Tak Berkategori

WHAT WE SAY – MISS PEREGRINE’S HOME FOR PECULIAR CHILDREN

miss-per-poster

Director: Tim Burton

Starring: Asa Butterfield, Eva Green, Samuel L. Jackson, Ella Purnell, Judi Dench, Allison Janney, Raffella Chapman

Score: 7.5/10

Tidak aneh jika banyak orang yang penasaran dengan film ini gara-gara disutradarai oleh Tim Burton. Sineas yang telah dikenal lewat film-film bertema fantasi gelap ini memiliki banyak film yang sukses dan otentik, namun tak sedikit pula yang… meh!. Tapi dengan sederet film yang telah dibuat, Tim Burton berjasa mengangkat banyak nama aktor muda yang kini sudah jaya. Lewat Miss Peregrine, Tim sekarang berkerja sama dengan Asa Butterfield, yang sebelumnya dipuji oleh banyak kritikus lewat performanya di Ender’s Game. Gagal mendapatkan peran sebagai Peter Parker alias Spider-Man, Miss Peregrine bisa menjadi pembuktian bagi Asa. Apalagi, bantuan bertambah dengan masuknya dua nama kondang; Eva Green dan Samuel L. Jackson. So, bisakah Asa kembali tampil oke kali ini?

miss-per-2

Diangkat dari buku berjudul sama karya Ransom Riggs, Miss Peregrine’s Home For Peculiar Children ternyata adalah babak pertama dari sebuah trilogi. Buku kedua dan ketiganya berjudul “Hollow City” dan “Library of Souls”. Besar kemungkinan jika film ini sukses di pasaran, maka sekuel dari dua buku tersebut akan mendapat lampu hijau. Uniknya, demi mewujudkan hal itu, Tim malah membuat keputusan berani. Ia mengurangi muatan CGI dan berfokus pada pengambilan secara langsung. Well, usaha itu terbayar dan Miss Peregrine menjadi salah satu film yang memiliki keunggulan dari segi production design tahun ini. It has a stunning visual and offers you the actual flair of Tim Burton’s movie. Walaupun film ini mengangkat anak-anak sebagai jaogannya, film ini tetap seru untuk ditonton orang dewasa berkat nuansanya yang agak gelap dan penampakan-penampakan aneh a la Tim Burton.

miss-per-4

Beralih ke cerita, film ini layaknya sebuah mash-up dari beberapa film besar seperti X-Men, Harry Potter, dan Marry Poppins. Jacob (Butterfield) adalah seorang remaja yang sepertinya tidak memiliki masa muda. Dia terlihat sangat kaku, kikuk, sulit bergaul, loser. Suatu hari Jacob menemukan kakeknya yang tewas secara misterius. Lewat pesan yang diberikan sang kakek menjelang kematiannya, Jacob memutuskan untuk pergi mencari kebenaran hingga ia bertemu dengan anak-anak yang disebut “peculiar”. Kehadiran anak-anak yang sebelumnya hanya ia ketahui lewat dongeng kakeknya ini sontak membuat Jacob kaget. Ternyata mereka benar-benar hidup! Makin kaget saja Jacob ketika ia dituntun oleh para peculiar menuju panti asuhan tempat mereka tinggal. Panti asuhan tersebut didirikan oleh Alma Peregrine (Green), dan selama bertahun-tahun Alma menjaga para peculiar children ini dengan membuat sebuah lingkaran waktu (loop) sehingga mereka bisa hidup aman dan tidak menua. Kedatangan Jacob ternyata memiliki maksud tersendiri. Dengan segala misteri yang ada di rumah Miss Peregrine, Jacob sedikit demi sedikit menemukan kebenaran akan bahaya yang mengintai para peculiar, Alma Peregrine, dan dirinya sendiri.

miss-per-1

Namanya juga Miss Peregrine’s Home For Peculiar Children, tidak sah rasanya jika tidak membahas para peculiar. Jujur, saya agak terkejut ketika melihat mereka. Tim berhasil memperkenalkan anak-anak ini dengan baik, mulai dari siapa namanya, apa kekuatannya, dan karakter mereka seperti apa. Ella Purnell menjadi leader dari gerombolan ini dengan perannya sebagai Emma. Walaupun sepertinya Emma ini adalah karakter yang baperan dan susah move on, kita tetap bisa menyaksikan kekuatannya yang luar biasa, yang ditunjukkan sedikit demi sedikit di dalam film. Selain Emma ada Enoch (MacMiller) yang menjadi karakter super menyebalkan dan sukses membuat penonton tidak nyaman selama berada di rumah Miss Peregrine. Kalau urusan charming, Horace (Keeler-Stone) juaranya. Dengan setelan jas nya yang rapih, Horace menjadi anak yang mudah diingat berkat penampilannya yang keren. Olive, Fiona, Hugh, Claire, Brownwyn, dan Millard juga stand-out dengan kekuatan masing-masing.

twins

Sayangnya, karakter yang paling bikin penasaran tidak memiliki screen time yang cukup. Yap, karakter tersebut adalah duo kakak-beradik bertopeng. Entah apa yang dipikirikan oleh Tim tapi si kembar adalah karakter yang paling nyentrik dan misterius sejak menit pertama. Penampilannya yang full-covered dari atas sampai bawah seakan-akan memberi kesan bahwa mereka berbahaya atau memiliki tubuh yang tidak biasa (atau, mengerikan). Tidak seperti teman-temannya yang lain, si kembar tak kunjung menunjukkan kekuatannya hingga paruh terakhir film. Mereka hanya berada di sana, mengikuti teman-teman peculiar yang lain, dan mematuhi arahan Miss Peregrine. Well, semoga para peculiar bisa lebih berani di film berikutnya ya! 🙂

miss-per-5

Back to the question above, apakah Asa Butterfield kembali bermain apik? Well, it’s no. Sorry to say but his performance is the main reason why I couldn’t enjoy this movie. Karakter Jacob memang diperankannya dengan baik, namun tidak terlihat perkembangan sama sekali setelahnya. Ia tetap menjadi Jacob yang canggung dari awal sampai akhir film. Karakter satu dimensi. Saya sempat berharap Jacob berubah ketika ia mengetahui rahasia sebenarnya. Tapi itu tak terjadi. Di film pertama, Jacob lebih terlihat seperti petugas sensus yang kebanyakan nanya, dan juga terlihat sangat bingung, seperti anak magang yang baru mengenal dunia kerja. Kami tentu berharap lebih pada karakter ini di film kedua. Dan sepertinya hal itu bisa terwujud setelah melihat sedikit perbedaan yang ada pada diri Jacob, tepat di penghujung film.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s