Tak Berkategori

WHAT WE SAY – THE REVENANT

rev 2

Director : Alejandro G. Innaritu

Starring : Leonardo DiCaprio, Tom Hardy, Domnhall Gleeson, Will Poulter

Score: 8/10

Everybody is on fire, and they are at the top of the game.

Kalimat ini sungguh cocok untuk menggambarkan The Revenant, film yang unggul di segala lini. Ceritanya memang simpel, yaitu tentang upaya balas dendam seorang pemburu berhama Hugh Glass (Di Caprio) kepada Fitzgerald (Hardy). Namun cara Hugh untuk membalaskan dendamnya benar-benar tidak simpel sama sekali. Hugh harus berjuang sendirian melawan keganasan alam Amerika yang waktu itu masih “virgin”! Semuanya makin sulit karena Hugh menjalani setengah dari hari-hari tersebut dengan luka berat akibat bertarung melawan beruang Grizzly.

rev 1

Saya tidak ingin membahas seberapa hebatnya teknik penyutradraan Innaritu karena terlalu rendah rasanya untuk membicarakan hal tersebut pada film ini. Yang paling saya sukai dari The Revenant adalah masalah yag lebih besar. Value yang ingin mereka sampaikan, sekaligus concern utama film ini sejak masa pra-produksinya; lingkungan. Lingkungan sekitar yang menjadi latar film ini benar-benar diekspos habis keindahannya. Mulai dari hutannya yang lebat, padang saljunya yang seputih porselen, aurora yang magis, dan airnya yang bikin haus. Semuanya ditampilkan se-natural mungkin dan sangat memperlihatkan komitmen penuh Innaritu terhadap The Revenant. Bagi kamu yang belum tahu, Innaritu dan timnya membutuhkan waktu lima tahun untuk riset hingga mereka menemukan lokasi yang sesuai di Kanada. Selain itu, beberapa masalah juga sempat menghampiri seperti set yang kebanjiran ketika Innaritu pergi untuk merayakan kemenangan “Birdman”. Banyak pengorbanan yang dilakukan olehnya, para aktor, dan segenap kru dan semuanya bertujuan mulia; untuk memperingatkan kita agar menjaga Bumi tercinta, karena pemanasan global benar-benar nyata.

rev 5

Tidak sembarangan aktor yang bisa ditunjuk oleh Innaritu guna memerankan Hugh Glass di film ini. Dengan tuntutan yang tinggi, seorang aktor biasa mungkin akan menyerah begitu saja jika dipaksa berperan di sini. Maka dari itu, dibutuhkan seseorang yang tidak biasa dan pilihan tersebut jatuh ke orang yang tepat, Leonardo DiCaprio. Statusnya sebagai duta lingkungan membuat peran Hugh sangat cocok dengannya. Dan ya, Leo menunjukkan kapasitasnya dengan segala cara.

revenant 2

Perlu diingat, Leo hanya memiliki sedikit dialog di sini. Selebihnya, Leo menggunakan mimik muka, dan sorotan mata sebagai senjata utama untuk menyampaikan kata-katanya. Tenggorokan Hugh sudah robek di awal film karena dihajar beruang Grizzly. Mau tidak mau Leo hanya bisa sunyi hingga menjelang akhir film. Tapi jangan sangka, walaupun hanya raut muka dan sorotan mata, Leo berhasil menyampaikan apa yang Ia rasa kepada kita dengan sempurna. Penderitaan Hugh Glass yang sangat berat dan menyedihkan membuat kita turut bersimpati padanya. Bravura Performance yang Leo tampilkan ketika bangkit dari kubur sungguh intens dan memilukan. FYI, Bravura Performance seperti itu adalah salah satu akting yang sangat sulit dan tentunya berpeluang untuk memberimu piala.

rev 7

Tapi tidak hanya Bravura Performance dan fighting scene dengan beruang yang membuat Leo berisnar di The Revenant. Klimaks dari komitmen Leo adalah ketika dirinya tidur meringkuk di dalam perut kuda selama badai salju menerpa! Itu gila!! Saya berani taruhan, tidak ada satu aktor pun selain dia yang mau dan rela memindahkan seluruh jeroan kuda, kemudian langsung tidur di dalam tubuhnya di saat yang sama. That’s why Leo is so special right here. Tidak salah bagi kamu yang berkata bahwa The Revenant adalah “The Passion of Leo“. Ia melakukan semuanya dalam kondisi yang luar biasa, bahkan tidak segan hingga melukai dirinya sendiri dengan sengaja. Leonardo DiCaprio patut medapatkan Oscar pertamanya.

rev 2

Hal lain yang menjadi keunggulan film ini adalah “The Locals”, alias masyarakat Indian. Mereka berperan penting sebagai katalisator film dari menit-menit awal. Innaritu tidak menyia-nyiakan talenta mereka sedikit pun, terbukti beberapa tokoh Indian menjadi tokoh kunci di film ini. Mereka sukses membangkitkan excitement karena ketika kita mengetahui ada masyarakat Indian yang mendekat, maka akan ada pertumpahan darah. Atau setidaknya hal-hal yang mendebarkan. Scoring apik hasil racikan Ryuchi Sakamoto sukses membuat setiap momen terasa berkesan. Saking impresifnya akting mereka,  Innaritu tidak lupa untuk berterima kasih sebesar-besarnya saat memberikan pidato kemenangan di Critics Choice Awards bulan lalu.

rev 1

The Revenant adalah sebuah drama kelas berat yang memukau tentang cara bertahan hidup. Film ini sarat makna dan rugi kalau dilewatkan begitu saja. Bahkan, jika kamu memilih untuk menontonnya lewat layar yang lebih kecil. Percayalah, kamu akan kecewa karena cinema experience sesungguhnya dari film ini, yaitu bagaimana vivid-nya Innaritu menggambarkan alam liar dan seberapa “sakit” nya akting Leo, hanya bisa dirasakan secara maksimal lewat layar yang lebih besar dan lebar. Selebar kesempatan film ini untuk memborong piala Oscars yang tersedia akhir Februari nanti.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s