Tak Berkategori

WHAT WE SAY – ZOOTOPIA

zoo 2

Director: Byron Howard, Rich Moore, Jared Bush

Starring: Ginnifer Goodwin,  Jason Bateman, Idris Elba,  Alan Tudyk,  J.K. Simmons, Octavia Spencer, Shakira, Maurice LaMarche

Score: 10/10

A perfect movie for everyone in this world!

Apa fabel favoritmu saat kecil? Si Kancil yang cerdik? Kura-Kura yang bisa mengalahkan Kelinci saat lomba lari? Kebanyakan dari kita pasti pernah membaca dongeng fabel yang tidak hanya menunjukkan binatang yang lucu-lucu namun juga memberikan pesan moril yang sangat berharga. Kini, Disney Animation mengangkat fabel ke level yang lebih tinggi. Sebuah karya terbaik yang berasal dari sebuah pertanyaan yang juga sederhana namun membuat kita berpikir; bagaimana jika hewan berevolusi layaknya manusia? Hasilnya, a furry-ious slap on the face! Namun kita tetap tertawa karenanya. 🙂

zootopia 2

Zootopia berfokus pada karakter kelinci dari desa kecil bernama Judy Hopps (Goodwin). Sedari dulu, Judy ingin sekali menjadi polisi. Namun sayang, karena dia adalah seorang kelinci yang notabene adalah makhluk yang kecil dan lemah, impian Judy selalu ditertawakan oleh teman-temannya. Bahkan, ayah ibunya sendiri pun meragukan kemampuan anaknya ini untuk bisa menjadi ZPD (Zootpia Police Departement). Tidak menyerah dengan keadaan, Judy berlatih keras di akademi hingga dirinya diangkat oleh Mayor Lionheart (Simmons) dan ditugaskan di Kota Zootopia langsung! Ibarat mimpi yang jadi nyata, Judy senang bukan main. Tapi dalam hatinya, Ia merasa harus lebih membuktikan diri karena orang tuanya yang masih sangsi, walaupun bangga terhadap prestasi Judy.

zootopia 2

Sesampainya di Zootopia, Judy merasa takjub. Ibarat New York, Zootopia adalah kota yang besar, terdiri dari beberapa distrik, dan masyarakatnya sangat heterogen. Mulai dari binatang terkecil hingga terbesar, dari yang karnivora hingga herbivora, semuanya hidup bersama-sama. Moto hidup Judy, yaitu “whatever you are, you can be anything in Zootopia” juga berasal dari kehidupan kota ini. Sayang, semuanya langsung berbalik ketika Judy memulai hari-hari pertamanya sebagai polisi. Ketidakramahan penduduk kota langsung menghantam Judy. Mulai dari diskriminasi, stereotipe, hingga kecurangan yang terjadi akibat tuntutan ekonomi. Semua ini kemudian membuat Judy sadar bahwa Zootopia tidak “seenak” yang diduga. Siapa suruh datang ke kota?

zootopia

Namun semuanya tidak berhenti sampai disitu saja. Akibat ditugaskan hanya sebagai “tukang tilang” ZPD, Judy mengambil risiko dengan menangani sebuah kasus hilangnya beberapa warga Zootopia. Petunjuk kemudian menuntunnya kepada Nick Wilde (Bateman), seekor rubah yang berprofesi sebagai penipu ulung (ya, sifat alaminya). Dua partner yang saling tidak akur ini akhirnya harus menghadapi masalah yang lebih besar lagi dari sekedar “orang hilang”; pluralisme, toleransi, dan perdamaian.

zoo 3

Jika berbicara teknis, Zootopia juara. Bagi saya, film ini menampilkan animasi yang sangat baik. Mungkin yang terbaik dari yang pernah saya lihat seumur hidup. Grafisnya sangat lembut, hingga saya merasa ingin sekali mengelus-elus Judy dan binatang-binatang berrambut lainnya. Tidak jarang pula penonton merasa gemas dengan penampilan para binatang pengerat yang “pelihara-able”! Detail dari Zootopia juga patut diacungi empat jempol. Bagaimana mereka menggambarkan setiap distrik, mulai dari Tundra Town yang dingin, Sahara Square yang gersang, hingga Rainforest District yang lembab sangat memanjakan mata dan akan membuat anak kecil akan bermimpi sebagai walikota. Oh iya, seluruh binatang dari segala ukuran mendapatkan tempat di Zootopia dan ini menjadi nilai plus lainnya. Bagaimana bisa ketiga sutradara ini berhasil memasukkan beragam spesies di satu kota dan spesies-spesies tersebut hidup dengan enak di sana? Siapa coba yang kepikiran untuk membuat pengering badan bagi Kuda Nil, dan kota khusus binatang pengerat yang konsepnya mirip dengan “chinatown” di kota-kota besar? That’s briliant!!

zootopia 1

Riset yang mendalam juga tidak sia-sia dilakukan oleh sutradara Byron Howrad dkk. Mereka berhasil menampilkan ciri khas film ini yaitu hewan yang bekerja layaknya manusia, namun masih memiliki sifat aslinya. Dan Byron mengunakan ini untuk menyindir kita semua. Mau contoh? Well, karakter Flash misalnya. Kukang yang satu ini merupakan pegawai kantor DMV di Zootopia. Jujur, scene ketika Nick dan Judy bertemu dengan Flash adalah saat yang paling memorable karena tidak hanya super lucu dan super ngeselin, tapi juga super nyindir! Jika dilihat-lihat, ternyata kelakuan Flash sama persis dengan para pekerja kantor lokal seperti tempat pembuatan SIM, KTP, dan lain-lain. Kami tidak tahu apakah hal ini juga berlaku di Amerika namun jika konteksnya adalah Jakarta, INI NGENA BANGET!! 😀

zoo 1

Selain itu, isu stereotipe yang sering kita alami juga mereka tunjukkan secara jelas lewat sifat-sifat hewan yang mereka tampilkan di Zootopia. Bagaimana Judy diperlakukan tidak adil karena kelinci dianggap makhluk yang lemah, bagaimana Nick mengalami masa lalu yang tidak baik karena kodratnya dan tidak dipercaya karena dia adalah rubah itu seperti penggambaran bahwa masih banyak lho di antara kira yang belum bisa menerima perbedaan. Dan ketika film ini masuk ke area yang lebih luas lagi yaitu minoritas-mayoritas (atau kuat-lemah), Zootopia menunjukkan bahwa ini bukan hanya film yang menghibur dan sarat makna tapi juga penting dan memiliki urgensi. Disney selalu mengambil isu yang bersifat universal dan mungkin Zootopia adalah isu terberat mereka. Namun dengan penggarapan yang apik dan riset mendalam, Zootopia nailed it all! Ini adalah evolusi animasi bagi Disney.

zoo 2

So, buat kamu yang masih berpikir film ini overrated, you wrong! Perpaduan antara kekuatan impian yang kerap berbenturan dengan realita, dengan sindiran sosial yang saya bahas di atas membuat Zootopia menjadi sebuah masterpiece. Ditambah dengan karakter yang pas, seperti Nick Wilde yang “Jason Bateman banget” karena terkesan sneaky but charming, dan Ginnifer yang sepertinya sangat pas mencerminkan perempuan masa kini yang semakin mandiri dalam diri Judy, Zootopia adalah kegirangan paripurna. They deserved it. 🙂

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s