Tak Berkategori

WHAT WE SAY – HACKSAW RIDGE

hack-1

Director: Mel Gibson

Starring: Andrew Garfield, Sam Worthington, Teresa Palmer, Hugo Weaving, Vince Vaughn

Score: 9.5/10

Bulan November yang terkenal sebagai musim hujan terbukti tidak membuat hati para pecinta film menjadi kelabu. Sebut saja kehadiran penyihir asal Marvel Cinematic Universe, Doctor Strange dan sekuel dari papan permainan Ouija: Origin of Evil yang berhasil menarik banyak penonton sejak hari pertama perilisannya. Di antara banyaknya suguhan film yang ada di bulan ini, ada sebuah film yang tidak boleh dilewatkan yaitu Hacksaw Ridge. Ini merupakan film biografi berlatar Perang Dunia II besutan Mel Gibson (Braveheart). Bagi penikmat karya-karya Mel Gibson tema sejarah dan reliji tentunya Hacksaw Ridge bukanlah hal yang asing.

desmond

Hacksaw Ridge mengisahkan seorang veteran Perang Dunia II bernama Desmond Doss. Dalam sejarah Amerika, ia dikenal sebagai pahlawan yang tidak pernah mengangkat senjata. Desmond adalah seorang pemeluk Seventh-Day Adventist yang taat. Salah satu prinsip yang ia pegang teguh adalah larangan untuk membunuh sesama umat manusia. Namun prinsipnya itu tidak mematikan jiwa nasionalisnya. Maka, atas dasar kecintaan pada tanah air, ia pun mendaftar militer. Desmond berhasil melewati tahapan demi tahapan latihan, namun ketika tiba saatnya berlatih menggunakan senapan M-1, Desmond bersikeras menyatakan penolakannya. Melalui serangkaian kesukaran dan tekanan, Desmond akhirnya diizinkan terjun ke medan perang dengan status “non-combatant” dan berperan sebagai tenaga medis. Ia bersama kawan-kawannya dikirim ke Okinawa di mana terdapat sebuah tebing yang dijuluki “Hacksaw Ridge” yang harus dipanjat oleh para tentara Amerika Serikat untuk menyerang pangkalan militer Jepang. Dalam pertempuran tersebut, Desmond berhasil menyelamatkan 75 jiwa tanpa mengangkat senjata sama sekali.

hack-2

Sebagai film berlatar perang dan militer, Hacksaw Ridge sangat mampu memikat penontonnya sehingga 139 menit pun tidak terasa lama. Sinematografi dan screenplay yang ditampilkan sejak awal hingga akhir film berhasil menjadikan film ini sebuah karya yang gripping. Hacksaw Ridge adalah tipe film perang yang menyajikan kesuraman, dan tetap realistis. Di awal film kita diajak menikmati hutan dan pemandangan alam Virginia yang memukau, kemudian kita dibawa melihat langsung bagaimana kerasnya latihan para tentara di kamp dan kehidupan di barak hingga diajak menyaksikan Pertempuran Okinawa yang berdarah. Bagi yang tidak tahan melihat darah, tidak dianjurkan menonton karena kondisi perang benar-benar digambarkan secara eksplisit. Tetapi, menurut saya pribadi justru di situlah letak kekuatan Hacksaw Ridge. Tidak semua film perang berani menampilkan realita perang dalam wujud senyata-nyatanya. Anggota tubuh berceceran dan jasad-jasad para tentara yang dikerubungi tikus disorot secara close up, berhasil mencekam dan membawa kita merasakan betapa kelam dan jahatnya peperangan.

hack-3

Dari segi naskah, di sepanjang film tidak ada istilah atau kalimat yang tidak dapat dimengerti. Hacksaw Ridge benar-benar mengajak penonton masuk ke dunia militer sehingga tidak “mengabaikan” penontonnya. Ketika menggambarkan kisah cinta Desmond dan Dorothy naskahnya amat sederhana namun manis sehingga rayuan Desmond pada Dorothy tidak terkesan berlebihan apalagi alay. Menyaksikan Desmond dan Dorothy akan membuat kita tersenyum-senyum sendiri. Selain itu naskahnya juga sangat emosional. Saya teringat sebuah dialog yang dikatakan oleh Ayah Desmond, Tom Doss, yang merupakan seorang veteran Perang Dunia I: “Is that how it works, Sir? You fought for your country and then forgotten?”. Naskah yang kaya akan emosi sukses mendukung sinematografi dan menjaga film tetap hidup hingga akhir.

hack-4

Alur cerita yang menggunakan teknik campuran juga ditampilkan sederhana sehingga penonton dapat menikmati perjalanan hidup Desmond semenjak masa kanak-kanak hingga turun ke medan perang. Untuk penokohan sendiri cukup proporsional karena kita dapat memahami bagaimana kepribadian para tokoh dan apa yang membentuk diri mereka. Oh ya, perlu diketahui juga bahwa meskipun film ini mengambil sentimen Amerika Serikat pada Perang Dunia II, namun peran Jepang juga tidak kalah hebatnya. Hacksaw Ridge tidak memperlihatkan Jepang sebagai bangsa yang dengan mudah dipermalukan dalam kekalahan. Hal ini dapat kita lihat jelas mulai dari adegan serangan tak kenal letih dari Jepang, “harakiri” yang dilakukan Komandan Perang hingga scoring yang memadukan musik barat dengan tradisional Jepang sehingga unsur budaya Jepang juga bisa dirasakan.

hack-5

Hacksaw Ridge bukan sekadar cerita perang berisi darah dan dar-der-dor tembakan semata. Lebih dari itu, ia membingkai kemanusiaan, nasionalisme, budaya dan kelihaian ke dalam sebuah layar lebar. You have my respect, Mr. Gibson.

@jojojiyo03

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s