FRESHMOVIE

FRESHMOVIE – THE REVENANT

rev 2Director : Alejandro G. Innaritu

Starring : Leonardo DiCaprio, Tom Hardy, Domnhall Gleeson, Will Poulter

( N. One who has returned, as if from dead. )

Film hasil adaptasi dari sebuah novel berjudul sama yang terinpirasi dari kisah nyata karangan Michael Punke dan buku lainnya yang berjudul “Here Lise Hugh Glass: A Mountain, A Bear, And The Rise Of The American Nation” karangan Jon T. Coleman ini langsung mendapatkan “Oscar buzz” yang sangat kencang karena selain dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, film ini juga disutradarai oleh Alejandro G. Innaritu, dan sinematografer Emmanuel Lubezki, yang berhasil memenangkan Best Picture lewat Birdman di Oscar tahun lalu. Sedikit membahas cerita, The Revenant mengisahkan tentang usaha balas dendam seorang penjelajah sekaligus pemburu bernama Hugh Glass ( Di Caprio ), yang ditinggal mati oleh kelompoknya sendiri dengan cara dikubur hidup-hidup dan menjadi magsa seekor beruang.

rev 3

Selain dibintangi oleh Di Caprio, aktor lain yang turut meramaikan film ini adalah Tom Hardy, yang berperan sebagai sesama pemburu bernama John Fitzgerald. Hardy sendiri adalah aktor yang semakin disegani, terutama lewat penampilan gemilangnya di Mad Max : Fury Road dan Legend. Kemudian ada Domnhall Gleeson yang baru saja menjalankan tugas sebagai General Hux di Star Wars : The Force Awakens. Untuk darah mudanya ada Will Poulter aktor masa depan Holluwood dari The Maze Runner. Masih belum cukup? Mungkin kamu butuh sedikit sihir yang ditampilkan lewat suguhan megah sinematografer Emmanuel Lubezki, yang men-shot seluruh adegan film ini dengan hanya memanfaatkan cahaya alam! Apa? Masih kurang juga? Hmm… mungkin kamu butuh piknik. 🙂

rev 1

Menyandang predikat sebagai film dengan tingkat pengambilan gambar tersulit, sutradara Alejandro Innaritu patut berbangga hati. Ini dikarenakan proses produksi The Revenant memakan waktu dan tenaga yang sangat banyak. Asal kamu tahu Cinefellas, proyek film ini dimulai lima tahun sebelum Birdman ada! Bahkan, mungkin saat itu Birdman belum terpikirkan idenya.

rev 4

Kedua adalah masalah tempat. Alih-alih tertarik dengan ceritanya yang sarat dengan unsur petualangan, Innaritu justru lebih tertarik pada lingkungan sekitarnya. “Lingkungannya, landscape-nya, apa yang disajikan di awal abad ke 19 sangat menarik dan luar biasa bagiku,” ungkap Innaritu saat diwawancarai oleh majalah EMPIRE. Maka dari itu, Innaritu tidak sembarangan dalam memilih tempat. “Obsesiku adalah pergi ke sebuah lokasi yang belum pernah dilihat sebelumnya, yang mana belum disentuh oleh manusia. They are absolutely virgin”. Tunggu, mana ada tempat seperti itu? Di Amerika memang tidak ada. Tapi di Kanada, semuanya tersedia. Jika kamu sudah melihat beberapa gambar The Revenant, pasti kamu akan takjub dengan visualisasi tempatnya yang terlihat sangat cantik, namun juga sangat kejam dan tak kenal ampun. Dan ya, usaha Innaritu selama lima tahun tidak sia-sia karena tempat ini benar-benar ekstrim. “Orang-orang jatuh sakit, atau kamera yang ada jadi rusak, atau kamu tidak bisa menggerakkan kaki karena kedinginan. Segalanya menjadi tiga kali lipat lebih sulit”.

rev 6

Apa yang membuat Innaritu sebegitu getol dengan The Revenant? Jawabannya adalah kapitalisme. “Waktu tersebut merupakan awal dari kapitalisme yang kita hidupi sekarang ini. Orang-orang ini adalah mereka yang melayani tujuan industri, yang mana menjadi dasar sumber daya utama dari ekonomi Amerika Serikat pada masa itu; membunuh binatang dan membuatnya menjadi topi berbulu yang kemudian dijual ke Eropa”. Jelas sutradara asal Meksiko ini. So, jelas sudah. Lewat pernyataan tadi, lingkungan jmejadi concern utama Innaritu kali ini. Sudah tidak level baginya untuk menyindir Hollywood yang sedang demam superhero! 🙂

rev 7

Anyway, kembali ke masalah alam, ada beberapa fakta unik yang menunjukkan bahwa proses syuting The Revenant sempat mengalami hambatan dikarenakan pemanasan global. Innaritu dan tim awalnya telah pergi ke Calgary untuk mengharapkan turunnya salju demi scene terakhirnya. Namun apa yang mereka dapatkan? Hanya cuaca terpanas di musim dingin yang pernah tercatat dalam sejarah kota tersebut. “Sangat menakutkan,” ungkap Innaritu. Dan baginya, pemanasan global sendiri ada kaitannya dengan tindakan sembrono, yang telah dilakukan oleh Hugh Glass dan para pembayarnya di zaman dulu. “Mereka tidak pernah bisa berinteraksi dengan alam. Lihat apa yang merka lakukan! Mengubah pohon menjadi meja sialan! Mereka tidak memiliki respect terhadap sesama makhluk hidup. Mereka membunuh binatang kemudian mengubahnya menjadi topi. Kurasa itu adalah sebuah kesalahan besar”.

rev 5

Alam dan keserakahan manusia, yang dikemas secara indah lewat gambar yang terus bergerak mengikuti irama dan memanfaatkan cahaya alam. The Revenant akan membuat kita tidak hanya kagum, namun juga paham dan sadar dengan pesan besar yang mereka bawakan. Ditambah dengan performa Leo dan Tom yang memukau ( keduanya mendapat nominasi di Oscar tahun ini ), kami yakin pesan tersebut akan tersampaikan dengan baik. “Jika itu yang yang kamu lihat dan rasakan, aku senang. Jika kami mencapai titik tersebut, kami berhasil” tutup Innaritu.

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s