Tak Berkategori

WHAT WE SAY – X MEN: APOCALYPSE

x poster

Director :  Bryan Singer

Cast : James McAvoy, Michael Fassbender, Jennifer Lawrence, Oscar Isaac, Nicholas Hoult, Rose Byrne, Evan Peters, Sophie Turner, Lucas Till, Tye Sheridan, Kodi-Smit McPhee, Ben Hardy, Alexandra Shipp, Olivia Munn

Score: 8,5/10

Spoiler Alert

X-Men:Apocalypse tayang di Indonesia pada tanggal 18 Mei 2016, melanjutkan tren film Marvel yang hadir lebih dulu di Tanah Air daripada di negara-negara lain. Belum genap sebulan setelah Captain America:Civil War tayang di Indonesia, kali ini Marvel Studios harus berhadapan dengan 20th Century Fox dalam menjaga hegemoninya di Tanah Air. Berikut kami sajikan ulasan dari X-Men:Apocalypse. Ingat! Ini spoiler review, dan kamu sudah diperingatkan. 🙂

xx

Kesan Retro dan Propaganda

Film ini merupakan lanjutan dari film X-Men: Days of Future Past (2014). Semenjak film X-Men:First Class (2011) hadir di hadapan penggemar, kita disajikan nuansa vintage Amerika Serikat dari sekitar tahun 1960an sampai dengan 1980an beserta pesan-pesan propaganda Perang Dingin. Film X-Men:Apocalypse berlatar di tahun 1983, sepuluh tahun setelah peristiwa Washington yang hampir mengubah takdir manusia dan mutan. Di film kali ini kita bisa kembali melihat adanya muatan Propaganda Perang Dingin melalui adegan Storm yang sedang menonton televisi, karena disinilah terdapat berita tentang persaingan antara Amerika Serikat dan Uni-Soviet. Sesuai dengan jiwa zamannya pula, para karakter melakukan penyesuaian gaya berpakaian yang terlihat perbedaannya dari setiap film X-Men yang ada.

Special Effect, Soundtrack, Action

20th Century Fox menjadi studio yang berpengalaman dalam menggarap film X-Men, dan hal ini terlihat dengan nikmatnya soundtrack, special effect yang dramatis dan aksi yang spektakuler. Soundtrack di film ini terbilang unik karena penonton dibawa untuk menikmati lagu-lagu keren di tahun 80an. Selain itu penonton juga dibuat merinding dengan lagu-lagu yang mengiringi prosesi upacara kebangkitan Apocalypse, sensasi Mesir Kuno layaknya di film The Mummy dapat dirasakan oleh penonton melalui adegan ini. Adegan-adegan aksi yang disajikan juga terasa lebih “nonjok”, terutama saat Professor X bertarung dengan Apocalypse. Ya, film ini bukan untuk anak-anak karena banyak adegan kekerasan di dalamnya.

q

Untuk poin Soundtrack dan Action, 20th Century Fox harus bergembira karena kedua hal ini disajikan dengan apik sehingga lebih berkesan ke penonton. Kedua hal ini kurang kita dapatkan di film Captain America: Civil War garapan Marvel Studios. Sementara itu, special effect yang disajikan juga terbilang keren. Adegan kehancuran yang dibuat oleh Apocalypse beserta keempat Horsemen disajikan sungguh dramatis dan Quicksilver (Evan Peters) menjadi salah satu karakter yang cukup dimanja dengan bantuan CGI.

