Tak Berkategori

WHAT WE SAY – PETE’S DRAGON

pd-2

Director: David Lowery

Starring: Oakes Fegley, Bryce Dallas-Howard, Oona Laurence, Karl Urban, Robert Redford, Wes Bentley

Score: 7.8/10

Jika ada yang mengkomplain film Disney’s The Jungle Book tidak terlalu ramah bagi anak-anak, mungkin Pete’s Dragon bisa memberikan jawaban. Film Disney lainnya yang diangkat dari kisah lama tahun 70an ini menggambarkan secara tepat jika hutan itu tidak segelap dan semenakutkan yang kita kira. Namun, walaupun terkesan lebih bersahabat, Pete’s Dragon tetap memiliki daya magisnya sendiri. Selain berkat kecantikan visual, juga karena kisahnya yang mengharukan. Tidak salah jika Kamu beranggapan bahwa film ini adalah salah satu yang termanis di musim panas 2016.

pete

Film dibuka dengan memperknalkan penonton pada Pete (Fegley), seorang bocah lucu yang saat itu sedang berlibur bersama ayah dan ibunya. Sebuah insiden lalu membuat Pete harus menyelamatkan diri dan lari ke tengah hutan Pacific Northwest. Di sanalah Pete langsung bertemu dengan seekor naga sakti yang berwarna hijau dan bisa menghilang. Karena sama-sama sendirian di tengah hutan, dua makhluk ini kemudian berteman. Naga tersebut akhirnya dinamakan Elliot, yang merupakan nama dari karakter buku anak-anak yang sedang dibaca Pete ketika insiden berlangsung.

oakes

Enam tahun kemudian, Pete tumbuh menjadi persis seperti Mowgli di The Jungle Book, namun terlihat lebih lusuh. Bertelanjang kaki dan hanya menggunakan celana pendek, rambutnya gondrong tak beraturan, tubuhnya dekil, wajahnya keling, dan perilakunya seperti kera. Meskipun begitu, Pete hidup bahagia bersama Elliot dan rumah pohon mereka yang tinggi besar. Sampai suatu ketika Pete bertemu dengan seorang park ranger bernama Grace (Dallas-Howard), dan para penebang pohon yang dipimpin oleh Gavin (Urban).

pd-5

Jika Kamu sudah menonton The Jungle Book, kamu akan tersihir kembali di sini. Visual yang ditampilkan oleh Pete’s Dragon tidak kalah cantik walaupun tidak seramai dan se-bombastis Jungle Book. Set yang hanya berlokasi di hutan dan sekitarnya membuat film ini sederhana, namun tetap charming apa adanya. Warna hijau jelas sangat mendominasi dan seperti yang dikatakan, warna ini baik untuk kesehatan mata. Anyway, kemampuan- kemampuan Elliot yang lain juga bisa divisualisasikan dengan baik dan dampaknya cukup efektif dalam mendukung jalannya cerita.

pd-1

Keindahan visual Pete’s Dragon juga didukung oleh penyampaian yang ngena atau heartwarming told. Memasuki pertengahan film, kita dibuat sedih dan menduga-duga ketika Elliot sadar bahwa Pete memang membutuhkan kasih sayang sebuah keluarga yang sesama manusia. Ekspresi wajah naga tersebut sukses menyampaikan pesan dan perasaan pada audiens dan itu menjadi salah satu bagian favorit dan mengharukan di dalam film. Kita (yang tidak membaca bukunya) seperti tinggal menunggu waktu hingga saat kedua sahabat ini harus berpisah dan ya, setiap perpisahan itu menyedihkan bukan? So, siapkan saja tissue-mu, Cinefellas. :’)

petes 3

Penampilan sang naga juga turut didukung oleh cemerlangnya Oakes Fegley sebagai Pete. Selain bisa memperlihatkan betapa eratnya persahabatan dirinya dan Elliot yang aslinya berbentuk green screen, Oakes juga bisa menampilkan Pete yang benar-benar anak hutan seutuhnya. Ia adalah bocah yang tidak mengenal peradaban. Jauh lebih buruk dibanding Tarzan! Sikapnya ketika melihat manusia, dan mulai berkenalan dengan cara hidup yang berbeda cukup membuat kita simpati dan juga senyum-senyum sendiri. Perkembangan karakter ini juga tidak terlihat dipaksakan. Semuanya terasa alami dan ini membuat film semakin enak untuk diikuti. Thumbs up!

pd-6

Sayangnya, penampilan dua sahabat ini tidak dibarengi oleh karakter-karakter pendukung. Semua terlihat biasa-biasa saja dan sangat predictable. Robert Redford memberi dimensi lain dengan kisah yang Ia ceritakan, namun itu belum cukup. Bryce Dallas-Howard menjadi ibu yang terlalu penyayang dan seakan tidak punya rasa was-was. Karl Urban menjadi antagonis yang seperti setengah-setengah. Apakah dia adalah karakter yang sepenuhnya jahat? Karena ada suatu saat di mana Gavin terlihat bak orang konyol lewat sebuah dialog yang terkesan canggung. Lastly, Oona Laurence berperan sebagai Natalie, anak dari Grace yang berusia sepuluh tahun (kurang lebih) tapi bicaranya seperti wanita berumur 25 tahun.

pd-4

Terakhir adalah judulnya. As we know, the film’s title is Pete’s Dragon. But, it’s not showing much about Elliot. Film ini lebih mengarah ke Pete. Elliot masih seperti pemeran pendamping, bukan pemeran utama yang sejajar denga Pete. Betul bahwa film ini memang mengetengahkan seorang manusia dan temannya yang tidak biasa. Namun, dengan masih kurangnya screen time untuk Elliot, premis ini dirasa masih sedikit kurang mengena. Mungkin jika sutradara David Lowery juga memvisualisasikan saat-saat Paman Meacham (Redford) bercerita tentang Elliot, review ini akan sedikit berbeda. Tidak adil rasanya jika seseorang menceritakan tentang Elliot namun hanya lewat kertas dan kata-kata verbal saja.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s