Tak Berkategori

WHAT WE SAY – MARS (Mimpi Ananda Raih Semesta)

IMG-20160409-WA000

Director: Sahrul Gibran

Starring: Kinaryosih, Acha Septriasa, Chelsea Riansy, Teuku Rifnu Wikana, Cholidi Asadil Alam, Jajang C. Noer, Yati Surachman, Ence Bagus, Fuad Idris

Score: 7.2/10

Spoiler alert!

Multi Buana Kreasindo menggandeng Sahrul Gibran untuk membuat sebuah film bertema keluarga dan pendidikan berjudul MARS: Mimpi Ananda Raih Semesta. Film ini diperankan oleh aktor-aktor Indonesia ternama serta didukung oleh institusi baik pemerintah maupun swasta, seperti Kemendikbud, Kemenpora, Telkom Indonesia, BNI, Tahir Foundation, dan Dua Kelinci. Setelah melihat nama-nama tersebut, semestinya kita boleh berharap banyak dari film ini, bukan?!

DSC_0218

Seorang ibu bernama Tupon (Kinaryosih) dari desa Gunung Kidul, Yogyakarta bercita-cita melihat anaknya mencapai “Lintang Lantip” atau bintang cemerlang yang merujuk pada planet Mars. Ia percaya Sekar Palupi, anak semata wayangnya, dapat mencapai “Lintang Lantip” dengan pengetahuan-pengetahuan yang anaknya dapatkan dari bersekolah. Bukan maksud Sekar kecil (Chelsea Riansy) untuk membangkang kemauan ibunya, ia benci sekolah karena teman-temannya yang nakal. Untung saja, sang Ayah (Teuku Rifnu Wikana) segera pulang dari mencari nafkah di Wonogiri dan membuat Sekar dan Ibunya kembali bersemangat. Akhirnya mereka menemukan sekolah baru yang lebih cocok untuk Sekar. Sayangnya sang Ayah harus pergi ke alam baka lebih cepat. Beban di pundak Tupon pun semakin berat.

DSC_1048

Akan tetapi, Tupon tidak menyerah terhadap segala keterbatasan dan kemalangan yang datang padanya, begitu juga dengan Sekar. Akhirnya, Sekar dapat tumbuh menjadi gadis cantik, pintar, dan lulus dari SMA. Sekar dewasa (Acha Septriasa) pun berhasil memikat hati seorang pengusaha dari kota. Akan tetapi, ia belum puas dengan pendidikan yang ditempuhnya. Ia masih ingin berkuliah. Tupon sangat senang dengan semangat anandanya itu. Ia pun rela ditertawakan orang-orang ketika menolak lamaran pengusaha itu karena lebih memilih melihat Sekar menjadi sarjana.

Banyak hal yang dikorbankan oleh Tupon demi pendidikan Sekar. Akan tetapi banyak juga kebahagiaan serta kebanggaan yang memenuhi jiwanya. Saya masih ingat bagaimana Kinaryosih mengekspresikan kebahagiaan Tupon ketika melihat Sekar memakai seragam sekolah pertama  kalinya. Ekspresi wajah itu membuat saya sebagai penonton ikut merasakan kebahagiaannya.

kinar

Kabarnya, Kinaryosih sempat mengalami kecelakaan sehingga ia terpaksa melanjutkan pengambilan gambar dengan otot kaki yang putus. Akan tetapi, saya tidak menemukan adegan yang menjadi cacat akibat cidera Kinaryosih itu. Well done, Kinar!

Selain penampilan Kinaryosih yang cukup baik di sini, saya juga ingin memuji penampilan si aktor cilik Chelsea Riansy. Ia berhasil memerankan tokoh Sekar Palupi kecil dengan manis dan terasa alami. Dialek Jawa yang ia gunakan pun terdengar cocok, bahkan membuat saya semakin gemas. Untuk Acha, mohon maaf. Saya rasa saya mulai bosan dengan performamu yang begitu-begitu saja. Akan tetapi, saya akui, Acha memang jago berakting menangis sehingga selalu berhasil membuat saya ikut merasa sedih.

DSC_0536

Tentu tidak ada hal yang mutlak sempurna di dunia ini. Film MARS pun memiliki kekurangan, terutama dalam proses pengeditan. Jika ditanya, “Film ini bercerita tentang apa?” kita dapat menjawab, “Perjuangan seorang ibu mengirim anaknya menggapai cita-cita melalui sekolah”. Akan tetapi, banyak peristiwa atau adegan yang terasa sangat tidak masuk akal. Tiba-tiba ada tokoh yang hilang, tiba-tiba ada tokoh yang muncul, tiba-tiba sudah di luar negeri. Banyak sekali bagian-bagian yang tidak terkoneksi dengan baik sehingga menimbulkan banyak kejanggalan dan kekosongan pada cerita. Akhirnya, tidak ada kesan yang mendalam. Film yang diharapkan dapat mengaduk-aduk emosi penonton ini pun menjadi terkesan datar dan hambar.

mars

Selain masalah pengeditan, saya juga merasa terganggu dengan tata rias film ini. Tata rias Tupon yang menua sepuluh tahun dari sebelumnya sangat berlebihan. Semua rambut di kepalanya menjadi beruban, bahkan bulu matanya! Astaga!!! Tata rias untuk Sekar dewasa juga tidak cocok. Sekar kecil begitu manis dengan kulitnya yang berwarna cokelat. Sepuluh tahun kemudian, Sekar dewasa berubah menjadi gadis cantik berkulit putih. Perubahannya begitu drastis.

IMG-20150930-WA0199

Film yang juga mengambil gambar di University of Oxford ini tetap perlu diapresiasi walaupun masih memiliki berbagai kekurangan. Tidak mudah lho, untuk mengambil gambar di Oxford, apalagi di perpustakaannya yang juga menjadi lokasi syuting Harry Potter. Saya dengar kabar bahwa mereka harus memberikan dana jaminan milyaran rupiah untuk pengambilan gambar di sana.

Gambar-gambar yang ditampilkan juga indah, baik pemandangan Gunung Kidul maupun pemandangan ketika Sekar melanjutkan pendidikan di Inggris. Secara keseluruhan, saya juga dapat mengerti pesan yang ingin mereka sampaikan. Seperti yang dikatakan oleh Pak Anies Baswedan di klip pembuka, “Lokasi lahir bisa di mana saja, lokasi mimpi harus di langit”.

@Rainadellanij

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s