Tak Berkategori

FRESHMOVIE – EVEREST

everest pDirector : Baltasar Kormakur

Starring : Jason Clarke, Josh Brolin, Jake Gyllenhaal, Sam Worthington, Keira Knightley, Elizabeth Debicki, Emily Watson, Robin Wright, John Hawkes, Michael Kelly

“Human beings simply aren’t built to function at the cruising altitude of a 747. Everest, is without a doubt the most dangerous place on Earth.” – Rob Hall

Kalimat ini yang akan kamu dengar pertama kali di salah satu trailer film paling ekstrim tahun ini! Disutradarai oleh Baltasar Kormakur, Everest akan membawa kita sedekat mungkin dengan teror kejam yang datang dari alam! Merupakan penceritaan super-epik tentang tragedi Mei 1996, disaat sebuah insiden menimpa sekelompok pendaki yang sedang melakukan ekspedisi di lereng Pegunungan Himalaya, film ini menampilkan orang-orang biasa yang berusaha melakukan hal yang luar biasa, bahkan hampir mustahil! Lebih jauh lagi, ini bukan masalah berhasil atau tidaknya mereka menyentuh puncak tertinggi dunia. Ini tentang bagaimana cara mereka dapat bertahan disana.

everest 1

Anyway, tidak ada salahnya jika kita menyebut bulan September ini menjadi tanda film-film “fall season” unjuk gigi. Tercatat hanya ada tiga film besar berselera “mainstream” yang rilis bulan ini dan sisanya adalah film-film “berat”. Salah satunya ( dan sepertinya yang terberat ) adalah Everest. Film yang dari semenjak proses syutingnya dimulai sudah terasa benar-benar berat ini ternyata dibintangi oleh banyak nama besar lho, Cinefellas! Tidak hanya satu, dua, tiga, tapi banyak! Jake Gyllenhaal menjadi yang paling disorot dari film ini berkat segala pencapaiannya dan predikatnya sebagai salah satu aktor watak terbaik Hollywood saat ini. Namun selain Jake, ada banyak nama besar lainnya yang bakal membuatmu menganga ; Jason Clarke, Keira Knightley, Elizabeth Debicki, Sam Worthington, dan Josh Brolin. Mereka semua kemudian dipandu oleh sutradara yang berasal dari Islandia. Tuan Kormakur sendiri tentu akan menjadi nilai lebih dikarenakan selain telah menyabet total 28 penghargaan, orang Islandia sudah dianggap paham betul bagaimana caranya untuk bereksplorasi, dan “bersenang-senang” dengan alam ( apalagi alam yang dimaksud adalah gunung ) dengan cara yang mencekam dan breath-taking.

photo credit : dailymail.co.uk

photo credit : dailymail.co.uk

Syuting filmnya sendiri berlangsung di beberapa titik pendakian Himalaya, dan sebagian lainnya diambil di Pegunungan Alpen. Dan yah, karena film ini menceritakan tentang pendakian gunung, maka tidak ada satu aktor-pun ( termasuk Jake ) yang diperlakukan dengan eksklusif selama proses syuting berlangsung! Pada majalah TOTAL FILM UK edisi 234, sutradara Kormakur mengemukakan bahwa di saat pengambilan gambar tersebut, seluruh pemain layaknya pendaki pro yang benar-benar terisolir! Mereka betul-betul tidur di sleeping bag, makan yang ada saja, dan bahkan saling mengecek dan mengingatkan kondisi fisik satu sama lain, agar tidak terkena frostbite! Well, usaha mereka kini dinilai berhasil karena film Everest dianggap tidak hanya sukses memperlihatkan pemandangan alam yang menakjubkan, tapi juga kualitas akting yang jempolan! Salut!!

everest 1

By the way, berkat sentuhan magis Kormakur terhadap Himalaya, kami sangat menganjurkanmu untuk menonton film ini dalam format IMAX agar seluruh aspek yang ada di dalam film bisa dirasakan secara super duper maksimal. Kepada media sutradara Kormakur juga mengakui bahwa Ia memberikan sedikit sentuhan a la film dokumenter untuk film Everest dengan menggunakan crane agar bisa mendapatkan beberapa gambar berkualitas terbaik. Salah satu adegan yang paling mendebarkan disini adalah saat karakter Josh Brolin, Beck Weathers, hampir terjatuh ketika menyebrangi jurang. Angle yang dipakai di scene tersebut, yang menyorot Beck dari dasar jurang yang menganga lebar, benar-benar berhasil membuat kami deg-degan maksimal! Kormakur, yang sebelumnya sukses dengan Contraband, dan 101 Reykjavik ini benar-benar kurang ajar 😀

everest 3

Walaupun banyak pengamat film menduga bahwa Everest berasal dari sebuah tulisan karya Jon Krakauer, seorang penulis sekaligus pendaki gunung ternama yang ikut serta dalam rombongan naas tahun 1996, Kormakur membantah hal tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya mengambil sumber dari beberapa buku dan catatan untuk film ini, dan ia juga membiarkan masyarakat yang menilai filmnya nanti. Lebih jauh, Kormakur juga ingin memperlihatkan dua hal penting kepada kita yang terjadi di Everest sekarang ; kekuatan tekad yang luar biasa, dan juga komersialisasi alam yang semakin kesini terasa semakin berlebihan. Ditambah dengan bencana gempa dahsyat yang menimpa Nepal pada tanggal 12 Mei lalu, film ini semakin memiliki urgensi, tidak hanya oleh para pendaki gunung, namun juga oleh masyarakat sebagai bentuk bela sungkawa. Everest mengingatkan kita betapa kecilnya manusia di hadapan alam.

everest 1

@adam_sarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s