Storyline dan Kostum

Sepuluh tahun setelah film X-Men:Days Of Future Past, kita akan melihat Professor X kembali mengoperasikan sekolahnya. Murid-murid baru dari berbagai kalangan satu per satu muncul untuk bersekolah disana. Salah satu murid barunya adalah Scott Summers (Tye Sheridan) alias Cylops, yang akhirnya berjumpa dengan saudara kandungnya sendiri Alex Summers (Lucas Till) alias Havok. Uniknya, Havok diceritakan sebagai kakak dari Cyclops padahal Ia dikenal sebagai “adik nakal” Cylops dalam komik. Memang karakter Havok muncul lebih dulu di X-Men First Class, jadi sepertinya ini adalah eksperimen dari Bryan Singer sehingga melihat Havok sebagai kakak dari Cylops adalah hal yang wajar.

cyclops

Selain itu kita juga berjumpa dengan Psylocke (Olivia Munn) yang diperlihatkan sebagai seorang body guard . Dalam komik, Psylocke diceritakan sebagai mutan berkebangsaan Inggris bernama Elizabeth Braddock yang tubuhnya ditukar dengan tubuh seorang wanita Jepang yang handal dalam bela diri, sayangnya wajah Olivia Munn sama sekali tidak bercorak Asia Timur dan logat bicaranya sangat bergaya Amerika. Di film tidak banyak hal yang dijelaskan mengenai latar belakang karakter yang satu ini.

x-jet

Film ini juga memperlihatkan pesawat X-Jet desain terbaru yang dirancang oleh Beast (Nicholas Hoult), sayangnya pesawat yang justru digunakan oleh tim X-Men adalah sebuah pesawat yang bentuknya mirip dengan pesawat Ghost Hawk II yang terdapat di film GI JOE Retaliation (2013). Selain pesawat sebagai kebutuhan operasional tim, tentunya ada kostum yang digunakan untuk bertarung. Kostum hitam yang digunakan oleh para mutan saat menghadapi Apocalypse terlihat buruk karena warnannya yang polos, di akhir film para X-Men mengenakan kostum baru yang jauh lebih keren.

mystique

Karakter Raven (Jennifer Lawrence) alias Mystique menjadi sorotan para penggemar karena porsinya di film ini cukup besar. Sebagian penggemar tidak akan menyukai trilogi First Class karena Mystique dijadikan karakter utama. Tapi, karena Dia adalah seorang mutan berkemampuan shape-shifter, rasanya wajar saja jika Raven menjadi karakter utama. Kemampuan yang dimilikinya membuat Mystique menjadi tokoh pelaku sejarah alias penentu nasib para karakter yang ada di dunia film X-Men. Efek Mystique yang besar kembali muncul di di X-Men: Apocalypse, di mana Ia menjadi panutan bagi mutan-mutan muda yang sedang mencari jati diri.

apo 1

Musuh utama para X-Men di film ini adalah Apocalypse, mutan pertama yang hidup di era Mesir Kuno dan kemudian dibangkitkan di era modern. Cukup aneh melihat Apocalypse yang berusaha mencari pengikut di zaman modern tanpa bantuan seorang pun, absennya karakter Mister Sinister di film ini membuat Apocalypse kurang meyakinkan. Di dalam beberapa versi komik dan kartunnya, Mister Sinister adalah tangan kanan Apocalypse yang membantunya dalam mencari para mutan yang akan dijadikan Four Horsemen. Perbedaan lainnya terdapat di karakter Angel ( Ben Hardy). Di dalam film Angel mendapat sayap baru dan menjadi Archangel melalui kesaktian Apocalypse, padahal Mister Sinister merupakan sosok yang mendesain Angel menjadi Archangel.

apo 4

Finally, kita akan melihat kisah CLBK antara Professor X (McAvoy) dan Moira MacTaggert (Rose Byrne). Karakter Agen MacTaggert kembali hadir di film X-Men: Apocalypse setelah sempat absen di film sebelumnya. Karakter Magneto (Michael Fassbender) di film ini memberi kita pandangan baru terhadap sosoknya yang antagonis, karena sisi-sisi kekeluargaan dan hubungan bromance-nya dengan Professor X ditonjolkan dengan cara yang lebih segar. Sayangnya, PR untuk film ini ternyata masih sama yaitu masalah pengembangan universe. Belum ada kreasi dan rencana jangka panjang yang jelas layaknya Marvel Cinematics Universe.

@D_Sdw

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s