Tak Berkategori

WHAT WE SAY – PAPER TOWNS

CMr27s5UcAAF5NZ

Director : Jake Schreier

Starring : Natt Wolf, Cara Delevingne, Austin Abrams, Justin Smith, Halston Sage, Jaz Sinclair

Score : 7/10

SPOILER ALERTS!

John Green memang jenius. Film yang diadaptasi dari buku-bukunya bukan sekadar teen and young adult movie biasa. John Green sepertinya memang orang yang realistis. Kamu mungkin tidak akan menemukan ending yang kamu inginkan pada filmnya, tidak menyukainya, namun itulah yang sebenarnya (dan sering) terjadi di kenyataan. Mengesampingkan angan-angan setiap anak muda dan menyuguhkan realita, John  Green tidak pernah lupa memberi life lesson  yang sangat berharga buat kita🙂

tumblr_nncb5rucdL1u440jao1_500

Sekitar 1/3 pertama film ini berusaha menyusun atmosfir daripada anak remaja dan high school: anak hits dan culun, house party, prom, dan orangtua. Awalnya, mungkin sebagian dari kalian berpikiran sama dengan saya, “I’m too old for this,” atau oke, mari kita bernostalgia saja. Namun, payahnya keseharian Quentin (Q orang yang begitu awkward!), tingkah kocak Ben (Austin Abrams) dan insecurities dari Radar (Justice Smith) cukup menghibur sekaligus menyedihkan. Trio nerds ini membuatmu tertawa renyah sekaligus kesal akibat kepayahan mereka.

CKuezRVUwAAgia3 CKN08gQUsAEdq2mCLgaTfrUsAErMjy

Natt Wolf, aktor Hollywood masa depan ini, tampil sangat berbeda dari film-film yang sebelumnya ia bintangi. Dalam The Fault in Our Stars dan Palo Alto, Natt Wolf memerankan remaja yang bebas, sedikit liar, dan tidak stabil. Namun dalam film ini, ia dengan sangat natural menampilkan Q bak remaja pintar namun canggung. Mulai dari ekspresi wajah hingga gerak-gerik tubuhnya, seakan menampilkan pikiran Q yang penuh kehati-hatian, anti berbuat onar, dan suka berada dalam comfort zone. Natt Wolf berhasil menampilkan Q yang sangat payah dan tidak menarik! Oh, namun itu semua berubah setelah sebuah misi pembalasan dendam yang ia lakukan bersama Margo Roth Spiegelman. Q yang pesimistis jadi memiliki rasa percaya diri.
maxresdefault

Rasa percaya dirinya didasari oleh harapannya akan perubahan hubungannya dengan Margo.  Tentu saja, setelah petualangan seru yang telah mereka lakukan semalam: membalas Jase (Griffin Freeman), pacar Margo yang berselingkuh dengan sahabatnya Becca (Caitlin Carver), having a good conversation about life and happiness, dan berdansa dengan pemandangan cityscape yang indah terlihat dari lantai teratas gedung Sun Trust. Namun, esoknya Margo menghilang. Ia tidak pernah datang lagi ke sekolah. Dari penyelidikan kecilnya, Quentin menyadari Margo sering seperti ini dan selalu meninggalkan clue kemana ia pergi. Kali ini, Margo meninggalkan petunjuk untuk Q.

tumblr_nrhzebRWlk1u440jao1_500
200_s

Jadilah minivan milik ibu Quentin yang menjadi kendaraan road trip dalam misi pencarian Margo, yang memorable! Minivan tersebut dipenuhi remaja berikut: Q, Ben, Radar bersama pacarnya Angela (Jaz Sinclair), dan sahabat Margo, Lacey (Halston Sage). Road trip dilakukan dari Florida ke Agloe, New York, sementara itu mereka juga harus mengejar prom mereka besok malam itu juga. Quentin yang tidak berani ngebut, minivan mereka yang hampir saja menabrak sapi, Lacey yang mengajak Ben untuk menjadi pasangannya di prom, dan Radar yang akhirnya berhubungan seks dengan Angela, semuanya terbungkus dalam road trip singkat yang rapi. Dan, ada satu scene yang membuat saya dan beberapa penonton di ruang bioskop menjerit: Saat dua kaleng berisi urin Ben tumpah di dalam minivan! YUCK!!!

tumblr_nrlnto5h9j1u440jao1_500

Hanya segitu saja-kah porsi misteri dalam film ini? Tidak! Sebelum menonton film ini, saya bingung dengan korelasi antara judul film ini dengan cinta-cintaan remaja. Saya kira sebelumnya road trip tersebut akan membawa mereka ke universe lain. Ternyata, memang ada misteri pada judul film ini. ‘Paper Towns’ menjadi kata kunci dari petunjuk-petunjuk yang sengaja ditinggalkan Margo. Margo sudah memberikan clue pada Q sejak mereka mengobrol di Sun Trust. Selanjutnya, kamu tangani sendiri misterinya dari sini…

tumblr_nlood33t7Q1u440jao1_500

“What a treacherous thing to believe that a person is more than a person,” merupakan kalimat yang sangat akurat untuk diucapkan Q setelah pertemuannya dengan Margo. Q telah tergila-gila pada Margo dan mengabaikan sekitarnya. Margo bukanlah misteri seperti yang diidealkan oleh Q dalam pikirannya. Margo hanyalah seorang gadis biasa yang sedang berusaha mengenal dirinya sendiri dan berbuat sesuatu untuk dirinya. This unrequited love somehow gives us lesson about letting go and being independent,  and start to do something for ourself, not for anyone. Maybe, life is not about belonging to anything or anyone.

Quentin tentu saja masih mencintai cewek impiannya tersebut, ia tersenyum dengan tujuan Margo. Love is let the person you love free. Q melanjutkan hidupnya dengan pelajaran berharga yang ia dapat dari ‘pernah’ mengagumi Margo: to do what he want and be what he wanted to be. Q juga menjadi lebih dewasa dengan tidak lagi mengharapkan mukjizat terjadi di hidupnya, tetapi dengan ‘menyadari’ keajaiban dalam hidupnya yang sudah ada.

CKzQ1qCUEAAqBKz

Sayangnya, alur Paper Towns terasa berjalan terlalu lambat. Film ini seakan kekurangan scene. Komedi yang disuguhkan juga tidak terlalu lucu, kecuali semua tentang Ben. Porsi meaningful-nya juga hanya terdapat pada endingnya. Sisanya, terlalu banyak scene dalam menemukan petunjuk yang kurang penting. Terakhir, seluruh visual dalam film ini cantik. Scoring film ini muda dan berenergi! Musik dalam film rata-rata beraliran elektronik, techno pop dan pop alternatif, sangat pas menggambarkan semangat anak muda. Oh ya, tak lupa Ansel Elgort (The Fault in Our Stars) juga tampil sebagai cameo di film ini.

tumblr_nqkpqmwVbz1u440jao1_500

Paper Towns is so unpredictable. John Green won’t give you what you want!

@mutshiaa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s