Tak Berkategori

WHAT WE SAY – MAZE RUNNER : THE SCORCH TRIALS

maze 2

Director : Wes Ball.

Starring : Dylan O’Brien, Ki Hong Lee, Thomas Brodie-Sangster, Kaya Scodelario, Rosa Salazar, Nathalie Emmanuel, Aidan Gillen, Jacob Lofland, Bary Bepper, Lili Taylor, Patricia Clarkson.

Score : 7.5/10

“I’m tired to running” – Thomas

scorch 1

Salah satu dari film ber-genre young adult post apocalyptic tahun ini yang diadaptasi dari buku serial Maze Runner karya James Dashner. Menggaet kembali kru spesial di film pertamanya, Wes Ball membawa film kedua ini jauh melenceng dari alur cerita novelnya. Meski begitu, bergabungnya para jajaran artis baru berkualitas seperti Aidan Gillen, Rosa Salazar, Nathalie Emmanuel dan Katherine McNamara dinilai sebuah langkah yang cukup bagus meski di film sebelumnya kebanyakan hanya menggaet pemain pendatang baru. Mengusung judul Maze Runner: The Scorch Trials, Wes Ball membawa film ini agar memiliki alur yang lebih teratur untuk persiapan film ketiganya yang digadang akan kembali pada track yang seharusnya. Hasil rombakan ini juga tentunya sudah disetujui dan dibantu oleh Dashner sebagai sang original creator.

maze

Melanjuti akhir film pertamanya, Thomas ( O’Brien ) dan para gladers yang berhasil selamat diasingkan menuju sebuah bunker keamanan yang dikelola oleh WCKD. Thomas yang masih bingung akan tugas dan cara kerja WCKD yang cenderung terlalu tak beralasan untuk menemukan obat penyembuh dari penyakit Flare memutuskan untuk merencanakan pelarian dan menemui grup Right Arms yang konon menyediakan keselamatan bagi anak-anak kebal Flare seperti mereka. Pelarian mereka pun bermula dengan aksi kejar-kejaran dengan Crank ( manusia yang terkena virus Flare dan bersifat seperti zombie ). WCKD pun tidak menyerah untuk menemukan Gladers yang membangkang tersebut dengan menyusuri area The Scorch, tempat dimana Thomas berpetualang untuk mencapai gunung dan menemukan Right Arms. Di tengah perjalanan, ia bergabung dengan grup manusia yang bertahan dari virus Flare yang di pimpin oleh Jorge (Esposito) hingga Thomas sempat tersesat berdua dalam lorong bawah tanah bersama dengan Brenda (Salazar). Reuni antara Aris (Lofland) dengan Harriet (Emmanuel) dan Sonya (McNamara) dari grup B terjadi ketika mereka berhasil menemukan Right Arms. Lalu, apa gerakan Thomas selanjutnya mengingat salah satu temannya berkhianat dan diculik kembali oleh WCKD?

janson

Permulaan film diisi dengan mimpi Thomas tentang masa lalunya, bagaimana ketika sang ibu memberikan Thomas kepada WCKD untuk diteliti mengapa ia bisa kebal dan membuat penawar virus Flare. Dilanjutkan dengan masa-masa tenang pengenalan lebih dekat tentang bunker dan karakter WCKD, Janson (Gillen) menimbulkan lebih banyak tanda tanya yang akhirnya menuntun Thomas untuk kabur dari fasilitas ini. Rombakan alur ini dinilai sangat ekstrem dan jauh berbeda dengan apa yang tertuang pada novelnya mengingat film pertama sudah sangat setia pada versi originalnya. Tensi penonton terus dibuat naik mulai dari Thomas berlari menuju pintu yang ingin tertutup. Adegan ini mungkin akan mengingatkan kita dengan pengalaman berlari Thomas di dalam labirin. Setelah itu, datanglah saat-saat dimana film ini menjadi bernuansa horor.

