Tak Berkategori

WHAT WE SAY – RUDY HABIBIE

rudy 1

Director: Hanung Bramantyo

Starring: Reza Rahardian, Chelsea Islan, Dian Nitami, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, Dian Nitami, Donny Damara, Boris Bokir, Cornelio Sunny, Gph Paundrakarna, Pandji Pragiwaksono

Score: 7,8/10

Cerita Rudy Habibie Semasa di Aachen

Sukses dengan film perdananya, Habibie & Ainun yang mampu meraup lebih dari empat juta penonton, maka Rudy Habibie juga diharapkan mampu mengulang kesuksesan tersebut. Jika menilik dari kualitas filmnya secara keseluruhan, Rudy Habibie memang layak direkomendasikan sebagai film yang perlu ditonton selama liburan lebaran kali ini.

rudy 2

Film ini memiliki latar waktu sebelum kisah pertemuan Habibie dan Ainun semasa dewasa. Dikisahkan Bacharuddin Jusuf Habibie yang akrab disapa Rudy (Reza Rahadian) hendak mengikuti ujian masuk di Rhenisch Wesfalishe Tehnische Hochscule, Aachen, Jerman. Iapun diantar seorang pastor mencari rumah penduduk yang mau menampung dirinya. Banyak yang enggan menampung dan menolak karena tidak pernah mendengar nama Indonesia. Namun, akhirnya ia menemukan rumah sederhana dimana untuk keperluan mandi ia masih harus menuju pemandian umum.

Rudy kemudian berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia yang juga hendak belajar di RWTH Aachen. Ia diolok-olok oleh sebagian mahasiswa Indonesia senior karena dianggap orang kaya karena membayar biaya pendidikannya sendiri, bukan dari beasiswa. Meskipun demikian Rudy akhirnya mendapatkan kawan-kawan dekat yang terkagum-kagum akan kejeniusannya.

Oleh karena ingin mewujudkan mimpinya membuat industri pesawat terbang dan berkontribusi bagi tanah air, maka Rudy berkeinginan menjadi ketua perhimpunan pelajar Indonesia (PPI) di Aachen. Ia bersaing dengan Panca (Cornelio Sunny) yang sering mengintimidasinya. Konflik pun semakin keruh. Di masa-masa itu Rudy bertemu dengan Illona Ianovska (Chelsea Islan), gadis Polandia yang selalu mendukungnya.

rudy 3

Film drama Indonesia memang umumnya masih tak jauh-jauh dari tema percintaan. Ya tema ini memang yang paling laku selain genre komedi dan horor. Begitu pula dengan Rudy Habibie atau prekuel dari Habibie & Ainun ini.

Meskipun berlatar RWTH, tempat Habibie menimba ilmu di bidang dirgantara, kisah romansa antara Rudy dan Illona lebih kental dibandingkan proses Rudy belajar tentang pesawat. Bahkan proses Rudy belajar tentang merancang pesawat terbilang minim sehingga cerita dalam ini bisa disebut lebih menekankan pada konflik di PPI dan hubungan romansa Rudy dan Illona.

Dengan durasi lebih dari dua jam, pada seperempat film saya menikmati film ini. Adegan flashback yang menceritakan Rudy kecil bersama teman-teman dan keluarganya asyik dinikmati. Di situ dikisahkan Rudy sejak kecil memang memiliki minat terhadap pesawat terbang dan hal tersebut didukung penuh oleh ayahnya (Donny Damara).

rudy 1

Interaksi Rudy bersama mahasiswa asing dan juga pekerja asing dimana ia bekerja juga nampak cair. Kesan bertele-tele mulai terasa ketika Rudy berkecimpung di PPI dan hendak membuat seminar pembangunan. Konflik yang terjadi antara kelompok Rudy dan kelompok Panca menurut saya agak berlebihan dan lama-kelamaan menjadi begitu drama. Begitu pula dengan hubungan romansanya dengan Illona, awal-awal terasa nyaman dinikmati, tapi kemudian menjadi sesuatu yang terasa berlebihan dan membuat lelah.

Namun film ini masih lebih bagus dibandingkan film perdananya dan selain keterbatasan dari segi plot yang agak bertele-tele, secara keseluruhan film ini bagus dan layak ditonton ramai-ramai saat liburan lebaran kali ini.

rudy 2

Saya memberikan kredit kepada Reza Rahadian yang begitu total memerankan Rudy Habibie. Dari segi mimik yang mirip dengan lagak Habibie asli dan bagaimana ia menguasai dialog bahasa Jerman, layak diacungi jempol. Dialog berbahasa Jermannya cukup banyak dan itu bisa dibilang tidak mudah.

Chelsea Islan sebagai Illona juga di awal-awal film mudah mengundang simpati dengan kepribadiannya yang terbuka dan tulus. Ada berbagai alasan mengapa ia mencintai Indonesia. Tapi Chelsea terkadang masih terjebak over acting, begitu juga di film ini.

rudy 3

Teman-teman Rudy membuat film menjadi cair. Ada Poltak (Boris Bokir) dengan buta warnanya, Ayu (Indah Permatasari), yang seorang putri Solo, Peter (Pandji Pragiwaksono) yang rasional dan praktis, juga Liem Keng Kie (Ernest Prakasa), yang menjadi sahabat dekatnya. Dari segi antagonis, Panca juga memberikan penampilan yang lumayan.

Yang saya sukai dalam film ini adalah pesan-pesan nasionalis dan tentang pluralisme. Dalam beberapa adegan Rudy nampak bingung ketika sedang kalut dan tidak menemukan masjid. Ia pun kemudian berdoa di gereja karena ia menganggap tempat ibadah memiliki tujuan sama yaitu berdoa dan mengagungkan penciptanya.

@Dewi_Puspa00

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s