Tak Berkategori

WHAT WE SAY – SPLIT

split

Director: M. Night Shyamalan

Starring: James McAvoy, Anya Taylor-Joy, Betty Buckley, Haley Lu Richardson, Jessica Sula

Score: 8/10

Film ini bikin orang-orang penasaran karena banyak hal. Pertama, penampilan James McAvoy. Kedua, kontroversinya terhadap orang-orang penderita DID. Ketiga, cerita yang katanya punya akhiran ngehe. Terakhir, pencapaiannya di Box Office Amerika. Well, setelah rilis di tanggal 20 Januari lalu, Split menguasai “pucuk klasemen” selama 2 minggu berturut-turut. Bahkan, film arahan M. Night Shyamalan ini sekarang sedang dalam perjalanannya untuk mencetak hattrick.

split-4

Split bermula saat tiga orang gadis diculik oleh seorang pria misterius. Setelah sadar, tiga cewek ini menemukan fakta mengerikan kalau pria ini punya banyak kepribadian yang dapat berubah kapanpun dia mau. Dennis adalah yang menculik mereka. Sosok pria yang berperawakan tegap, berkacamata, berpakaian rapih dan freak. Kemudian Patricia, wanita yang terlihat seperti ibu tiri licik yang pura-pura baik. Lalu ada Hedwig, bocah berumur 9 tahun yang bodoh dan mudah dipengaruhi. Barry adalah pemimpin dari mereka yang sangat feminin dan ini bisa dilihat dari passion-nya di bidang  fashion. Semua karakter ini bersatu dalam tubuh Kevin dan sebentar lagi akan muncul The Beast, kepribadian yang paling berbahaya.

split-5

A slow-burn thriller. Kamu tidak akan melihat kekacauan bertubi-tubi (apalagi brutal) baik itu yang dilakukan para gadis ataupun kepribadian-kepribadian Kevin. Sutradara Shyamalan membuka misteri film ini sedikit demi sedikit. Shyamalan dengan cerdik memanfaatkan situasi untuk membangkitkan tensi lalu menurunkannya kembali. Karakter Dr. Fletcher (Buckley) menjadi jembatan yang kokoh karena dia lah yang memegang kunci dari Kevin. Shyamalan juga menampilkannya di saat yang tepat sebagai Kevin’s side story. Selain itu kita juga diajak mendalami karakter Casey lewat cerita flashback. Kembali, timing yang pas menjadi nilai tambah di sini. Apalagi kilas balik Casey punya dampak yang besar seiring berjalannya film ini. The conclusion, great to see Shyamalan is back. 🙂

split-2

Kalau Kamu sudah bosan duluan, seenggaknya penampilan James McAvoy akan membuatmu kagum. Ia menjadikan Split layaknya one man show! Tidak pernah bertemu langsung dengan penderita DID, penampilan McAvoy terlihat fantastis karena dia bisa membuat kita percaya pada karakter-karakter yang dimainkan. Aktingnya berhasil membuat film ini kembali menarik di saat ceritanya mulai terasa lambat dan menurun.

Bagi seorang aktor, mendapat kesempatan ini adalah kesempatan langka dan McAvoy memanfaatkannya. Dia bahkan bisa mengubah kepribadiannya dalam berbagai situasi. Maksudnya adalah, tidak hanya dengan cara transisi (di mana McAvoy berganti kepribadian setelah menghilang dari kamera kemudian muncul kembali), tapi juga saat dia masih di shot yang sama! Man, he is so creepy!!

anya

Anya Taylor-Joy jadi sorotan selanjutnya sebagai karakter utama wanita. Setelah tampil solid di The Witch, Saya tidak sabar untuk melihat apa yang dia lakukan sekarang. Memerankan Cassie, Anya sukses menimbulkan kesan kalau ada yang gak beres dalam diri perempuan ini. Berbeda dengan korban lainnya, Cassie seperti sudah makan asam garam kehidupan. Dia sangat berani dan cukup cerdas untuk berkomunikasi dengan kepribadian yang muncul. Cassie adalah karakter yang tangguh sehingga penonton bisa bersimpati sekaligus mendukungnya. Kerja keras Cassie di film ini menunjukkan kalau Anya adalah salah satu talenta muda Hollywood yang akan terus berkembang.

split-8

Sayang, Split mendapat tentangan yang cukup keras. Dengan kesuksesan Box Office-nya, Shyamalan berusaha untuk menunjukkan kalau orang yang menderita DID (Dissociative Identity Disorder) memang ada. Namun, menjadikannya seseorang yang berbahaya adalah tindakan yang kurang tepat. Dr. Michelle Stevens, ketua dari Post-Traumatic Success (organisasi non-profit yang mengedukasi dan membimbing pasien penderita trauma psikologis) menulis sebuah surat terbuka melalui The Hollywood Reporter dan meminta filmmaker Hollywood untuk berhenti menggambarkan orang-orang ini sebagai “dangerous freaks”.

split-1

Dr. Stevens menulis kalau Split sangat objektif dan membuat film ini sama halnya dengan tindakan mem-bully mereka yang kurang beruntung. Beliau juga “menyekolahkan” Shyamalan kalau ada beberapa kesalahan fatal yang dia buat untuk karakter Kevin. Orang yang menderita DID tidak berbicara dengan nada yang menyeramkan atau deceptive. Mereka tidak bersembunyi di lorong-lorong. Mereka tidak menculik dan mengurung korbannya di basement, dan tentunya mereka bukanlah pembunuh. Penderita DID adalah orang yang sama dengan masyarakat umum. Mereka adalah suami, isteri, bapak, ibu, teman dan tetangga yang diam-diam menderita akibat pengalaman yang mereka alami di masa lalu.

Lebih jauh, sebuah riset yang dipublikasikan CNN pada tanggal 23 Januari 2017 menunjukkan kalau penderita DID lebih suka menyakiti dirinya sendiri daripada menyakiti orang lain.

split-6

Di balik kontroversi ini dan apapun tanggapan dari Shyamalan nanti, kita tetap harus memberikan apresiasi. Pesan kami, jangan termakan stigma dan salah interpretasi.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s