Tak Berkategori

WHAT WE SAY – THE PROGRAM

program 2

Director : Stephen Frears

Starring : Ben Foster, Chris O’Dowd, Jesse Plemons, Lee Pace, Dustin Hoffman, Dennis Menochet, Laura Donelly, Guillaume Canet

Score : 7.5/10

Membuat sebuah film yang menceritakan tentang skandal besar tentu tidaklah mudah. Apalagi skandal tersebut adalah kasus doping terheboh di dunia olahraga hingga saat ini. Tugas pun semakin berat jika kamu tahu bahwa sang atlet yang dimaksud masih hidup dan bukannya tidak mungkin akan menonton filmmu juga. Salah riset sedikit, bisa berakibat fatal. Singkatnya, risiko yang diambil sutradara Stephen Frears ( The Queen, Philomena ) sangat tinggi bagi film The Program. Tidak ada jalan pintas. Frears harus mendalami kasus Lance Armstrong secara mendetail. Beruntung, dia cukup berhasil walaupun dirinya seakan-akan terlihat seperti seorang pembalap yang tergesa-gesa dan tidak sabar untuk mencapai garis finish.

foster 3

Bagi kamu yang berharap scene balap sepeda a la Tour de France mendominasi film, siap-siap kecewa. Mungkin kamu belum baca preview kami hehehe… The Program tidak berfokus pada balap sepeda yang dijalani Lance Armstrong, melainkan drama hebat di dalam kasus yang menimpanya. Maka dari itu, jangan heran jika adegan balap sepedanya minim. Hanya beberapa etape yang ditampilkan dan itu pun etape-etape penting karena memperlihatkan stamina, dan kemampuan konfrontasi Lance yang luar biasa. Namun, jangan salah, Cinefellas! Walau sedikit, gaya sinematografi yang ditunjukkan oleh cinemtorgapher Danny Cohen ( The King’s Speech ) berhasil membuat tiap scene balapan menjadi hidup. Gaya sweeping-nya membuat kita seakan-akan ikut menaiki tenjakan, berbelok, melewati lawan satu-persatu, turun lagi, dan menang dengan mudah. Minimnya scene balapan bukanlah sebuah kekurangan. Hal tersebut memang dibutuhkan. Lance sudah memakai doping selama 7 seri Tour de France jadi wajar saja jika Frears lebih berfokus pada betapa ribetnya kasus ini, dan betapa gigihnya usaha Lance menutupi kebohongan ini.

program 1

Buntut dari rentang waktu yang panjang adalah Frears harus bisa membuat The Program merangkum semua kejadian penting dalam skandal Lance Armstrong dengan baik. Mulai dari Lance yang masih rookie, kemudian kalah dan tergoda memakai EPO, terkena kanker, bangkit, kemudian bertemu dengan dokter Ferrari dan seterusnya semua harus ditampilkan. Karkater-karakter lain pun harus dimaksimalkan karena bisa menjadi kunci dalam mengungkap kasus ini. Hebatnya, Frears tidak ragu untuk tancap gas, dan well.. dia sedikit tidak beruntung kali ini. Walau cukup rinci, namun The Program jadi terasa terlalu cepat. Masa demi masa berlalu begitu saja. Ya, kami memang paham bagaimana awal mula kasus Lance, proses pengumpulan bukti oleh David Walsh, semua makna yang terkandung di dalamnya hingga akhirnya bam! Mengejutkan. Tapi semua itu masih terasa cepat. Frears seakan tidak menggunakan rem. Apa mungkin dia juga sedang mengkonsumsi EPO, makanya film ini tidak mau berhenti? 😀

7C6A2355.CR2

Lance sedang bersantai di rumahnya. Di mana isteri dan anak-anaknya?

Anehnya lagi, dalam kecepatan seperti ini ada satu momen yang dirasa sangat tidak penting namun justru masuk ke dalam film. Momen tersebut adalah ketika Lance tiba-tiba terlibat sebuah pembicaraan singkat dengan seorang wanita setelah mengisi sebuah acara dan TADAAA!!! Mereka menikah! Sorry to say, tapi momen pernikahan Lance adalah yang paling buang waktu di sini. Mubazir, Om Frears! Lebih baik scene itu dibuang atau diganti dengan pendalaman “etape” yang lain daripada meninggalkan pertanyaan besar; apa yang dilakukan Lance kepada keluarganya, dan adakah peran keluarganya ( seperti memberikan dukungan moril dan semacamnya ) terhadap Lance saat Ia menjalani masa-masa sulit? Nihil. Tidak ada yang tahu karena pernikahannya berlangsung begitu saja. Seperti sebuah formalitas. 😦

foster 1

Beruntung mereka memiliki deretan cast yang baik. Ben Foster cemerlang sebagai Lance Armstrong yang sukses memerankan kehidupan sang mantan juara dunia yang naik-turun. Jujur, saya bingung untuk menilai karakter Lance sepanjang film karena sesungguhnya Ia adalah orang yang baik. Setelah menonton The Program, saya baru sadar bahwa Lance Armstrong adalah salah satu manusia paling ambisius di dunia. Winning mentality-nya sungguh luar biasa! Sayang, dia memilih jalan yang salah. Namun apa lacur, sudah terlanjur juara, sayang jika berakhir begitu saja. Maka dari itu, Lance tetap melaju untuk mendapatkan gelar demi gelar karena rasa laparnya yang natural dan pengaruh obat yang sudah mulai fatal. Di satu sisi, Lance adalah inspirasi banyak orang karena kekuatan dan keberhasilanya melewati masa-masa sulit. Di sisi lain, setelah membalap dan juara, Lance menjadi orang yang “durhaka” karena lupa diri. Saking lupanya, Ia menjadikan masa-masa sulitnya dulu sebagai tameng utama.

foster 2

Masih mengenai Ben Foster, ternyata tidak hanya kualitas aktingnya yang patut diacungi jempol. Komitmen yang tinggi juga harus diapresiasi. Ia rela melakukan apapun untuk film ini, termasuk menurunkan berat badan ke tingkat yang ekstrim! Di dalam film bisa dilihat bagaimana Ben menunjukkan hasil transformasi “diet kanibal” nya, dan itu terlihat sempurna. Bisep tangannya langsung hilang semua! Selain itu, keputusan Ben yang turut menggunakan obat yang sama dengan Lance di bawah pengawasan dokter membuat aktingnya sungguh natural. Cara dia memotivasi diri dengan kata-kata “i’m flying”, lalu menambah air ke darahnya agar bisa menyentuh angka 4.99999, dan juga “ritual-ritual kotor” lainnya membuat kita tercengang dan membayangkan jika Lance Armstrong asli melakukan semua ini sendiri.

chris

Lastly, performa Ben didukung oleh penampilan ciamik dari aktor lainnya. Walaupun ada dua nama kondang seperti Dustin Hoffman, dan Lee Pace yang turut meramaikan film ini, justru Chris O’Dowd yang keluar dengan brilian sebagai David Walsh. Aktor yang lebih dikenal sebagai komedian ini sampai harus jatuh bangun menghadapi Lance yang seperti dicintai seluruh dunia. Aktor lain yang tidak kalah mentereng adalah Jesse Plemons sebagai Floyd Landis, salah satu anggota tim US Postal yang menjadi kartu AS film ini. Muncul di pertengahan film, Floyd langsung membawa dinamika baru di dalam tim karena tidak ingin berbohong. Hubungannya yang tidak terlalu baik dengan Lance, dan nasib yang menimpanya di kemudian hari membuat kita mengasihi karakter yang bisa dibilang menjadi korban skandal Lance.

floyd

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s