Tak Berkategori

WHAT WE SAY – MOAMMAR EMKA’S JAKARTA UNDERCOVER

juposter

Director: Fajar Nugros

Starring: Oka Antara, Tiara Eve, Ganindra Bimo, Baim Wong, Richard Kyle, Tio Pakusadewo, Lukman Sardi, Nikita Mirzani, Agus Kuncoro

Score: 7.3/10

Pesta yang gak pernah usai kini bisa dinikmati secara legal.

Setelah mendapatkan kesempatan melakukan exclusive world premiere di ajang the 11th Jogja Asian Film Festival (JAFF) Desember 2016 lalu, film Moammar Emka’s Jakarta Undercover mulai tayang serentak di bioskop tanah air tanggal 23 Februari ini. Tentunya banyak yang menantikan film ini, apalagi Undercover pertama kali dikenal sebagai novel dewasa yang bernuansa sensual. Jujur, Saya pun membacanya diam-diam saking kepo-nya tentang dunia malam ibukota. Namun di balik itu semua, ada harapan lain yang lebih besar. Produser Demi Istri Production, Susanti Dewi, bilang kalau dia ingin pesan dan nilai artistik yang hendak dibawa bisa diapresiasi dengan penuh makna nantinya.

ju-3

Cukup banyak isu yang dibahas dalam film ini. Mulai dari kekerasan terhadap perempuan, premanisme, kemiskinan, sampai jeritan kaum minoritas. Moammar Emka, penulis novel yang juga menjadi executive producer, menganggap kalau masyarakat sekarang makin cerdas dan kritis dalam menangkap permasalahan dan lika-liku sosial. Untuk itu, Undercover diharapkan bisa menyampaikan pesannya yang berkaitan erat dengan refleksi kemanusiaan. “Mewakili seluruh tim, saya juga mengucapkan terima kasih atas segala dukungan yang diberikan sehingga film ini dapat segera dinikmati”, ungkapnya.

ju-5

Moammar Emka’s Jakarta Undercover berfokus pada perjalanan karir seorang wartawan usda (utusan daerah) yang katrok bernama Pras (Antara). Hidup sederhana dan lurus-lurus saja, Pras diceritakan sudah mendapat pekerjaan yang diimpikannya sejak dulu: menjadi jurnalis. Sayangnya, idealisme Pras berbenturan dengan realita yang dia hadapi di dunia kerja yang sesungguhnya. Kantornya lebih banyak membuat tulisan sisipan. Tidak mudah bagi Pras untuk menjadi apa yang sebenarnya dia inginkan, yaitu membuat dirinya signifikan.

Sampai suatu hari dia menolong seorang preman kaya bernama Yoga (Wong).

laura

Kemudian ada Laura (Eve). Walaupun hidupnya lebih layak ketimbang Pras yang bahkan tidak punya ranjang tidur, ternyata beban hidupnya sama sekali tidak layak. Imbasnya, Laura terjerumus ke dalam dunia prostitusi yang dikelola Mama San. Selain bekerja sebagai model, Laura adalah pekerja seks kelas atas. Dia melayani orang-orang kaya yang haus fantasi di malam hari. Saat berkenalan dengan Pras, Laura mulai merasakan betapa nistanya dia. Di sisi lain, saat berkenalan dengan Laura, Pras semakin bersemangat untuk mewujudkan apa yang dia inginkan.

ju-4

Keputusan yang tepat untuk lebih fokus mengangkat sisi kelam dunia malam. Film ini berhasil menampilkan makna kehidupan dari sudut pandang dua pemeran utamanya; Pras dan Laura. Dua hal ini kemudian disatukan oleh realita Jakarta yang gila. Bagaimana Pras mewujudkan ambisi, dan keberaniannya untuk terjun ke dunia yang tidak pernah ia jamah patut diacungi jempol. Dengan keluguannya, Pras berusaha untuk tetap survive biar tidak lupa diri sepenuhnya. Sedangkan Laura melakukan pekerjaannya dengan terpaksa. Berbeda dengan Pras, motif Laura lebih nyata dan sangat dekat dengan kehidupan kita. Walaupun jadi film debutnya, penampilan Tiara Eve setidaknya mampu mengingatkan kalau Jakarta yang keras itu berlaku untuk seluruh lapisan sosial.

baim

Perkenalan Pras dengan Yoga menjadi awal semuanya. Relasi antara mereka berdua menjadi kisah lain yang penting karena keduanya benar-benar berasal dari dunia yang berbeda. Yoga adalah tokoh yang seakan-akan punya banyak teman padahal aslinya sangat kesepian. Dia lah yang memperkenalkan “varian lain” dunia malam Jakarta, tidak hanya pada Pras, tapi juga seluruh penonton. Bagusnya, ini bukan relasi biasa karena hubungan Pras dan Yoga akan diuji oleh konflik kepentingan dan persahabatan. Ini yang membuat Jakarta Undercover menjadi aksi makan teman yang signifikan.

oka-2

Sayangnya, kisah ini seperti diburu oleh waktu. Bagaimana kita berkenalan dengan setiap karakter terasa sangat cepat dan kasar. Rasanya kayak pas Kamu lagi sibuk, terus dikenalin sama anak baru di kantor. You just say “hi”, and then “bye”. Tidak enak bukan? Sulit untuk bisa menerima kehadiran Pras, Laura, Yoga, dan semua karakter di awal film. Mereka hanya sekedar tokoh yang muncul dari dalam cerita, dan bakat para pemeran seperti sia-sia. Sangat disayangkan karena ini membuat first impression menjadi kurang berkesan. Yang ada malah rasa capek dan melelahkan.

lukman

Masalah di awal masih berlanjut ke pertengahan film. Saya tahu kalau ada beberapa adegan yang dipotong, tapi storytelling film ini masih kurang rapih. Sangat dragging dan bikin pusing. Ketika masih kesulitan untuk berkenalan dengan karakter-karakter yang ada, Saya langsung dihadapkan oleh masalah dari masing-masing karakter yang berbeda-beda. Bagaimana film ini memunculkan konflik-konfliknya terlihat seperti seorang killer boss yang ngasih tugas ke karyawan tanpa pandang bulu. Untungnya, mereka punya penawar dalam diri seorang karakter gay bernama Awink (Bimo). Kemunculannya di setiap scene sangat ditunggu-tunggu karena berhasil mencairkan suasana. Pernampilannya berhasil menutupi kelemahan ini sambil mengulur waktu agar setiap penggalan cerita bisa bersatu dengan padu.

ju-6

Terakhir, ada saja perintilan-perintilan mengganggu, dan terjadi di tempat yang sama sehingga sulit untuk tidak me-notice-nya. Tempat yang dimaksud adalah supermarket di mana Pras dan Laura menghabiskan waktu bersama. Bagaimana Pras tahu kalau Laura adalah seorang model ditampilkan dengan lebay dan tidak penting. Fans and selfie? Come on, it’s not necessary. Selain itu, tolong dijawab, apakah di tahun tersebut sudah ada F*mily Mart? Jujur ini cukup annoying karena sepertinya F*mily Mart belum ada saat itu. Keberadaannya sukses bikin rancu karena membuat kacau latar waktu.

Yaa, semoga cuma salah lihat.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s