Tak Berkategori

HYPE – POKEMON GO, Hollywood, and Augmented Reality

pokemon 2

Belakangan ini dunia sedang dilanda demam Pokemon GO, sebuah game di mana kita bisa menjadi pokemon trainer yang kerjanya menangkap pokemon-pokemon yang tersebar luas di lingkungan sekitar. Permainan ini sangat booming, bahkan tak jarang kini kita bisa melihat beberapa pokemon yang tiba-tiba muncul di beberapa acara khusus yang bersifat spesial dan masif. Untuk dunia perfilman, contoh terbarunya adalah keberadaan Squirtle (salah satu nama pokemon) yang secara mengejutkan muncul di gala premiere film Star Trek: Beyond di London, Inggris. Tidak tanggung-tanggung, makhluk lucu berbentuk kura-kura berwarna biru terang ini menghadang laju aktor Idris Elba yang sedang sibuk berfoto ria di White Carpet. Tak pelak, momen ini langsung tersebar luas dan jadi bahan guyonan di media sosial dan direspon oleh ratusan user.

squirtle

Selain bisa meramaikan, ternyata Pokemon Go juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk promosi film yang efektif. Film Hands of Stone dengan jeli memasang salah satu pokemon yaitu Hitmonchan dalam foto terbarunya. Foto yang memperlihatkan aktor Edgar Ramirez yang sedang bertinju ini malah terlihat lucu dengan kehadiran pokemon yang satu ini. Akun Twitter The Weinstein Company men-tweet foto tersebut pada tanggal 13 Juli 2016, disertai dengan caption: these things are everywhere. Sebuah bentuk promosi yang sangat kekinian, tidak kaku namun masih relatable, dan sukses meningkatkan awareness masyarakat mengingat filmnya sendiri masih akan dirilis satu bulan lagi. Lebih jauh, kanal Deadline menulis bahwa Legendary Pictures sudah memiliki rencana untuk membuat film Pokemon Go! Sejauh ini pihak Legendary dan Pokemon USA sedang melakukan negosiasi rahasia dan berusaha untuk mengamankan hak atas pembuatan film tersebut, yang mana akan ditampilkan dalam format live-action. Ingat, semua ini terjadi kurang lebih satu minggu saja. Luar biasa. 😀

hitmonchan

Anyway, kehadiran Pokemon GO ini tidak terlepas dari teknologi yang sedang hangat-hangatnya, yaitu Augmented Reality (AR) atau beberapa orang menyebutnya sebagai Hyper Reality. Nah, di artikel kali ini kami akan membahas sedikit mengenai apa sih Augmented Reality itu, dan di film apa saja ia ditampilkan.

aug·men·ted re·al·i·ty
.noun.
     a technology that superimposes a computer-generated image on a user’s view of the real world, thus providing a composite view.

Atau bisa kita artikan secara brutal sebagai realita yang dipoles atau di tambah-tambahkan. Cara kerja Augmented Reality (AR) ini adalah memberikan informasi tambahan dalam bentuk data, gambar, ataupun suara ke dalam viewport pengguna, misalkan layar, speaker, atau sinyal sinyal tak kasat mata lainnya. AR adalah salah satu teknologi yang paling pesat perkembangannya dalam dunia teknologi saat ini setelah AI atau Artificial Intelligent (Google Now, SIRI, Cortana, JARVIS!).

pokemon 1

Sedikit kembali ke Pokemon GO. Fenomena AR yang terjadi dalam permainan ini adalah di mana para trainer harus berpindah tempat (secara harfiah memindahkan smartphone mereka) ke tempat di mana ada pokemon yang akan ditangkap. Lalu device akan mengirimkan informasi perpindahan kita sebagaimana kita menggunakan aplikasi Waze atau Google Maps, dan akhirnya pokemon yang diincar muncul di layar seolah-olah pokemon itu sedang menghadap kita (beneran menghadap kita, jarang ditemukan ada kasus pokemonnya membelakangi user). Setelah itu? Langsung deh kita bisa “Catch ‘em All!!”. Itulah sekilas tentang pokemon dan kaitannya dengan AR. Walaupun sebenarnya Pokemon GO Bisa dikategorikan sebagai AR yang sederhana dan “ketinggalan jaman” dibanding, misalnya aplikasi IKEA Furniture, tapi siapa peduli. Yang penting gue happy. Yang penting gue bisa “Catch ‘em all”. Selesai perkara. 😀

tony 2

Masuk ke film, sebenarnya sudah banyak film yang meramalkan bagaimana kerennya teknologi AR ini. Contoh yang paling terkenal adalah AR yang muncul di film Iron Man. Di situ karakter Tony Stark bisa melihat informasi kondisi Iron Man suit nya langsung di depan mata. Ataupun di laboratoriumnya yang super keren itu di mana Tony “mengetuk – ngetuk” udara solah olah sedang mengoprasikan komputer lab nya. Disinilah kunci dari AR, di mana mata kita “dibuai” oleh informasi yang langsung dikirim ke depan kita tanpa harus repot membuka internet ataupun buku dan membuat dinding antara yang nyata dan yang fana menjadi buram.

Dan terakhir, bagaimana masa depan AR? Apa dampaknya bagi kehidupan bermasyarakat? Well, yang patut dipertanyakan adalah sisi kemanusiaannya yang semakin lama akan semakin menipis seiring dengan berkembanya teknologi. Bayangkan kita tidak perlu berkenalan dengan seseorang karena Augmented Reality sudah menyediakan informasi tentang orang yang kita tuju. Hasilnya kita meninggalkan apa yang biasanya disebut dengan tegur sapa, berkenalan, dan berbincang. Kita tidak perlu berbasa basi lagi ketika ingin menanyakan informasi tentang seseorang karena semuanya sudah tersedia di dalam realita buatan. Sampai akhirnya orang–orang hanya berbicara dengan asisten digital mereka dan semakin mengasingkan diri di keramaian.

cc

Gambaran bagaimana masa depan AR sebenarnya cukup jelas ditampilkan dalam film Creative Control (2016). Tetapi untuk pendahuluan singkat gambaran (atau prediksi) bagaimana masa depan dari teknologi ini, kamu bisa kita nonton di dalam film pendek berjudul Hyper-reality karya Keiichi Matsuda, yang menggambarkan sisi kelam masa depan Augmented Reality.

Deni D. Arta (@LensamassaFIBUI)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s