maze 3

Penonton akan dikejutkan dengan berbagai kejutan di dalam kegelapan, mulai dari Crank yang tertidur, boneka seram, sampai aksi kejar-kejaran dengan Crank yang dilakukan di sebuah mall terlantar di malam hari. Berlanjut ke perjalanan di bawah terik matahari, The Scorch Trials dinilai menghilangkan rasa kengerian sinar matahari yang seharusnya menyengat tubuh, membuat Gladers terasa sangat kelelahan dan kehausan, tak bertenaga. Hal ini cukup aneh mengingat justru inilah jualan novelnya yang ada di kisah original dan itulah penyebab mengapa daerah itu dinamakan The Scorch. Perjalanan di bawah terik ini terlihat seperti perjalanan biasa saja dengan durasi yang tak panjang, tanpa memperlihatkan kesulitan masing-masing karakter dalam menghadapinya (meskipun ada scene dimana Minho minum persediaan airnya yang ternyata habis, juga saat mereka bersusah payah menggotong Winston yang terluka, namun itu dirasa kurang ‘mengena’). Namun hal ini berhasil diperbaiki dengan kematian karakter Winston yang harus meninggalkan teman-temannya dengan feel pemain yang lumayan baik.

maze 4

Aksi terus naik ketika petualangan Thomas dengan Brenda dimulai. Lagi-lagi nuansa horor disajikan lewat pertemuan mereka dengan Crank di bawah tanah ( saluran air ) sampai kepada gedung miring yang nyaris jatuh. Pun begitu, meskipun Dylan dan Rosa bermain dengan akting yang bagus, kami tidak melihat adanya feel romansa di antara mereka berdua, mereka hanya seperti layaknya teman biasa. Bahkan kiss scene di tempat Marcus, dimana seharusnya Brenda merasa kecewa karena Thomas menolaknya pun terasa hambar. Meski di dalam novelnya diceritakan bahwa Thomas memiliki kedekatan yang intens dengan Teresa dari awal mereka di labirin, namun chemistry itu tidak di bangun dalam film Maze Runner yang sebelumnya sehingga membuat Wes Ball mau tidak mau seperti memaksakan ‘kepedulian’ Thomas pada Teresa di mulai dari awal film ini.

maze 6

Minho yang seharusnya diceritakan memiliki jiwa pemimpin disini hanya seperti seorang penjaga teman-temannya. Meski tubuhnya yang terlihat semakin kekar, namun sisi kepemimpinannya yang nyaris menyaingi Thomas tidak diperlihatkan dalam film. Newt diperankan dengan baik oleh Thomas Brodie-Sangster. Anyway, diantara semua karakter, kita lagi-lagi harus dikecewakan dengan tampilan karakter Brenda. Meskipun diperankan dengan bagus oleh Rosa Salazar, namun apa yang divisualisasikan dalam novel berbeda jauh dengan versi layar lebar ini. Brenda dalam novel di gambarkan dengan seorang perempuan yang cantik dan berambut panjang, kecantikannya memang sempat membuat Thomas tertarik dan berhasil menyaingi Teresa. Actually, Rosa sudah cukup cantik, namun kenapa mereka membuatnya berambut pendek yang malah mengurangi sex appeal-nya? Mungkin satu-satunya wanita tercantik disini adalah karakter Sonya yang dimainkan oleh Katherine McNamara. Mungkin kami hanya bisa mengatakan bahwa dari segi penampilan fisik, tukarkan saja karakter Sonya dengan Brenda, maka para fans Maze Runner pun mungkin akan sangat puas dengan hal itu.

crank

Dari segi make up dan visualisasi karakter Crank, patut di acungi jempol untuk Ken Barthemeley! Crank yang sangat mirip dengan zombie dalam film-film apocalypse lainnya cukup memiliki penampilan yang mengintimidasi dan menakutkan. Kadang kami juga berpikir bahwa seharusnya Wes Ball mungkin lebih cocok menyutradarai film-film bernuansa horror. Scoring yang mumpuni juga membuat penonton bertanya-tanya akan kemunculan Crank yang bisa muncul dari mana saja di dalam kegelapan. Yang sangat disayangkan adalah paruh akhir film. Meski memuat banyak twist untuk installment berikutnya, adegan aksi di paruh akhir dinilai kurang menegangkan yang malah membuat tensi animo penonton justru turun. Paruh akhir film ini juga sepertinya sedikit menyenggol The Death Cure yang kabar terakhirnya akan dirilis Februari 2017 mendatang. Meski begitu, The Scorch Trials tetap tidak bisa dikatakan gagal meski mungkin akan sedikit mengecewakan untuk para fans novelnya. Dan bagaimanapun juga, WCKD is Good.

maze 5

@arifrubbiyanto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s