Tak Berkategori

WHAT WE SAY – SINGLE

single poster

Director : Raditya Dika

Starring : Raditya Dika, Annisa Rawles, Chandra Liow, Babe Cabiita, Pandji Pragiwaksono

Score : 6/10

Spoiler detected!

Setelah tujuh tahun tidak memproduksi film komedi romantis, Soraya Intercine Films menggandeng Raditya Dika sebagai “nilai jual”-nya. Radit adalah orang yang tepat! Ia berhasil membawa Single menuju Box Office Indonesia seperti film-film yang pernah diproduksi Soraya Intercine Films sebelumnya, yaitu Eiffel I’m In Love (2003), Apa Artinya Cinta? (2005), dan Chika (2008). Baru sehari tayang pada tanggal 17 Desember 2015 lalu, tiket Single dikabarkan sold out dengan sangat cepat di bioskop-bioksop Indonesia.

single 1

Film ini bercerita tentang Ebi ( Raditya Dika ) yang belum pernah pacaran dan memiliki kesulitan dalam mendekati cewek. Para sahabatnya, Victor ( Babe Cabiita ) dan Wawan ( Pandji Pragiwaksono ) yang merasa sudah melampaui Ebi karena sudah punya pacar memotivasi Ebi untuk segera punya pacar juga. Apalagi sejak adiknya, Alva ( Frederik Alexander ), akan segera menikah dan ibunya meminta Ebi untuk membawa seorang cewek cantik ke pernikahan Alva. Karena itulah, Ebi semakin merasa jauh di bawah adiknya yang sudah mapan. Kemudian, Ebi bertemu dengan Angel ( Annisa Rawles ), mahasiswi kedokteran yang tinggal di rumah kos yang sama dengan Ebi. Namun, usaha pedekate Ebi tidak semulus yang dibayangkan karena kedatangan Joe ( Chandra Liow ), abang-abangan Angel dari Groningen, Belanda. Ebi dan Joe bersaing untuk mendapatkan Angel sampai akhirnya mengancam persahabatan Ebi, Victor, dan Wawan.

single 7

Berbeda dengan film-film Radit sebelumnya, Single tidak diadaptasi dari buku-buku best seller karangannya, sehingga ide cerita dan skenarionya masih sangat orisinil. Namun, skenarionya tidak seindah yang dibayangkan. Lelucon-lelucon yang dilemparkan terkesan sangat tanggung alias tidak terlalu lucu. Hanya beberapa penggalan dialog yang mengundang tawa. Untungnya, drama yang dimunculkan sangat terasa, apalagi dengan adanya tokoh Ibu Marjan ( Rina Hasyim ), seorang ibu lanjut usia yang mengidap penyakit Alzheimer. Peran Ibu Marjan cukup penting dalam film ini, selain untuk menambah unsur drama, Ibu Marjan adalah sosok misterius yang akan membawa penonton menuju twist di akhir film.

single 6

Dari segi cerita, Single tidak menceritakan suatu kisah yang unik dari tokoh Ebi yang mengejar cinta Angel. Dengan kata lain, konfliknya sangat “pasaran” dan solusinya dengan mudah dapat ditebak penonton.  Padahal, masing-masing tokoh memiliki karakter yang sangat kuat, sehingga ada ciri khas dari setiap tokoh yang akan dikenang oleh penonton. Klimaks film ini adalah saat Ebi, Victor, dan Wawan bertengkar di Bali. Ebi diduga terlalu ikut campur pada percintaan Victor dan Wawan dengan pacarnya masing-masing. Tetapi, pertengkaran mereka tidaklah sengit, malah cenderung datar. Dialog perdebatan mereka dan suasana pertengkarannya pun kurang emosional. 😦

single twitter

Raditya Dika adalah aktor yang cocok dalam memerankan tokoh Ebi. Sebagai Ebi, Radit selalu memasang tampang melas sehingga membuatnya pantas dikasihani. Setiap gesture dan tingkah lakunya pun membuat saya pribadi geregetan. Annisa Rawles, sebagai aktris pendatang baru, memang pantas memerankan Angel dengan hatinya yang baik dan wajahnya yang cantik seperti bidadari. Ada ketenangan tersendiri saat saya melihat Angel tersenyum di setiap adegannya. Jadi, pantaslah jika sosok seperti dirinya diperebutkan oleh Ebi dan Joe. Sayangnya, tokoh antagonis Joe tidak diperankan dengan baik oleh Chandra Liow karena aktingnya terlihat sangat dipaksakan. Pandji Pragiwaksono terlihat terlalu tua untuk berperan sebagai Wawan. Mungkin Pandji terpilih sebagai Wawan karena sosok Wawan yang cukup dewasa meskipun sebenarnya ia dikelabui pacarnya juga. Victor adalah tokoh favorit saya dalam film ini. Diperankan oleh Babe Cabiita, Victor berhasil mengundang tawa terbanyak dari penonton. Tidak ada adegannya yang tidak lucu, apalagi dengan karakternya yang penakut pada hantu dan masih percaya hal-hal mistis.

babe

Namun, dari semua kekurangan di atas, Soraya Intercine Films tetap konsisten untuk menampilkan kemewahan dalam setiap filmnya, termasuk Single. Visual film ini sangat mewah dan memanjakan mata! Bali yang menjadi latar film ini pun terlihat seperti luar negeri. Adegan sky diving adalah adegan favorit saya karena menampilkan sinematografi yang luar biasa dengan suasana yang mengerikan dari atas pesawat. Tiga sekawan ( Ebi, Victor, dan Wawan ) juga menunjukkan penampilan yang terbaik dalam adegan ini. Selain visualnya yang memukau, tata musik yang dibawakan juga luar biasa. Original Soundtrack dari Geisha dan D’masiv yang biasanya menyanyikan lagu-lagu galau juga menambah rasa kesepian dari ke-jomblo-an Ebi.

single 2

Jadi, buat Cinefellas yang ingin merasakan keindahan Bali dan kehebatan tata musik dalam sebuah film, Single adalah pilihan yang sangat tepat! Film ini adalah salah satu film Indonesia yang membuktikan kemajuan film lokal dalam hal sinematografi dan tata musik. Go grab your SINGLE tickets at cinemas and witness how suffered Ebi from his single status!

@baldafauziyyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s