Tak Berkategori

WHAT WE SAY – 3 SRIKANDI

sri 1

Director: Imam Brotoseno

Starring: Chelsea Islan, Tara Basro, Bunga Citra Lestari, Reza Rahadian, Donny Damara

Score : 8/10

Film Berbobot yang Dikemas Ringan dan Menghibur

Momen perilisan 3 Srikandi sangat pas karena saat ini atlet Indonesia sedang berlaga di ajang Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil. Film ini menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu pada tahun 2016. Apalagi para pemerannya adalah tiga perempuan yang karirnya cukup cemerlang di sinema nasional tahun ini. Mereka adalah Bunga Citra Lestari, Tara Basro, dan Chelsea Islan yang berperan sebagai Nurfitriyana, Kusuma Wardani, dan Lilies Handayani.

Masing-masing dari tiga perempuan ini juga beradu akting bersama aktor berbakat Reza Rahadian yang di film ini berperan sebagai Donald Pandiangan, seorang atlet panahan yang dijuluki “Robin Hood Indonesia” dan pernah menjadi juara di kejuaraan tingkat Asia.

sri 5

Film dibuka dengan kekecewaan Donald Pandiangan karena batal dikirim ke ajang Olimpiade tahun 1980. Pada saat itu Rusia melakukan invasi ke Afghanistan. Indonesia yang tidak setuju dengan agresi militer tersebut melakukan protes dengan tidak mengikuti olimpiade yang dihelat di Moscow. Padahal Indonesia saat itu sangat berpeluang meraih medali pertama di ajang olimpiade karena prestasi Donald yang menonjol.

Tujuh tahun kemudian, Indonesia kembali menaruh harapan ke atlet panahan. Udi (Donny Damara), pengurus persatuan panahan, membujuk Donald untuk bersedia melatih atlet panahan wanita. Setelah melakukan kompromi, Donald setuju melatih atlet wanita dengan syarat tidak ada yang mengintervensi metode pelatihannya.

sri 3

Para atlet panahan wanita dari berbagai provinsi pun bersiap mengikuti seleksi. Di antaranya ada tiga dara, Yana (Jakarta), Lilies (Surabaya), dan Suma (Makassar). Yana harus pandai-pandai mengatur waktu untuk menyelesaikan skripsi sembari berlatih. Ayahnya bersikeras agar ia segera menyelesaikan studinya. Sedangkan Suma mengalami dilema karena ia diterima sebagai PNS. Lilies yang berasal dari keluarga atlet sendiri juga mengalami konflik karena ibunya berniat menjodohkannya dengan pria yang tak dicintainya.

Ketiganya lolos seleksi dan gesekan antara pelatih dan atlet pun berkali-kali terjadi. Donald pun harus menahan kesabarannya menghadapi ulah atlet binaannya dan juga keraguan dari pengurus persatuan akan metode pelatihannya.

sri 2

Film 3 Srikandi meskipun memiliki pesan dan cerita yang berbobot, tapi dikemas dengan ringan sehingga penonton cukup terhibur dan tidak perlu keluar dengan kening berkerut-kerut. Pemilihan bahasa dalam dialognya juga ringan dan mudah dicerna sehingga film ini juga bisa dinikmati dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ketiga tokoh wanita dalam film ini juga mudah dicintai. Ketiganya memiliki karakter berbeda tapi sama-sama keras kepala dan teguh pendirian. Yana sebagai yang tertua nampak lebih tegas dan tenang, Kusuma sosok yang tenang dan suka memendam perasaan sendiri, sedangkan Lilies gadis yang ekstrovert, agak ceroboh, dan suka seenaknya karena merasa paling muda. Sementara Donald yang pernah mengalami kekecewaan besar, bersikap temperamental.

sri 6

Meskipun durasinya cukup lama, saya menikmati tontonan ini. Filmnya juga digarap cukup detil untuk menggambarkan suasana dan kondisi tahun 1980-1988, dari segi kostum, model rambut, tempat hiburan, dan juga lagu-lagu yang pernah hits masa itu. Ada tiga lagu kondang yang mewarnai lagu ini, yakni “Tentang Kita” milik Kla Project, “Ratu Sejagad” yang berirama riang yang dipopulerkan Vina Panduwinata; dan lagu “Astaga” dari Ruth Sahanaya. Lagu-lagu ini dulu sering diputar oleh paman dan tante, sehingga saya tak asing dengan lagu-lagu tersebut dan berasa nostalgia.

sri 4

Dari segi akting, meskipun penampilan Tara Basro dan Bunga Citra Lestari  dalam film ini bukan performa terbaik, namun aksi mereka tetap nyaman dinikmati dan luwes. Penampilan Chelsea lebih baik dibandingkan ketika berperan sebagai Illona di Rudy Habibie dan berhasil mencuri perhatian penonton. Untuk Reza Rahadian dan Dony Damara saya rasa tak perlu dikomentari. Keduanya tetap menunjukkan kelasnya sebagai aktor berbakat. Chemistry di antara ketiga atlet tersebut juga cair, seperti kakak beradik saja.

Di antara film-film yang dirilis Multivision Plus dari awal tahun 2016 hingga Agustus, inilah paling asyik dinikmati sebagai tontonan. Paketnya komplet, ada drama tentang perjuangan meraih mimpi yang mengharukan, sisipan romansanya, juga unsur-unsur yang mengundang tawa.

@Dewi_Puspa00

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s