Gold baru terasa asyiknya karena kita dapat menyaksikan bagaimana mereka yang memiliki harta dan kusasa ingin memiliki semuanya. Rasanya seperti mendapatkan shock teraphy menyaksikan dua paruh ini bertemu.

gold-7

Selain itu, ada beberapa kesalahan dalam memotret negeri kita. Masih menjadi pertanyaan apa yang menyebabkan mereka tidak pernah syuting di Indonesia, karena ini membuat nuansa film sedikit berbeda. Tidak hanya pemandangan alamnya, kata-kata yang diucapkan oleh masyarakat lokal juga banyak yang terdengar aneh. Keadaan makin sulit karena tidak adanya tambahan teks, jadi kita hanya bisa berasumsi jikalau ada kata-kata yang sepertinya tidak familiar mungkin itu adalah bahasa mereka.

Tapi, yang paling fatal adalah saat menunjukkan ibu kota. Sangat kontras dengan latar waktu film yang 80an, Gold malah menunjukkan Jakarta di tahun 2000an. Mulai dari kemacetan dan banyaknya mobil di jalan, sampai gaya rambut dan cara berpakaian. Semua terlihat sama saja, berbeda dengan saat pengambilan gambar di Amerika. Sisi positifnya, mereka tidak takut untuk menyebut nama Pak Harto, jadi unsur sensinya masih terjaga. Cara mereka membalikkan keadaan dengan memanfatakan kekuasan Presiden juga ditampilkan di waktu yang tepat.

gold-6

Sebenarnya masih banyak yang bisa digali film ini, hanya saja Gold lebih fokus pada mereka yang ada di Amerika. Padahal, kalau unsur Indonesia-nya lebih dikembangkan, bukan tidak mungkin akan timbul bahan perbincangan yang cukup menggairahkan. Masih menjadi pertanyaan, apakah Michael DeGuzman sudah benar-benar mati dan apakah benar kasus Busang turut menyeret beberapa nama penting di lingkaran Presiden Soeharto pada masa itu. Tapi sudahlah. Setidaknya film ini berhasil membuat generasi muda-mudi penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Tentang sebongkah emas di kaki pelangi.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s