Tak Berkategori

WHAT WE SAY – SKAKMAT

Skakmat-PosterDirector : Ody C. Harahap

Starring : Tanta Ginting, Donny Alamsyah, Cecep Arif Rahman, Hannah Al-rasyid

Score : 5/10

SPOILER ALERTS!

Ya, 2015 memang tahunnya Tanta Ginting. Aktor yang meraih nominasi pemeran pendukung terbaik atas film Tiga (Alif Lam Mim) pada FFI 2015 kemarin ini, kini berkesempatan untuk mencicipi peran utama di layar lebar. Pada film ini, peran yang ditawarkan padanya berbanding terbalik dengan film-film sebelumnya. Jika sebelumnya penampilannya selalu sharp dan berwibawa, di film ber-genre action comedy ini ia memerankan seorang tukang ojek muda yang telah putus sekolah, rambut ala jamet, dengan gaya bicara yang cenderung ngawur.

skakmat-2015-teaser-poster

 

Jamal (Tanta Ginting), memiliki beberapa masalah akibat dirinya yang hidup semaunya. Tukang ojek yang hobi main catur ini selalu menolak desakan sang ibu, Rodiah (Anna Shirley) untuk kembali bersekolah. Jika ia tidak segera menentukan arah hidupnya, tanah warisan bapaknya yang ia telah mimpikan menjadi tempat usaha cuci motornya, akan diberikan pada sepupunya. Urusan asmara pun, ia ditolak oleh orangtua Mirna (Ansi Anissa Lasyah) karena pekerjaannya yang tidak jelas. Mirna pun akan segera dijodohkan dengan seorang polisi bernama Sonny (Valentino Roberto).

Suatu hari, ia tergiur dengan uang 100 juta yang ditawarkan oleh Ivan (Fadi Iskandar) jika ia bisa mengantarkan seorang mantan bandar heroin, Dito (Donny Alamsyah) pada Bos Tanah Tinggi. Mau tidak mau ia menyanggupinya karena sedang terlilit hutang akibat kalah dalam judi catur. Ternyata, Jamal malah masuk ke dalam petualangan skakmat Dito. Baik anak buah Bos Tanah Tinggi maupun Mami Tuty ingin membunuh Dito. Mami Tuty membalaskan nasib adiknya yang dibuat patah hati oleh Dito dan menjadi junkie. Dito bermaksud membocorkan proyek permen heroin Bos Tanah Tinggi karena tidak ingin anaknya menjadi korban.

070803200_1448516714-Capture2

Dijumpai saat press conference (24/11) lalu, Salman Aristo menggarap skenario ini tepatnya saat 2008 lalu. Ia mengangkat cerita ini karena banyak sekali orang-orang seperti tokoh Jamal di lingkungan tempat ia tumbuh besar dulu. Pemuda-pemuda yang hobinya nongkrong, kurang kerjaan alias gabut tetapi sangat loyal dengan teman-temannya. Hal tersebut sangat unik, mengingat anak muda seperti itu memang tak terhitung jumlahnya dan dapat kita jumpai dimana-mana, namun hanya Salman Aristo yang punya pikiran mengangkatnya.

Namun entah sang penulis skenario sengaja menulis dialog Jamal sesuai observasinya di lapangan dengan selera humor pemuda-pemuda tersebut atau memang dialognya yang terasa hambar. Karena dialog lelucon Jamal dalam film terbilang  garing dan dipaksakan. Bukan naskah lelucon Jamal yang membuatnya kocak, namun karena tingkah lakunya. Applause buat Tanta Ginting yang berhasil menghidupkan karakter Jamal.

645x430-skakmat-aksi-dan-komedi-dunia-bawah-151126d

Highlight dari film ini adalah tata laga yang dibuat sungguh-sungguh. Ada empat adegan perkelahian besar yang bakal kamu ingat: Adegan desak-desakan di metro mini, pertarungan di gang sempit, penyerbuan rumah Dito, dan yang terakhir di  lambung kapal. Humor slapstick ala Jackie Chan di setiap jeda perkelahian menjadi penyegar setelah kejar-kejaran dan pertarungan yang tiada henti.

024874400_1448516777-Capture4

Kemudian, editing film yang nampaknya telah dikerjakan dengan sangat teliti ini malah kurang nyaman di mata. Setiap scene dengan jarak pandang dekat hanya memiliki satu fokus saja. Selebihnya di blur-kan. Hal itu sedikit mengganggu karena kami tidak bisa melihat ekspresi lawan bicara tokoh, padahal si tokoh sedang berbicara dengan tokoh lainnya.

skakmat-aksi-dan-komedi-dunia-bawah

Ada satu hal yang tidak biasa dalam film ini, yaitu, perempuan dipukul oleh laki-laki dalam sebuah pertarungan dengan sama keras dalam film. Donny Alamsyah dan Cecep Arif Rahman memukul para wanita anak buah Mami Tuty sama kerasnya dengan mereka memukul laki-laki berbadan besar lainnya. Well, ini bukan bentuk kekerasan terhadap satu gender karena, the women can fight! Yeah, Hannah Alrasyid dan anak buahnya badass banget!

skakmat-aksi-dan-komedi-dunia-bawah (1)

Last but not least, ada satu twist dalam film yang sangat nendang! Yaitu ketika Jamal dan teman ojeknya, Dorpi (Sutan Simatupang), bermaksud mengadu domba geng Bos Tanah Tinggi dan geng Mami Tuty. Adegan perkelahian kedua geng tersebut yang sama-sama Jamal, Dorpi, dan kami sudah tunggu tidak terjadi. Padahal, Jamal dan temannya sudah siap menonton adu jotos tersebut dari tempat yang tinggi dan telah meyakinkan kami dengan kata-katanya saat itu, “Seperti dalam catur, pion-pion terkecil bisa mengalahkan ratu dan raja”. Tetapi yang kemudian terjadi adalah kedua geng malah berbaikan dan menawarkan kerja sama!

movie-review-skakmat-keseruan-dari-kekacauan

Jamal dan Dito yang sama-sama menginginkan pengakuan di orang-orang terdekatnya tersampaikan dengan baik. Tetapi, meski memiliki beberapa scene drama, namun emosinya dangkal. Adegan-adegan drama kurang memainkan emosinya. Anyway, film dengan koreografi perkelahian yang megah ini cukup menghibur.

Tukang ojek mendadak jadi pahlawan!

@mutshiaa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s