Tak Berkategori

WHAT WE SAY – PRIDE AND PREJUDICE AND ZOMBIES

ppz

Director : Burr Steers

Starring : Lily James, Sam Riley, Bella Heathcote, Douglas Booth, Ellie Bamber, Millie Brady, Suki Waterhouse, Charles Dance, Jack Huston, Sally Philips, Lena Heady

Score: 6/10

Jane Austen yang lebih bergigi. Sayang tidak menggigit sama sekali.

Well, mungkin ada yang salah dalam penyebutan judul untuk film ini. Bagi saya, PPZ bukanlah “Pride and Prejudice and Zombies“, melainkan “Pride and Prejudice………. and Zombies“. Ya, banyak titik-titiknya. Mengapa? Karena alih-alih menjadi sebuah gore twist dari mahakarya Jane Austen, PPZ seakan hanya menempelkan zombie beserta wabah The Black Plague di dalamnya. Mereka memang eksis, tapi ya sekedar eksis saja. Sia-sia. Beruntung, walaupun tingkat kebrutalan dan ke-zombie-an film ini terasa kurang, set, lokasi, costume design, dan terutama adegan-adegan aksi Lily James yang sama sekali tidak mudah patut diacungi jempol. Selain itu, Lily yang awalnya berperan sebagai Cinderella ini kembali menampilkan karakter wanita yang kuat, tangguh, dan tentu juga bisa dijadikan role model.

To succeed in polite society, a young woman must be many things. Kind… well-read… and accomplished. But to survive in the world as WE know it, you’ll need… other qualities.” – Elizabeth Bennett

ppz

PPZ mengisahkan keluarga Bennett yang terdiri dari Mr. Bennett ( Dance ), Mrs. Bennett ( Phillips ) beserta kelima putri mereka; Liz ( James ), Jane ( Heathcote ), Lydia ( Bamber ), Marry ( Brady ), dan Kitty ( Waterhouse ). Dengan semakin tuanya tuan dan nyonya Bennett, mereka ( terutama nyonya Bennett ) semakin risau akan masa depan kelima putrinya. Seperti yang kita tahu, jika Tuan Bennett wafat, harta warisan seperti rumah besar dan lain-lain akan sia-sia karena dia tidak memiliki seorang anak lelaki. Maka dari itu, sang ibu berusaha sekuat tenaga untuk membujuk dan mempertemukan anak-anaknya kepada calon suami yang sesuai alias tampan, berasal dari keluarga bangsawan, dan tentunya kaya raya.

ppz 1

Saking getolnya sang ibu, kelima Bennett iru akhirnya harus menuruti perintah dan pergi ke sebuah pesta yang turut dihadiri oleh dua pria incaran seluruh wanita; Mr. Bingley ( Booth ), dan Mr. Darcy ( Riley ). Benar saja, Mr. Bingley kemudian jatuh hati kepada Jane, sedangkan Mr. Darcy mulai “mentolerir” dan mengenal Liz. Semua intrik ini terjadi di tengah ketegangan wabah The Black Plague yang melanda Inggris Raya dan tepat di acara itu muncullah hal yang membuat seluruh rangkaian kacau-balau yaitu serangan mayat hidup! Terdesak oleh situasi, di saat inilah The Bennett Sisters mulai mengeluarkan kepribadian asli mereka. Tanpa basa-basi, mereka membasmi satu demi satu mayat hidup dengan sabetan pedang dan pisau-pisau yang awalnya disembunyikan di balik gaun yang indah. Oke, sepertinya jangan ajak mereka lagi ke prom manapun setelah ini ya Cinefellas! 🙂

JM8_6472.NEF

Melihat kelima gadis ini menghabisi mayat hidup dari jarak dekat walaupun hanya ditampilkan di sedikit adegan cukup membuat takjub. Ingat, mereka melakukan ini dengan memakai gaun dan korset, so tidak mudah tentunya untuk melakukan gerakan koreografi yang rumit, apalagi mereka bertarung ramai-ramai. Lebih jauh, koreografi dari para karakter di PPZ memang menjadi salah satu senjata utama. Saking diandalkannya, ada dua fighting scene yang mengharuskan para cast untuk bertarung sambil berdialog sekaligus! Salah satu scene yang kami maksud adalah ketika Liz marah kepada Mr. Darcy dan mulai berduel satu lawan satu. Denag bumbu humor yang terselip, koregorafi yang mereka lakukan di sini sungguh menakjubkan. Dua karakter ini adalah petarung terhebat di dalam film, dan melihat keduanya berantem karena masalah hati dengan cara seperti ini rasanya tidak biasa! This fighting scene is really working, and also delightful to watch! Really like it.

ppz 3

Sayang, koreografi ini tidak dibarengi oleh pendalaman karakter. Mungkin para pemeran terlalu sibuk berlatih fisik hingga lupa akan karakternya masing-masing. Selain Lily James, The Bennett Sisters yang lain tidak menonjol sama sekali. Suki Waterhouse, yang menjadi salah satu top billed cast di antara mereka berlima, tenggelam. Tersia-siakan aktingnya. Bella Heathcote pun sama. Walaupun dia memiliki affair dengan Mr. Bingley, chemistry-nya tidak terasa. Flat and almost boring!

parsons

Dari sekian banyak bintang muda, Lily James dan Sam Riley menjadi yang terbaik. Riley, dengan suaranya yang parau tingkat dewa, sukses menampilkan tokoh Mr. Darcy yang keras kepala, arogan, dan angkuh bukan main. Anyway, Jack Huston cukup berkarisma sebagai Letnan Wickham. Oh iya lupa! Sebenarnya ada satu karakter lagi yang membuat film ini lebih enjoyable. Dia adalah Parsons Collins ( Smith ). Pria flamboyan yang jago memuji ini adalah scene stealer karena setiap kehadirannya berhasil membuat penonton tertawa. Dia tidak lucu memang, namun entah kenapa kepribadiannya yang canggung dan unik membuat Parsons Collins begitu otentik dan selalu dinanti. Sungguh, dia butuh menit bermain yang lebih lama. 😀

ppz 2

Di luar koreografi dan penampilan beberapa karakter tersebut, tidak ada yang bisa menyelamatkan Pride and Prejudice and Zombies. Walaupun ada beberapa momen mengagetkan, tapi itu belum cukup karena efeknya hanya sesaat saja. Apalagi dengan beberapa plot holes dan karakter yang tidak jelas, sungguh PPZ membuat saya bertanya-tanya tidak nyaman bukan menjadi penasaran. Film ini masih seperti Pride and Prejudice yang lama. Oke lah tak apa, namun ini bukan film zombie yang benar-benar diinginkan. Semoga setelah ini tidak ada lagi film adaptasi novel yang mencampur unsur mayat hidup di dalamnya ya.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s