Tak Berkategori

WHAT WE SAY – ASSASSIN’S CREED

ac-1

Director: Justin Kurzel

Starring: Michael Fassbender, Marion Cotillard, Jeremy Irons, Brendan Gleeson, Charlotte Rampling, Michael Kenneth Williams, Denis Menochet, Ariane Labed

Score: 7 / 10

“These are the sacred tenets of our brotherhood: to stay your blade from the flesh of the innocent, to hide in the plain sight, and above all else, never to compromise the brotherhood.” – Callum Lynch

Setelah game adventure open world ini dirilis tahun 2009, popularitas dari game-game terbitan Ubisoft semakin menanjak. Pasalnya, setelah seri Prince of Persia dirilis, Assassin’s Creed menambah jajaran game Ubisoft berkualitas. Game yang naskahnya ditulis oleh Patrick Desilets, Corey May, dan Jade Raymond ini kemudian dirilis reguler setiap tahunnya dan berkali-kali mendapat respon positif. Maka jangan heran jika akhirnya Assassin’s Creed mendapatkan adaptasi layar lebar. Sempat tertunda satu tahun, 20th Century Fox memasang Michael Fassbender sebagai pemeran utamanya, dan membawa kembali pasangannya dalam film Macbeth, Marion Cotillard. dan sutradara Justin Kurzel.

ac-3

Perseteruan antara kubu Assassin vs Templar telah terjadi sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Callum Lynch (Fassbender) adalah satu-satunya keturunan terakhir dari darah Aguilar, seorang Assassin zaman inkuisisi Spanyol yang terakhir kali diketahui memegang The Apple of Eden, artefak yang tertinggal dari penduduk pertama dunia yang dipercaya dapat mengendalikan kehendak banyak orang. Abstergo adalah sebuah industri di bawah pengaruh Templar yang ditugaskan untuk mencari artefak tersebut dengan cara menemukan keturunan Assassin-Assassin ternama untuk ditempatkan pada sebuah alat bernama Animus. Mereka akan melihat jejak leluhur dari DNA dari para keturunan Assassin. Setelah divonis hukuman mati, Cal kemudian menjadi pasien Sofia Rikkin (Cotillard). Dalam perjalanannya di dalam Animus untuk menemukan The Apple of Eden, Cal harus menyatu dengan Aguilar agar dirinya mengalami kelumpuhan fatal dalam penolakannya pada Animus.

ac-2

Seperti yang biasanya melanda film-film adaptasi video game, kecil kemungkinan untuk membuat sekuel Assassin’s Creed. Fighting coreography dan parkour-nya yang mantap, serta naskah dan beberapa elemen film yang telah diperbaiki dari versi game sebenarnya bisa menjual film ini dengan baik. Hanya saja, saya sebagai penonton biasa pun masih merasa bosan. Adegan kejar-kejaran dan lompat-melompat antar gedung ataupun tali jemuran terasa diambil dari sudut yang biasa saja (atau mungkin karena terlalu cepat). Ini tak seperti yang ada di trailer, yang mana sedikit diberi efek slow motion. Fighting scene-nya juga kurang sadis. Film terasa lancar jaya tanpa memberikan highlight pada adegan fight maupun parkour yang bagus sehingga scene tersebut hanya terlewat begitu saja.

ac-4

Animus yang ditampilkan dibuat lebih beralasan daripada versi game-nya, dan itu jadi salah satu nilai tambah. Perlu diketahui bahwa Animus versi game tak lain hanya seperti alat Virtual Reality belaka yang dapat membangunkan kekuatan leluhur dalam diri sang pemakai. Namun dalam versi layar lebarnya ini, Animus benar-benar dibuat sangat beralasan dalam pengaruhnya pada sang pemakai, begitu pula dengan gambaran hologramnya. Bleeding Effect (sulit membedakan antara realitas dan gambaran masa lalu yang didapatkan setelah memakai Animus) pun ditampilkan dengan epik pada setiap sekuens.

ac-5

Michael Fassbender sangat pas memerankan Callum Lynch, namun justru kurang hidup ketika menjadi Aguilar. Chemistry-nya dengan Ariane Labed (pemeran Assassin Maria dalam masa Inkuisisi Spanyol) tidak berasa meskipun dalam pelarian mereka bertindak saling melindungi. Sebaliknya, sifat Marion Cotillard yang dingin, tulus dan penyabar menjadikan Sofia cocok dengan karakter Lucy (Mungkin bisa dikatakan Sophia versi game) yang dalam saga Assassin’s Creed malah membantu pelarian Desmond (Cal versi game). Namun nyatanya, karakter Sophia memiliki ending yang terbalik jika ingin disamakan dengan karakter Lucy. Karena beberapa fans mungkin akan menebak bahwa seharusnya Sophia ikut andil dalam pelarian Cal.

ac-7

Jika Kamu sudah mengikuti Assassin’s Creed versi game, maka tidak perlu heran dengan trivia ini. Ubisoft selaku developer selalu mengaitkan peristiwa sejarah nyata dengan game fiksi yang mereka bangun.Bermain game Assassin’s Creed juga akan meningkatkan wawasan akan sejarah dunia. Hal tersebut juga diterapkan pada filmnya. Pihak Templar memang menang, dan Sultan Muhammad XII beserta anaknya yang disandera memang benar-benar terjadi pada abad 14. Begitu pula dengan kunjungan Chris Columbus ke pelabuhan Spanyol. Hanya saja, elemen perseteruan Assassin vs Templar beserta karakter-karakter Assassin tersebut biasanya berupa fiksi yang dibuat seakan-akan mereka nyata. Bahkan, beberapa peristiwa besar memang terjadi karena perseteruan pihak tersebut. Seakan-akan dilupakan dari sejarah, maka Assassin benar-benar bekerja di bawah bayang-bayang.

ASSASSIN'S CREED

Overall, mungkin film ini tidak termasuk daftar ‘worth it’ jika Kamu bukan penggemar game tersebut. Namun tidak salah juga jika Kamu ingin melihat koreografi pertarungan dan aksi parkour yang luar biasa. Meski kemungkinan sekuelnya kecil, namun penggemar tentu saja berharap tokoh Cal, Moussa, Lin dan Sophia dapat hadir kembali dalam saga game terbarunya yang direncanakan rilis tahun 2018 nanti. Mengingat nama Alan Rikkin ( Jeremy Irons) berkali-kali muncul dalam easter eggs game sebagai pemimpin yang lebih tinggi dari Vidic (pimpinan abstergo dalam game; sudah mati), begitu pula ending film yang bertempat di London (ending game terbarunya; Assassin’s Creed Syndicate juga bertempat di London masa kini) maka bisa saja Cal bergabung dengan Bishop, Rebecca dkk (Assassin masa kini dalam game) dan ikut mencari dan mengumpulkan artefak lainnya.

At last, remember, History is in Our Blood.

@arifrubbiyanto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s