Tak Berkategori

WHAT WE SAY – THE FINEST HOURS

fh 1

Director : Craig Gillespie

Starring : Chris Pine, Ben Foster, Casey Affleck. Keiynan Lonsdale, Holliday Grainger, Eric Bana, John Ortiz, Kyle Gallner, John Magaro, Graham McTavish, Rachel Brosnahan, Beau Knapp, Josh Stewart, Abaraham Benrubi

Score : 7.9/10

Serangan pertama Disney di tahun 2016 ini cukup berhasil.

Ber-setting “jadul”, The Finest Hours diawali dengan sebuah kencan buta antara dua pemeran utama. Chris Pine memerankan Bernie Webber, seorang penjaga pantai yang tidak hanya tampan, namun juga betul-betul patuh dan mengikuti aturan. Bernie di satu sisi terlihat seperti laki-laki ganteng yang sopan dan tidak suka aneh-aneh, namun di sisi lain malah terkesan “culun” karena sikapnya tersebut. Malam itu Bernie dijadwalkan bertemu dengan Miriam ( Grainger ), pasangan blind-date nya yang sudah jadi teman mengobrol sejak lama. Miriam sendiri bukan seperti wanita kebanyakan, apalagi di masa itu. Miriam adalah orang yang berani, malah kadang suka ngotot sendiri. Hubungan cinta antara Bernie dan Miriam menjadi pembuka yang cukup penting karena komitmen mereka yang ingin segera menikah pada tanggal 16 April 1952.

miriam

Sayang, 15 menit pertama film, yang menuturkan kisah antara Bernie dan Miriam, terasa agak membosankan. Mungkin ini karena saya sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana chaos-nya Pendleton. Drama yang tersaji di awal terbilang biasa saja, bahkan hampir “corny”. Sutradara Gillespie seakan-akan hanya memberitahu kita bahwa Bernie dan Miriam akan segera menikah. Lucunya adalah, justru Miriam yang melamar Bernie! Well, ini menjadi seusatu yang menarik di tengah “kebosanan” awal ini karena biasanya karakter pria yang lebih agresif. Miriam memang bukan wanita biasa. Cintanya terhadap Bernie sangat dalam. Bernie pun sama, namun tidak menunjukkannya secara blak-blakan. Dan ketika Bernie ditugaskan untuk pergi menyelamatkan Pendleton, kita akan melihat secara jelas seberapa besarnya cinta Miriam terhadap Bernie yang ditampilkan dengan baik oleh aktris Holliday Grainger.

Di lain tempat, badai besar menghantam Pantai Timur Amerika. Kapal tanker SS Pendleton menjadi korbannya. Tidak kuat menahan amukan ombak, kapal ini langsung terbelah dua! Dari dua sisi yang terbelah tadi hanya satu yang masih bisa bertahan, dan kru yang ada di dalamnya pun panik dan mulai ketakutan. Berpacu melawan alam dan waktu, di sini kita diperkenalkan pada Ray Sybert ( Affleck ), yang mana adalah karakter terkuat di dalam film. Kalem, cerdas, dan menguasai seluk-beluk kapal, Sybert menjadi tumpuan rekan-rekannya yang lain untuk setidaknya menyelamatkan diri.

fh 4

Ada dua babak yang sangat menegangkan dari film ini. Pertama adalah ketika SS Pendleton terbelah dua dan harus terus diakali agar bisa berjalan sendiri. Kedua adalah aksi gila Bernie dan tiga rekannya yang merupakan volunteer. Kerennya, The Finest Hours berhasil membuat dua babak berbeda ini memiliki keunggulan masing-masing sebelum keduanya bertemu. Untuk Pendleton, tidak ada kata lain selain ketakutan. Ketakutan jelas terpancar dari wajah para awak kapal yang tahu bahwa maut berada tepat di hadapan mereka. Walaupun begitu, para kru masih menyimpan harapan lewat strategi dan perhitungan jitu Tuan Sybert. Tidak ada yang bisa berpikir jernih dalam situasi ini, maka ketika Ia mengeluarkan usul-usul briliannya, saya juga ikut terpana karena itu masuk akal dan berhasil walaupun untuk sementara.

affleck

Scene stealer juga dimiliki babak ini. Dan “gelar” itu tidak berasal dari satu orang saja melainkan beberapa orang, alias ensemble cast dari SS Pendleton. Kamu pernah bermain “pesan berantai”? Berhasil melakukannya dengan mulus hingga orang terakhir? Well, jangan bangga dulu! Kamu harus coba pesan berantai a la The Finest Hours! Mengapa? Karena para awak Pendleton menggunakan cara ini untuk berkomunikasi antara mereka yang berada di luar dan di dalam kapal. Guna mencari shore agar kapal mereka bisa “nyangkut”, Tuan Sybert menggunakan segala cara termasuk meanfaatkan beberapa kru untuk melakukan pesan berantai ini. Dan sungguh, pesan berantai a la The Finest Hours merupakan pesan berantai tersulit dan terpanjang yang pernah saya lihat! 🙂

pine

Bagaimana dengan aksi Bernie dkk? Menakjubkan! Dia tidak pernah menyerah sedikitpun ( bahkan berani membangkang atasannya ) untuk menyelamatkan kru Pendleton walaupun kapalnya diobrak-abrik badai hingga atapnya lepas dan kompasnya menghilang. Selain itu, tiga orang lainnya yaitu Andy Fitzgerald ( Gallner ), Ervin Maske ( Magaro ), dan Richard Livesey ( Foster ) bukan tempelan semata. Mereka punya peran masing-masing walupun memang kendali penuh dipegang oleh Bernie “si pemalu”. Ben Foster kembali menunjukkan penampilan gemilang! Logat Boston-nya sangat aneh di sini, namun memang begitulah seharusnya. Setelah memukau di The Program, Ben kembali bermain apik. Ia patut diapresiasi!

Menggunakan kapal kecil untuk menyelamatkan 33 kru di tengah badai terburuk membutuhkan teknik animasi tingkat tinggi. Dan disinilah Disney beraksi. Animasi dan Special Effect dari film ini patut diacungi jempol! Ombak-ombaknya sangat nyata! Gemuruh suaranya memekakkan telinga! Mengerikan! Walaupun di-shot pada saat malam hari, namun itu tidak berpengaruh banyak. Justru semakin menambah tingkat mendebarkan film ini. Penonton akan diajak berpetualang melawan ombak setinggi 70 kaki beberapa kali, dan saya tidak ragu untuk menyarankanmu menonton film ini dalam format IMAX agar sensasinya lebih terasa. Walaupun ada dua adegan yang agak tidak masuk akal, namun itu semua tertutupi karena saya sendiri sudah terlanjur larut dalam keseruan ini. Human factor menjadi poin lain, di mana emosi dari keempat pahlawan tersebut membuat penyelamatan ini semakin tak ternilai harganya.

finest 1

Overall, The Finest Hours adalah tontonan drama kisah nyata yang seru, menegangkan, dan tentunya sarat makna. Kita tahu bahwa ini akan happy ending, tapi perjuangan untuk mencapai titik tersebut sungguh tidak mudah. Penuh perhitungan, pembangkangan, keberanian, dan keberuntungan. The Finest Hours adalah kisah penyelamatan heroik nan ajaib yang tidak boleh dilupakan. This movie is better than you expected! 🙂

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s