Tak Berkategori

WHAT WE SAY – PASSENGERS

pass-pos

Director: Morten TyldumStarring :

Starring : Chris Pratt, Jennifer Lawrence, Michael Sheen, Laurence Fishburne, Andy Garcia, Aurora Perrineau

Score : 7.3/10

Drama di Pesawat Antariksa

— SPOILER ALERT! —

James Preston (Chris Pratt) terheran-heran mendapati tidak ada penumpang atau awak kapal Avalon satupun yang ditemuinya. Kecurigaan pun muncul. Ia mulai mencari tahu dan kemudian terkejut mendapati dirinya saja yang terbangun lebih awal.

Total ada 5000 penumpang dan 200-an awak kapal di dalam pesawat antariksa Avalon yang sedang bergerak menuju planet Homestead II. Waktu perjalanan dari bumi ke planet Homestead II adalah 120 tahun. Jim terbangun dari hibernasinya 90 tahun lebih awal.

jim

Walaupun sedikit terhibur dengan kehadiran bartender android bernama Arthur (Michael Sheen), Jim tidak kunjung tahu bagaimana caranya agar dia dapat kembali tertidur di kapsul hibernasi. Arthur malah menyarankan Jim untuk menikmati fasilitas yang tersedia di Avalon. Hingga suatu saat Jim begitu kesepian dan ingin bunuh diri.

Ia kemudian melihat sosok cantik dari balik kapsul hibernasi bernama Aurora Lane (Jennifer Lawrence). Jim terobsesi padanya dan  menghadapi dilema apakah dia akan membangunkan si putri tidur, atau menerima konsekuensi kesepian dan meninggal dalam kesendirian.

auror

Suasana sepi dan kesendirian bisa Kamu rasakan saat Jim terbangun lebih awal. Ia bangun dengan rasa ingin tahu, tapi kemudian merasa terkutuk karena tidak memiliki teman selain Arthur. Rasa frustasi dan putus asa tergambar jelas didukung oleh latar kabin pesawat yang luas tapi hampa.

Tensi film mulai meninggi saat Jim membangkitkan Aurora dari hibernasinya. Aurora juga mengalami perasaan seperti Jim, ada rasa ingin tahu yang kemudian berubah menjadi frustasi. Hubungan manis pahit keduanya jadi salah satu inti cerita yang menarik. Bagaimana keduanya mengatasi rasa frustasi dan konflik, kemudian mencari alasan kenapa mereka terbangun lebih awal.

pass-2

Meskipun durasinya cukup panjang dan latar tempatnya hanya di situ-situ saja, “Passengers” tidak memberikan kesendirian dan bisa membuat penonton terhibur. Menariknya lagi, film ini memasukkan unsur beberapa kisah klasik seperti Adam dan Hawa, Putri Aurora, dan juga kisah-kisah kesendirian lainnya.

Melihat genre-nya yang science-fiction, mau tidak mau Saya jadi ingin membandingkannya dengan film-film seperti “Interstellar”, “The Martians”, dan “Gravity”. Dari segi visualisasi, special effect, aksi dan kompleksitas narasi, “Passengers” berada sedikit di bawah film-film tersebut. Akan tetapi, film ini mampu memberikan tontonan yang beda di mana mereka lebih fokus pada drama para karakter utamanya yang kesepian.

pass-2

Tidak banyak aktor yang terlibat di sini. “Passengers” membuktikan kalau tidak perlu banyak pemeran (apalagi ensemble cast) untuk menghidupkan sebuah kisah. Cukup tampilkan pemeran yang mampu memberikan penampilan terbaik dan narasi yang menggelitik.

Jennifer Lawrence sebagai Aurora kembali memberikan performa akting yang baik. Sedangkan Chris Pratt, yang namanya mulai menanjak sejak tampil di “Guardians of The Galaxy”, berupaya keras untuk mengimbanginya.

@Dewi_Puspa00

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s