Tak Berkategori

WHAT WE SAY – PATRIOTS DAY

pats

Director: Peter Berg

Starring: Mark Wahlberg, John Goodman, Kevin Bacon, Melissa Benoist, J.K. Simmons, Michelle Monaghan, Alex Wolff, Christopher O’Shea, Rachel Brosnahan, Lana Condor, Jimmy O. Yang, Themo Melikidze, Jake Picking

Score: 9/10

Pertama kali mendengar info tentang film ini yang muncul justru sikap bodo amat, dan pesimis. Apakah orang-orang (terutama masyarakat Amerika) membutuhkan film ini? Apakah ada cara lain untuk memperingati peristiwa Boston Marathon selain memfilmkannya? Jadi jika Kamu merasakan hal yang sama, itu wajar. Tapi tenang saja, Patriots Day berada di tangan yang tepat. Peter Berg adalah sutradara spesialis film-film tragedi. Setelah sukses mengamuk di tengah laut dengan Deepwater Horizon, Peter membuat sesuatu yang lebih dahsyat dengan meneror satu kota Boston. Mark Wahlberg kembali menjadi pemeran utama, diikuti oleh aktor dan aktris Hollywood papan atas lainnya seperti John Goodman (10 Cloverfield Lane), Kevin Bacon (Footloose), Melissa Benoist (TV’s Supergirl), J.K. Simmons (Whiplash), dan Michelle Monaghan (Pixels). Sebuah line-up yang lebih dari cukup untuk film semacam ini.

pats-1

Diangkat dari peristiwa pengeboman Boston Marathon tahun 2013, Patriots Day berfokus pada pencarian pelaku pengeboman yang meliputi seluruh kota Boston. Tommy Saunders (Wahlberg) adalah salah satu polisi yang sedang bertugas pada saat pengeboman. Selamat dari maut, Tommy menyaksikan pemandangan yang sangat mengerikan sesaat setelah terjadi ledakan. Dia kemudian memimpin rekan-rekannya untuk memburu teroris yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, identitas pelaku akhirnya terungkap yaitu kakak-beradik bernama Dzhokhar Tsarnaev (Wolff) dan Tamerlan Tsarnaev (Melikidze).

pats-5

Selain menampilkan cerita dari sudut pandang Tommy, Patriots Day juga memperkenalkan kita pada karakter-karakter lain yang terlibat dalam persitiwa ini. Ada pasangan muda Patrick Downes (O’Shea) dan Jessica Kinskey (Brosnahan), Officer Sean Collier (Picking – gambar atas), Sersan Jeffrey Pugliese (Simmons) dan seorang remaja tionghoa bernama Dun Meng (Yang). Mereka berlima mulai ditampilkan oleh Peter sejak awal film dan mendapatkan screen time yang lumayan. Hal ini membuat kita bisa memahami latar belakang dan keterkaitan mereka dengan Boston Marathon. Peter sangat mendedikasikan ceritanya pada karakter-karakter utama, dan kisah orang-orang ini sukses menjadi side story yang tidak hanya menarik tapi juga berhasil menyentuh sisi humanis secara personal.

pats-6

Selain drama, Patriots Day juga menampilkan kekacauan total saat terjadinya ledakan. Peter mengkombinasikan hasil syuting dengan footage asli untuk memberikan kesan yang nyata. Selain itu, penonton juga bisa merasakan sensasi berada di tempat kejadian karena cerita disampaikan dari sudut pandang karakter yang saat itu sedang berada di lokasi kejadian yaitu Tommy, Patrick, dan Jessica. Dengan keriuhan lomba dan waktu yang terus berjalan, kita dipaksa menebak kapan bom itu diledakkan. Dan setelah ledakan terjadi, Boom! It’s a total chaos.

Trotoar yang dipakai untuk tribun penonton langsung berubah seperti medan tempur. Di balik kepulan asap, darah berceceran di mana-mana. Banyak korban berjatuhan dengan luka yang sangat serius. Mereka meringis kesakitan sambil mencari kerabatnya yang entah masih hidup atau sudah mati. Makin pedih lagi saat film ini memperlihatkan terpisahnya seorang bapak dan anaknya yang masih balita, dan terpisahnya anggota badan dari tubuhnya. Yup, deal with that.

jef

Tapi, sebenarnya inti utama dari film ini adalah kekuatan dan harapan. Kekuatan yang dimaksud adalah bagaimana kota Boston dapat bersatu untuk saling membantu dan bertahan dari aksi teror ini. Mulai dari pihak kepolisian, FBI, sampai warga lokal semuanya punya andil besar. Di pihak polisi selain Tommy ada juga beberapa officer lain yang menonjol, salah satunya adalah Sersan Jeffrey Pugliese. Dengan penampilannya yang cukup nyentrik, Sersan Pugliese adalah scene stealer yang jago menembak dan bertarung. He is a total old-man badass!!

dun-meng

Aktor Jimmy O. Yang (kiri), dan Dun Meng yang asli (kanan)

Sedangkan dari sisi penduduk lokal, ada “si culun” Dun Meng. Anak orang kaya yang tidak disangka punya keberanian juga. Dun Meng ibarat kartu AS dalam pencarian Tsarnaev bersaudara. Dengan kenekatannya, bocah ini berhasil melapor pada polisi dan membuat kakak-beradik teroris itu ketar-ketir. Tidak hanya itu, Manny juga memberi tahu informasi penting lainnya yaitu kemungkinan bom susulan. Kata terakhir yang diucapkan Manny pada Tommy terdengar seperti dorongan semangat yang murni keluar dari seorang warga biasa agar kasus ini bisa diselesaikan dengan segera.

033016_PATRIOTSDAY_KB_196.CR2

Nilai moral film ini mulai disampaikan menjelang akhir tanpa terkesan menggurui. Mulai dari pidato Presiden Obama, sampai munculnya para karakter asli yang memberikan pendapat, dan bagaimana kejadian ini mengubah pandangan hidup mereka selanjutnya. Dari sini kita bisa mengambil hikmah bahwa harapan dan nilai positif pasti akan selalu ada, bahkan dari peristiwa terburuk sekalipun. Persitiwa ini memberikan efek yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat kota Boston dan bagaimana mereka berkembang sebagai sebuah komunitas. A solid, respectful, heart-wrenching tribute. Salute!

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s