Tak Berkategori

WHAT WE SAY – BANGKIT

bangkit

Director: Rako Prijanto

Starring: Vino G. Bastian, Acha Septriasa, Putri Ayudya, Deva Mahenra, Donny Damara, Ferry Salim, Ade Firman Hakim

Score: 7,5/10

Film Bencana yang Dekat dengan Keseharian

Sebuah bus tergelincir dan  merengsek ke luar badan jalan. Separuh badan bus sudah mengarah ke jurang.  Penumpangnya pun mulai histeris. Lalu datanglah pertolongan dari tim Search and Rescue (SAR) dengan Addri (Vino G. Bastian) yang berada di garda terdepan, mengevakuasi satu-persatu penumpang. Sebuah opening film yang cukup bagus untuk mengenalkan sosok heroik Addri dan pekerjaannya sebagai tim SAR di Jakarta Bangkit yang kemudian judul filmnya dipangkas menjadi Bangkit.

Adegan kemudian beralih ke kekuatiran Addri terhadap kondisi Jakarta yang dilanda hujan deras dan beberapa kawasan terendam banjir. Di tempat lain ada pasangan Arifin (Deva Mahenra) dan Denanda (Acha Septriasa) yang hendak melakukan pemberkatan di gereja. Arifin terpaksa kembali ke toko perhiasan karena cincin pernikahannya hilang. Saat hendak keluar dari parkiran di basement, banjir menyebabkan air memasuki basement. Arifin pun terjebak di dalamnya.

bangkit 6

Jakarta memang lekat dengan bencana banjir. Beberapa kali terjadi banjir dahsyat, seperti yang terjadi pada tahun 2007. Mungkin realita itulah yang menginspirasi Rako Prijanto untuk membuat film tentang bencana seperti ini. Pemilihan Jakarta sebagai lokasi film bencana pertama menurut saya sah-sah saja, karena Jakarta merupakan ibukota negara dan sudah lekat dengan citra sebagai kota yang tiap tahunnya kena banjir.

Dari segi premis, film ini memiliki cerita yang dekat dengan keseharian tapi jarang atau malah mungkin belum pernah disentuh oleh sineas film, kecuali film-film dokumenter. Dengan bantuan computer-generated imagery (CGI), maka penampakan bencana banjir  dan dampak gempa bumi pun terlihat dahsyat, meskipun di beberapa adegan masih terlihat kurang halus dan kurang menyatu.

vino

Dari segi pemain dan akting, Vino G Bastian sebagai Addri dan Putri Ayudya sebagai Indri, istri Addri, menonjol dalam film ini. Keduanya merupakan nyawa film ini. Indri terlihat begitu rapuh setelah mengalami berbagai peristiwa buruk selama bencana alam ini. Konflik antara keduanya di mana Indri mempertanyakan pilihan Addri apakah sebagai ayah yang melindungi keluarganya ataukah tim SAR yang menolong orang tak dikenal, berhasil menambah bobot drama dalam film ini. Addri juga merasa dilema dan menghadapi konflik batin untuk memenuhi dua peran sebagai ayah dan sebagai tim SAR.

Sedangkan Deva Mahenra dan Acha Septiasa sebagai pasangan kekasih juga memberikan performa yang tidak mengecewakan. Deva semakin luwes berakting, namun Ia sepertinya masih belum lepas dari perannya sebagai Bastian di sitkom Tetangga Masa Gitu ataupun ketika menjadi Cakra di Sabtu Bersama Bapak, atau mungkin perannya yang tipikal sehingga saya masih melihat sosok Bastian ataupun Cakra pada karakter Arifin.

deva 2

Sebenarnya keterbatasan dari sisi teknologi CGI film ini bisa ditutupi dengan akting pemainnya dan alur yang rapi. Namun sayangnya, alur film ini kurang rapi. Ada beberapa adegan yang lompat-lompat, tidak tereksekusi dengan baik. Beberapa plot hole juga agak mengganggu kenyamanan saat menonton. Satu lagi yang membuat saya berpikir keras adalah konsistensi dari bencana alam itu sendiri. Bencana alamnya terkesan pilih-pilih lokasi, padahal Jakarta tidaklah luas. Alhasil ketika menonton film ini, di benak yang terbayang adalah peta Jakarta dan situasi banjir 2007 yang pernah saya alami. Situasi chaos karena bencana alam juga kurang terlihat, sehingga terkesan kurang detil.

bangkit 2

photo credit: @VinoGB_Friends (Twitter)

Meskipun demikian, saya tetap mengacungi jempol untuk proyek film yang diproduksi oleh Suryanation, Oreima Films, dan Kaninga Pictures ini. Pesan dalam film ini bagus di mana warga dan pemerintah sebaiknya juga mulai saat ini memikirkan rencana mitigasi bencana dari  pencegahan, deteksi bencana, hingga langkah-langkah tindakan ketika bencana itu benar-benar terjadi. Selain itu, solusi dalam film ini yang mengaitkan dengan sejarah bangunan zaman Belanda juga menarik dan bisa menarik pecinta sejarah untuk mengadakan kegiatan napak tilas terkait dengan bangunan tersebut.

Film berdurasi dua jam ini juga tidak bakal membosankan. Ada banyak adegan yang menawarkan drama dan juga ketegangan. Kamu akan seolah-olah diajak merasakan ketegangan, bagaimana seandainya berada di situasi bencana saat itu juga.

@dewi_puspa00

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s